KETAHUI MANFAAT DAN RISIKO DIET KETOGENIK

22

Apa itu diet keto?

Diet ketogenik atau biasa sering disebut diet keto adalah pola makan dengan karbohidrat yang sangat rendah namun tinggi lemak. Pola makan ini sudah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati beberapa kondisi medis tertentu. Jika pada umumnya diet menghindari lemak, diet keto justru menekankan asupan tinggi lemak, protein yang sedang, dan rendah karbohidrat. Sehingga harapannya, kalori harian yang didapat, yaitu sekitar 70% – 80% dari lemak, 20% dari protein, dan 5% dari karbohidrat.

Manfaat Diet Keto

Beberapa penelitian menunjukkan adanya manfaat diet keto terhadap penyakit metabolik seperti:

  1. Diabetes

Pada penderita DM tipe 2, diet ketogenik dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta menurunkan kadar glukosa plasma dan haemoglobin A1c (HbA1c). Beberapa penelitian menyatakan bahwa diet ketogenik mampu menurunkan dosis insulin yang dibutuhkan, bahkan penyuntikan insulin dapat dihentikan.

  • Dislipidemia

Meskipun konsumsi lemak meningkat, parameter kolesterol pada diet ketogenik justru semakin baik. Pembatasan konsumsi karbohidrat memicu kondisi ketosis yang mampu mengubah metabolisme lemak. Terjadi penurunan kadar kolesterol total, low density lipoprotein cholesterol (LDL), trigliserida, serta peningkatan high density lipoprotein cholesterol (HDL). Ukuran dan volum LDL juga meningkat sehingga sifat atherogenicity-nya (menyebabkan atherom) berkurang.

  • Penyakit Kardiovaskular

Diet ketogenik menyebabkan penurunan tekanan darah, meskipun tidak signifikan. Diet ini juga dapat memperbaiki profil lipid dan sensitivitas insulin yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

  • Obesitas

Diet ketogenik terbukti dapat menurunkan berat badan pada pasien obesitas. Namun, masih belum dipastikan penyebab turunnya berat tersebut.

Selain manfaat terhadap penyakit metabolik diet keto juga telah diuji dan digunakan dalam pengaturan yang dipantau ketat untuk kanker, sindrom ovarium polikistik, dan penyakit Alzheimer.

Apa Saja Risiko Diet Keto?

Risiko yang dapat terjadi jika melakukan diet keto jangka panjang:

  • Peningkatan risiko batu ginjal dan osteoporosis
  • Peningkatan kadar asam urat
  • Kekurangan asupan nutrisi
  • Kehilangan manfaat vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
  • Meningkatnya risiko ketoasidosis.

Perlu diketahui, saat menjalani diet keto, awalnya Anda mungkin akan mengalami beberapa keluhan. Hal ini dikenal sebagai “keto-flu”, yang muncul selama proses penyesuaian. Beberapa keluhan yang mungkin timbul yaitu:

  • Tubuh terasa lemas
  • Gelisah
  • Sulit tidur
  • Mual
  • Rasa lapar yang mengganggu
  • Penurunan kemampuan konsentrasi

Penting untuk tidak hanya fokus pada makan makanan berlemak tinggi, tetapi untuk memasukkan jenis daging, ikan, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang diperbolehkan setiap hari untuk memastikan asupan serat, vitamin B, dan mineral yang cukup.

Dalam melakukan diet ketogenik perlu adanya pengaturan dan pemantauan yang khusus. Selain melihat manfaat dari diet keto sebaiknya pertimbangkan pula resiko dan efek samping yang mungkin terjadi. (PP)

Referensi:

  1. Paoli A. 2014. Ketogenic Diet for Obesity: Friend or Foe. Int J Environ Res Public Health. 11(2): 2092–2107
  2. Paoli A, Rubini A, Volek JS, Grimaldi KA. 2013. Beyond weight loss: a review of the therapeutic uses of very-low-carbohydrate (ketogenic) diets. Eur J Clin Nutr.;67(8):789.