KOMPLIKASI HIPERTENSI DAN PENCEGAHANNYA

1

Peningkatan tekanan darah berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya komplikasi ke pembuluh darah dan organ lain dalam tubuh kita.  Jika dibiarkan tekanan darah tinggi dapat menimbulkan penyakit yang serius seperti:

  • Gagal jantung:hipertensi dapat mengakibatkan pembesaran dinding ventrikel jantung yang akan mengganggu pompa jantung sehingga jantung tidak dapat bekerja optimal akan mengakibatkan gagal jantung seumur hidup.
  • Gagal ginjal: hipertensi yang tidak terkendali akan memengaruhi arteri di ginjal, menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal. Hipertensi dapat menyempitkan dan menebalkan aliran darah yang menuju ginjal, yang berfungsi sebagai penyaring kotoran tubuh. Dengan adanya gangguan tersebut, ginjal menyaring lebih sedikit cairan dan membuangnya kembali kedarah.
  • Aterosklerosis: hipertensi memicu pengerasan arteri, yang kemudian disertai dengan penimbunan lemak di dinding pembuluh darah. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Arteriosklerosis bisa menyebabkan penyakit serius, misalnya penyakit jantung dan stroke.
  • Stroke: pecahnya aneurisma di otak bisa menyebabkan stroke. Hipertensi yang tidak terkendali juga bisa menyebabkan pembekuan darah di arteri karotis (arteri di leher). Bekuan darah tersebut bisa menyebabkan strokeemboli bila memasuki otak.
  • Retinopati(kerusakan pembuluh darah pada jaringan peka cahaya di bagian belakang mata): hipertensi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di mata, sehingga mengakibatkan pengelihatan menjadi kabur atau buta. Pendarahan pada retina mengakibatkan pandangan menjadi kabur, kerusakan organ mata dengan memeriksa fundus mata untuk menemukan perubahan yang berkaitan dengan hipertensi yaitu retinopati pada hipertensi.

Bagaimana Cara Pencegahannya?

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi hipertensi antara lain:

  1. Mengkonsumsi obat secara rutin
  2. Pengendalian berat badan
  3. Membatasi asupan garam tidak lebih dari ¼  – ½ sendok teh (6 gram per hari). Hindari makanan dan minuman kaleng, makanan yang diolah yang mengandung garam natrium, serta hindari penggunaan bumbu-bumbu penyedap lainnya.
  4. Hindari merokok, minuman berkafein, dan minuman beralkohol
  5. Olahraga. Dianjurkan bagi penderita hipertensi dapat berupa jalan, lari, jogging, bersepeda selama 20-25 menit dengan frekuensi 3-5 kali per minggu.
  6. Istirahat yang cukup
  7. Pengendalian stres. (PP)

Referensi:

  1. Silbernagl, S. 2007. In: Silbernagl, S., Lang, F. editor. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Jakarta : EGC
  2. Saputra RS, Rahayu, Indrawanto IS. 2013. Profil Penderita Hipertensi Di RSUD Jombang Periode Januari-Desember 2011. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Vol 9 No.2