Konsumsi Minyak Ikan Bantu Perbaiki Mood Penderita Gangguan Bipolar, Benarkah?

110

The American Heart Association (AHA) menganjurkan agar setiap orang mengkonsumsi ikan setidaknya 2 kali setiap minggunya. Beberapa jenis ikan yang baik untuk dikonsumsi adalah albacore tuna, herring, mackerel, salmon, dan trout.

Jika Anda tidak menyukai ikan, maka AHA menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi 0.5-1.8 gram minyak ikan setiap harinya dalam bentuk suplemen. Dengan demikian, Anda pun dapat mencukupi kebutuhan EPA dan DHA yang diperlukan oleh tubuh Anda.

Selain dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda, para ahli menduga bahwa konsumsi minyak ikan juga dapat membantu seorang penderita gangguan bipolar. Hal ini dikarenakan suplemen minyak ikan memiliki peranan penting terhadap fungsi otak dan perilaku seseorang.

Para ahli menemukan bahwa asam lemak omega 3 di dalam minyak ikan mungkin dapat membantu para penderita gangguan bipolar, terutama bagi mereka yang memiliki resiko tinggi terhadap gangguan jantung dan pembuluh darah atau yang memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi lebih banyak asam lemak omega 3 yang banyak ditemukan pada minyak ikan berhubungan dengan peningkatan volume otak di beberapa bagian otak, terutama pada bagian otak yang berhubungan dengan mood dan perilaku.

Hasil dari sebuah penelitian yang mengamati sekitar 75 orang penderita gangguan bipolar menemukan bahwa asam lemak omega 3 memiliki manfaat yang lebih baik daripada plasebo. Manfaat yang dimaksud di sini adalah menurunkan terjadinya serangan depresi pada seorang penderita gangguan bipolar.

Akan tetapi, secara keseluruhan, bukti manfaat minyak ikan pada seorang penderita gangguan bipolar sebenarnya masih tidak konsisten sehingga masih diperlukan lebih banyak penelitian mengenai hal ini sebelum para dokter dapat menganjurkan konsumsi suplemen minyak ikan bagi seorang penderita gangguan bipolar.

Jika Anda merupakan seorang vegetarian sehingga tidak memungkinkan bagi Anda untuk mengkonsumsi minyak ikan, maka Anda dapat mengganti minyak ikan dengan beberapa jenis kacang-kacangan seperti kacang walnut, biji flaxseed, dan minyak canola. Hal ini dikarenakan ketiganya juga mengandung ALA (alpha linoleic acid), yang di dalam tubuh akan diubah menjadi asam lemak omega 3.

 

Sumber: webmd