KONSUMSI SUSU PROTEIN: APA FUNGSI DAN EFEK SAMPINGNYA?

5

Dalam beberapa tahun terakhir ini, bodybuiding merupakan hobi yang banyak dilakukan orang. Olahraga yang diperuntukkan untuk meningkatkan massa otot dan juga mengonsumsi susu atau suplemen yang dicampurkan bubuk protein merupakan bagian di dalamnya. Suplemen protein ini dipercaya berguna untuk memberi kekuatan pada otot. Tapi, apakah benar mengonsumsi terlalu banyak protein baik untuk tubuh?

Protein dan fungsinya

Protein adalah molekul besar dan kompleks yang memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Protein berperan dalam sebagian besar pekerjaan dalam sel dan diperlukan untuk struktur, fungsi, dan pengaturan jaringan dan organ tubuh. Protein digunakan untuk membentuk antibodi, enzim, sumber energi, dan memperbaiki jaringan tubuh.

Protein terdiri dari ratusan atau ribuan unit kecil yang disebut asam amino. Ada 20 jenis asam amino yang dapat bergabung untuk membentuk protein. Asam amino terbagi menjadi asam amino esensial dan nonesensial. Ada 9 asam amino esensial yang tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Sedangkan asam amino nonesensial dapat dibuat oleh tubuh jika makanan tidak mengandung jumlah asam amino yang cukup.

Bubuk protein, apakah itu?

Bubuk protein berasal dari tanaman (kedelai, kacang polong, beras, kentang, atau rami), telur, atau susu (protein kasein atau whey) yang diolah menjadi bentuk bubuk. Bubuk tersebut dapat dicampur dengan bahan-bahan lain seperti gula, perasa buatan, pengental, vitamin, dan mineral. Jumlah protein per sendok bubuk dapat bervariasi dari 10 hingga 30 gram. Suplemen yang digunakan untuk menambah massa otot mengandung lebih banyak protein, dan suplemen yang digunakan untuk menurunkan berat badan mengandung lebih sedikit protein. Bubuk protein ini dapat tersedia dalam bentuk shake (susu) dan kapsul.

Adakah efek sampingnya?

Ada beberapa pendapat tentang resiko yang mungkin terjadi akibat mengonsumsi bubuk protein, di antaranya:

  1. Bubuk protein merupakan suplemen makanan, di mana keamanan dan pelabelan produk dievaluasi sendiri oleh produsen. Sehingga, kandungan pada produk juga hanya berdasarkan atas klaim dari produsen.
  2. Konsumsi bubuk protein dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Terutama pada orang dengan alergi susu atau intoleransi laktosa (kesulitan mencerna laktosa/gula susu) dapat mengalami ketidaknyamanan pencernaan.
  3. Kadar protein yang tinggi dapat menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring produk limbah, karena asam amino yang tidak terpakai akan diubah menjadi urea dan dibuang melalui urin.
  4. Bubuk protein mungkin mengandung banyak gula dan kalori. Beberapa mengandung hingga sebanyak 23 gram per sendok, sehingga segelas susu protein mengandung lebih dari 1.200 kalori. Konsumsi tinggi kalori dapat menyebabkan berat badan meningkat dan lonjakan gula darah. American Heart Association merekomendasikan batas gula per hari sebanyak 24 gram untuk wanita dan 36 gram untuk pria.
  5. Penelitian oleh Clean Label Project (2018) menemukan bahwa banyak bubuk protein yang mengandung logam berat (timbal, arsen, kadmium, dan merkuri), bisphenol-A (BPA, yang digunakan untuk membuat plastik), pestisida, atau kontaminan lainnya yang meningkatkan resiko terjadi kanker dan penyakit lainnya. Tetapi, tidak semua produk yang diteliti mengandung toksin tersebut.

Target konsumsi protein harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 46 gram untuk wanita dan 56 gram untuk pria. Sedangkan untuk anak-anak usia 4-9 tahun sebesar 19 gram, dan usia 9-13 tahun sebesar 34 gram. (BEL)

Sumber:

  1. Harvard Health Publishing. 2018. The Hidden Dangers of Protein Powders. Available at: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-hidden-dangers-of-protein-powders
  2. National Health Service. 2018. Bodybuilding and Sports Supplements: The Facts. Available at: https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/body-building-sports-supplements-facts/
  3. Cleveland Clinic. 2017. Why Extra Protein for Your Child Is Unnecessary – and Possibly Dangerous. Available at: https://health.clevelandclinic.org/why-extra-protein-for-your-child-is-unnecessary-and-possibly-dangerous/
  4. U.S. National Library of Medicine. 2019. What are Proteins and What Do They Do?. Available at: https://ghr.nlm.nih.gov/primer/howgeneswork/protein
  5. U.S. National Library of Medicine. 2019. Amino Acids. Available at: https://medlineplus.gov/ency/article/002222.htm