KONSUMSI TEH DAN KOPI SEBABKAN DEHIDRASI?

26

Teh dan kopi adalah teman makan klasik bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi kedua minuman ini sangat umum dan dilakukan bersama sarapan, makan siang, dan makan malam. Teh dan kopi memiliki banyak manfaat yang menjadikannya primadona bagi masyarakat Indonesia. Kopi mengandung kafein yang merupakan zat stimulan, yang menyebabkan tubuh dapat terjaga lebih lama, fokus meningkat, dan dapat menjadi lebih produktif. Sementara itu teh mengandung berbagai antioksigen yang dapat mencegah kanker. Namun menurut berbagai isu yang beredar, konsumsi kedua minuman ini dapat sebabkan dehidrasi. Oleh karena itu konsumsinya selama puasa harus diwaspadai. Namun apakah hal ini benar? Artikel ini selanjutnya akan membahas konsumsi teh dan kopi dapat menyebabkan dehidrasi.

Sebuah studi dilakukan di Inggris untuk menjawab pertanyaan ini. Inggris merupakan salah satu negara yang paling banyak mengkonsumsi teh di dunia. Studi ini melibatkan dua puluh satu orang laki-laki sehat dengan usia 21 hingga 55 tahun. Studi ini mengekslusi orang-orang yang mengkonsumsi lebih dari 10 gelas kopi sehari karena konsumsi yang belebihan dapat menyebabkan hasil studi menjadi bias. Kemudian separuh kelompok tersebut kemudian diberikan teh selama dua puluh empat jam, dan diukur status hidrasinya. Subyek penelitian kemudian diberikan air putih selama dua puluh empat jam dan kemudian diukur status hidrasinya. Pada akhir penelitian dua kelompok ini kemudian dibandingkan apakah terdapat perbedaan antara status hidrasi teh dan air putih. Peneliti kemudian menarik kesimpulan bahwa konsumsi air putih dan teh tidak memiliki perbedaan yang berarti dalam status hidrasi. Konsumsi kafein yang dicurigai membuat dehidrasi tidak diukur, namun diperkirakan tidak lebih dari 200 mg per hari.

Sementara untuk kopi, studi yang dilakukan pada lima puluh laki-laki yang minum kopi sebanyak 3-6 cangkir per hari. Konsumsi kopi per cangkir diperkirakan sebanyak 200 ml kopi dan diperkirakan mengandung 4mg/kg kafein. Total body water kemudian diukur sebelum dan sesudah studi. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa total body water tidak berbeda sebelum dan sesudah konsumsi kopi. Konsumsi kopi menyebabkan tubuh mengekskresi lebih banyak natrium. Namun untuk status hidrasi, tidak ditemukan ada perbedaan antara konsumsi kopi dan konsumsi air putih. Kesimpulan akhir dari penelitian adalah, konsumsi kopi yang tidak terlalu sering tidak menyebabkan adanya perbedaan status hidrasi.

Menurut dua penelitian di atas, telah disimpulkan bahwa konsumsi teh dan kopi tidak menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu konsumsi teh dan kopi dapat tetap dilakukan dengan tingkat yang telah dijelaskan di atas. Dehidrasi memang merupakan sebuah bahaya yang perlu diwaspadai saat puasa, namun konsumsi teh dan kopi tidak menyebabkan kekurangan air (RPG).

Sumber

Killer, S. C., Blannin, A. K. and Jeukendrup, A. E. (2014) ‘No evidence of dehydration with moderate daily coffee intake: A counterbalanced cross-over study in a free-living population’, PLoS ONE, 9(1). doi: 10.1371/journal.pone.0084154.

NHS. 2011. NHS. [online]. [Accessed 20 May 2019]. Available from World Wide Web: <https://www.nhs.uk/news/food-and-diet/tea-compared-to-water-for-hydration/>