Kontrasepsi Pria Dalam Program Keluarga Berencana

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

262

Seiring waktu berlalu, teknologi semakin berkembang, termasuk teknologi kontrasepsi. Dahulu kontrasepsi identik dengan kaum wanita sebagai penggunanya, namun sekarang ini sudah ada metode kontrasepsi khusus untuk kaum pria yaitu Vasektomi.

Jika pada wanita kita mengenal tindakan Tubektomi (ikat kandungan), maka pada pria ada prosedur serupa yang disebut vasektomi. Vasektomi adalah tindakan operasi ringan dengan cara mengikat dan memotong saluran sperma, agar sperma tidak dapat lewat dan air mani tidak mengandung spermatozoa, sehingga tidak terjadi pembuahan. Operasi berlangsung kurang lebih 15 menit dan pasien tak perlu dirawat. Operasi dapat dilakukan di Puskesmas, tempat pelayanan kesehatan dengan fasilitas dokter ahli bedah, rumah sakit pemerintah, dan swasta. Bahkan tindakan vasektomi tergolong murah dan ringan sehingga dapat dilakukan di lapangan.

Keunggulan dari teknik vasektomi dibandingkan tubektomi pada wanita adalah :

  1. Prosedurnya lebih sederhana.
  2. Dapat dilakukan dengan bius lokal sebagai prosedur rawat jalan.
  3. Tidak memerlukan peralatan canggih dan jauh lebih murah pengerjaannya.
  4. Efek samping berupa kecacatan yang signifikan setelah operasi hampir tidak ada
  5. Efektivitasnya dapat diuji. Mungkin karena alasan inilah maka angka kegagalan lebih rendah.

Vasektomi dapat dilakukan jika seseorang menyadari sepenuhnya bahwa dirinya tidak berkeinginan untuk memiliki anak lagi. Vasektomi dapat dilakukan pada usia berapapun, namun biasanya dokter tidak mneganjurkan metode ini untuk pria dengan usia di bawah 30 tahun dan belum memiliki anak. Berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter sebelum Anda dan pasangan memilih metode kontrasepsi yang tepat. (EDA/CM)

Sumber:

  1. Glasier A, Gebbie A. 2005. Keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
  2. 1987. Sistem Pelayanan Konseling Kontrasepsi Mantap. Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI). Jakarta.
  3. M, Lowdermilk, D.L. Jensen, I.D. 1995. Maternity Nursing. Edisi 4. Mosby.
  4. Saifudin, Abdul B. 2003. Judul Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Bina Pustaka: Jakarta.
  5. Team Pelatihan Teknologi Kontrasepsi Terkini (Contraceptive Technology Update – CTU). 2003. Jakarta.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store