Kontrasepsi (Segera) Pasca Persalinan, Apakah Diperlukan?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

69

Apakah Anda atau istri Anda baru saja melahirkan? Tahukah Anda bahwa tanpa menggunakan metode kontrasepsi yang terencana, seorang wanita yang baru saja melahirkan bisa segera hamil kembali jika terjadi pembuahan? Mari simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut.

Mengapa Kontrasepsi Pasca Salin Dibutuhkan?

Jika Anda tidak menggunakan metode pengendalian kelahiran atau dikenal dengan istilah kontrasepsi, sangat mungkin bagi Anda untuk hamil bahkan segera setelah melahirkan. Menggunakan metode kontrasepsi pada minggu-minggu awal setelah melahirkan (disebut periode pasca salin) membantu Anda menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.

Pada wanita pasca melahirkan yang tidak menyusui, proses pelepasan telur yang siap dibuahi oleh sperma (disebut ovulasi) terjadi kembali pada rata-rata 39 hari pasca persalinan, bahkan, laporan ovulasi paling awal dilaporkan terjadi 25 hari setelah melahirkan. Sebanyak 60 persen dari ovulasi ini berpotensi subur, yang berarti Anda bisa hamil segera setelah melahirkan. Perlu dicatat bahwa ovulasi pertama setelah melahirkan sering terjadi sebelum menstruasi pertama, maka penting diperhatikan bahwa menstruasi tidak dapat digunakan sebagai penanda yang diandalkan untuk memutuskan kapan memulai kontrasepsi.

Untuk wanita menyusui, terjadinya proses ovulasi dipengaruhi oleh frekuensi dan durasi menyusui. Wanita yang kurang sering menyusui memiliki ovulasi yang lebih cepat dibandingkan dengan wanita yang menyusui secara eksklusif. Pada wanita yang menyusui ovulasi terjadi rata-rata pada minggu ke 27 untuk yang tidak menyusui eksklusif, dan terjadi pada minggu ke 38 untuk wanita yang menyusui secara ekslusif.

Fakta lain yang perlu dicatat adalah bahwa penelitian membuktikan, pada enam bulan pertama pasca persalinan, 10 persen dari semua wanita yang tidak mengalami menstruasi akan mengalami ovulasi.

Bagaimana Cara Memilih Metode Kontrasepsi Pasca Persalinan?

Ada beberapa pertimbangan saat memilih metode kontrasepsi pasca salin.

  1. Waktu — Beberapa metode kontrasepsi dapat dimulai tepat setelah melahirkan. Metode lain harus menunggu beberapa minggu sebelum dapat digunakan.
  2. Menyusui — Semua metode kontrasepsi merupakan metode yang aman untuk digunakan, termasuk saat Anda menyusui. Namun, ada beberapa metode yang tidak direkomendasikan selama minggu-minggu pertama karena memiliki risiko dapat mempengaruhi jumlah produksi ASI Anda, walaupun resiko ini diketahui sangat minim.
  3. Efektivitas — Metode yang Anda gunakan sebelum kehamilan mungkin bukan pilihan terbaik untuk digunakan setelah kehamilan.

Apa Metode Kontrasepsi Pasca Persalinan yang Dapat Saya Gunakan?

  1. Alat kontrasepsi dalam rahim atau intrauterine device (IUD) banyak dikenal sebagai spiral: alat kecil berbentuk T yang dimasukkan oleh dokter kandungan atau tenaga kesehatan lainnya ke dalam rahim Anda. IUD biasanya dapat dimasukkan tepat setelah persalinan normal atau cesar, atau pada kontrol pertama Anda. IUD jenis hormonal dapat digunakan hingga 3-5 tahun, berisi hormon yang dilepaskan secara perlahan. IUD lain yaitu jenis tembaga dapat digunakan hingga 10 tahun. Keduanya bekerja dengan cara menghentikan penggabungan telur dan sperma sehingga tidak terjadi pembuahan.
  2. Implan atau susuk: batang fleksibel tunggal seukuran korek yang disisipkan di bawah kulit di lengan atas Anda. Implan dapat segera disisipkan setelah persalinan normal ataupun cesar, dan dapat bertahan hingga 3 tahun.
  3. Suntik hormon: suntikan ini mengandung hormon progestin yang disebut depot medroxyprogesterone acetate (DMPA), cara kerjanya mencegah ovulasi. Suntikan DMPA dapat dilakukan di lengan atau pantat Anda setiap 3 bulan. Anda bisa mendapatkan suntikan pertama Anda tepat setelah melahirkan normal atau sesar.
  4. Pil KB: metode kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progestin, cara kerjanya mencegah ovulasi. Anda harus ingat untuk minum pil setiap hari, bila tidak, terdapat pengaturan khusus agar tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan.
  5. Metode amenore laktasi (LAM): metode pemberian ASI eksklusif. Waktu antara menyusui tidak boleh lebih dari 4 jam di siang hari atau 6 jam di malam hari.
  6. Sterilisasi: salah satu metode kontrasepsi yang permanen. Pada wanita, sterilisasi dilakukan dengan mengikat atau memotong saluran indung telur. Hal ini dapat dilakukan segera setelah melahirkan, yaitu saat Anda masih di rumah sakit, beberapa minggu setelah Anda melahirkan, atau beberapa bulan setelah melahirkan.

Agar lebih efisien dan terarah, konsultasikan perihal kebutuhan kontrasepsi pasca persalinan Anda sebelum Anda melahirkan atau pada saat masa kontrol di trimester akhir Anda, sehingga Andaa memiliki cukup waktu untuk menentukan dan memilih metode kontrasepsi yang ada, sebelum terlambat. (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. American College of Obstetricians and Gynecologists. 2018. Postpartum Birth Control, available on https://www.acog.org/Patients/FAQs/Postpartum-Birth-Control?IsMobileSet=false
  2. Andrew M Kaunitz. 2018. Postpartum contraception: Initiation and methods. UpToDate available on https://www.uptodate.com/contents/postpartum-contraception-initiation-and-methods

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store