Kulit Anda Gatal-Gatal Setelah Minum Obat? Jangan Disepelekan!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

258

Tahukah Anda bahwa gatal pasca meminum obat bisa jadi salah satu tanda dari reaksi keradangan yang serius sedang terjadi pada tubuh Anda? Seringkali gatal ini tidak dianggap berkaitan dan diacuhkan, namun tahukah Anda bahwa reaksi ini dapat berakibat fatal hingga kematian?

Apakah Steven-Johnson Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) itu?

Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) dan Stevens Johnson Syndrome (SJS) adalah reaksi kulit yang parah terhadap obat-obatan terutama mengenai kulit dan selaput lendir. Kedua penyakit ini termasuk penyakit langka yang terjadi pada sekitar 1 atau 2/1.000.000 orang per tahun, namun kedua penyakit ini dianggap sebagai kedaruratan medis karena berpotensi fatal sampai menyebabkan kematian.

Apa Penyebab SJS dan TEN?

Paparan obat adalah penyebab sebagian besar kasus SJS dan TEN. Beberapa dibawah ini adalah obat-obatan yang harus diperhatikan:

  1. Allopurinol: penyebab paling umum dari SJS/TEN di Eropa
  2. Obat kejang: carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, asam valproik
  3. Obat antiperadangan non steroid (NSAID): jenis oxicam, allopurinoll dan kortikosteroid, naproxene
  4. Anti cemas dan anti depresan: sertraline, clobazam
  5. Obat demam: paracetamol atau acetaminophen
  6. Trimetroprim-sulfamethoxazole dan antibiotik sulfonamide lainnya, aminopenicillins, cephalosporins, quinolone, dan chlormezanone.
  7. Vaksin

Apa Tanda SJS dan TEN?

TEN dan SJS dapat memiliki penampakan seperti kemerahan pada kulit, gatal atau bentol-bentol dan ruam, namun, pada reaksi yang lebih parah dapat muncul kulit yang melepuh seperti tersiram air panas atau terbakar. Gejala lain yang bisa muncul adalah sesak napas yang semakin lama semakin parah dan terasa mencekik atau gangguan pada sistem pencernaan.

Fase Akut :

Gejala awal TEN dan SJS dapat berupa gejala yang tidak spesifik seperti demam, mata merah, dan rasa tidak nyaman saat menelan. Biasanya, gejala-gejala ini muncul beberapa hari sebelum gejala pada kulit muncul.

Bagaimana Mencegah SJS dan TEN?

  1. Ketahui apakah Anda memiliki potensi untuk mempunya alergi terhadap obat. Seringkali pada Anda yang memiliki alergi terhadap bahan lain, seperti makanan atau debu, Anda memiliki potensi untuk alergi terhadap jenis/bahan pada obat-obatan.
  2. SJS/TEN seringkali didahului dengan reaksi awal, pahami jenis reaksi awal pada diri Anda. Bila Anda mengetahui jenis obat-obatan yang menyebabkan alergi, selalu sampaikan pada dokter bila Anda berobat atau tuliskan pada selembar kertas dan simpan di dompet Anda; bila terjadi suatu kegawatdaruratan yang menyebabkan Anda tidak sadarkan diri, penolong Anda akan mengetahui alergi Anda.

Penanganan Awal SJS dan TEN Bagi Awam?

Penatalaksanaan pada tahap akut meliputi identifikasi yang cepat terhadap gejala SJS/TEN dan penghentian penggunaan obat-obatan penyebab. Segera mulai dengan cepat perawatan suportif dan terapi obat “spesifik” terhadap obat penyebab gejala. Pastikan segera bawa diri atau anggota keluarga Anda ke instalasi gawat darurat (IGD) darurat bila Anda menemui gejala-gejala pada penggunaan obat yang telah disebutkan di atas. (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Harr, T., & French, L. E. (2010). Toxic epidermal necrolysis and Stevens-Johnson syndrome. Orphanet Journal of Rare Diseases5, 39. https://doi.org/10.1186/1750-1172-5-39
  2. Lebargy F, Wolkenstein P, Gisselbrecht M, Lange F, Fleury-Feith J,
    Delclaux C, Roupie E, Revuz J, Roujeau JC: Pulmonary complications in toxic epidermal necrolysis: a prospective clinical study. Intensive Care Med 1997, 23:1237-1244.
  3. Revuz J, Penso D, Roujeau JC, Guillaume JC, Payne CR, Wechsler J,
    Touraine R: Toxic epidermal necrolysis. Clinical findings and prognosis factors in 87 patients. Arch Dermatol 1987, 123:1160-1165.
  4. Halevy S, Ghislain PD, Mockenhaupt M, Fagot JP, Bouwes Bavinck JN, Sidoroff A, Naldi L, Dunant A, Viboud C, Roujeau JC: Allopurinol is the most common cause of Stevens-Johnson syndrome and toxic epidermal necrolysis in Europe and Israel. J Am Acad Dermatol 2008, 58:25-32.
  5. Roujeau JC, Kelly JP, Naldi L, Rzany B, Stern RS, Anderson T, Auquier A, Bastuji-Garin S, Correia O, Locati F, et al: Medication use and the risk of Stevens-Johnson syndrome or toxic epidermal necrolysis. N Engl J Med 1995, 333:1600-1607.
  6. Mockenhaupt M, Viboud C, Dunant A, Naldi L, Halevy S, Bouwes Bavinck JN, Sidoroff A, Schneck J, Roujeau JC, Flahault A: Stevens-Johnson syndrome and toxic epidermal necrolysis: assessment of medication risks with emphasis on recently marketed drugs. The EuroSCAR-study. J Invest Dermatol 2008, 128:35-44.
  7. Levi N, Bastuji-Garin S, Mockenhaupt M, Roujeau JC, Flahault A, Kelly JP, Martin E, Kaufman DW, Maison P: Medications as risk factors of Stevens- Johnson syndrome and toxic epidermal necrolysis in children: a pooled analysis. Pediatrics 2009, 123:e297-304.
  8. Redondo P, Vicente J, Espana A, Subira ML, De Felipe I, Quintanilla E: Photo-induced toxic epidermal necrolysis caused by clobazam. Br J Dermatol 1996, 135:999-1002.
  9. Mansur AT, Aydingoz IA: A case of toxic epidermal necrolysis with lesions mostly on sun-exposed skin. Photodermatol Photoimmunol Photomed 2005, 21:100-102.
  10. Ball R, Ball LK, Wise RP, Braun MM, Beeler JA, Salive ME: Stevens-Johnson syndrome and toxic epidermal necrolysis after vaccination: reports to the vaccine adverse event reporting system. Pediatr Infect Dis J 2001, 20:219-223.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store