Kulit Keriput Pada Lansia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

274

Kulit menjadi keriput tentu menjadi hal yang paling ditakuti oleh sebagian orang, terutama bagi mereka yang sudah berusia tua. Banyak yang mengeluarkan uangnya untuk perawatan baik untuk menghilangkan atau menunda terjadinya keriput pada kulit. Namun hal tersebut tentu tidak dapat dihindari, yang mana kerutan atau keriput pada kulit biasanya muncul seiring bertambahnya usia ataupun karena faktor lainnya.

Nah, kamu pasti penasaran kan? apa sih penyebab kulit keriput, bagaimana keriput tersebut terbentuk dan tentu saja bagaimana cara mencegah atau mempertahanakan agar kulit tidak cepat keriput.

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan berikut:

Kulit Keriput

Keriput merupakan bagian alami dari penuaan yang berupa lipatan-lipatan, atau bengkak di kulit. Biasanya muncul seiring bertambahnya usia. Sinar matahari, merokok, dehidrasi, konsumsi beberapa obat, faktor lingkungan seperti polusi, dan genetik juga dapat mempengaruhi munculnya keriput.

Meskipun genetika sangat menentukan struktur dan tekstur kulit, paparan sinar matahari adalah penyebab utama kerutan, terutama bagi orang berkulit terang. Kebanyakan kerutan cenderung muncul di bagian tubuh yang menerima paparan sinar matahari paling banyak, seperti wajah dan leher, punggung tangan, dan lengan bawah. Faktor-faktor lain, seperti polutan dan merokok, juga berkontribusi pada kerutan.

Penyebab kulit keriput

Keriput disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Nah ada yang bisa dikendalikan, tetapi ada juga yang tidak bisa dikendalikan. Berikut beberapa faktor penyebab keriput yaitu:

  1. Usia

Seiring bertambahnya usia, kulit secara alami menjadi kurang elastis dan lebih rapuh sehingga kurang mampu melindungi diri dari kerusakan. Penurunan produksi minyak alami mengeringkan kulit dan membuatnya tampak lebih kusut. Lemak di lapisan yang lebih dalam dari kulit juga berkurang. Hal ini menyebabkan kulit kendor, longgar, memiliki garis-garis, dan celah-celah yang lebih jelas.

  1. Paparan sinar ultraviolet (UV).

Radiasi ultraviolet, yang mempercepat proses penuaan alami, adalah penyebab utama kerutan/keriput dini. Paparan sinar UV memecah jaringan ikat kulit yaitu serat kolagen dan elastin, yang terletak di lapisan kulit yang lebih dalam dan berfungsi untuk peremajaan kulit. Dengan pecahnya jaringan ikat kulit, kulit tidak dapat melakukan peremajaan kulit dengan maksimal sehingga keriput akan lebih mudah terjadi.

  1. Merokok

Merokok dapat mempercepat proses penuaan normal pada kulit dan berkontribusi pada keriput. Hal ini karena perubahan suplai darah ke kulit. Dimana nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah di kulit yang yang menjadikannya lebih rentan keriput karena nutrisi penting tidak dapat mencapai permukaan atas kulit.

  1. Ekspresi wajah berulang.

Gerakan wajah dan ekspresi, seperti menyipitkan mata atau tersenyum, menyebabkan garis-garis halus dan kerutan. Meski demikian, cemberut mengaktifasi lebih banyak otot daripada tersenyum. Setiap kali otot wajah digunakan, maka alur-alur otot akan terbentuk di bawah permukaan kulit. Semakin banyak otot yang sering digunakan, semakin banyak pula garis halus dan kerutan yang akan terbentuk. Seiring dengan usia kulit, maka kulit kehilangan fleksibilitasnya dan tidak lagi dapat kembali ke tempatnya. Alur-alur ini kemudian menjadi fitur permanen di wajah, menjadi gambaran keriput.

  1. Polusi

Lingkungan tempat tinggal, sangat berpengaruh pada timbulnya keriput dan garis-garis halus pada kulit. “Polusi adalah faktor lingkungan lain – berkontribusi terhadap kerusakan radikal bebas, sehingga mempercepat penuaan, yang ditandai dengan adanya keriput.

  1. Kurang tidur

Kurang tidur dapat berkontribusi menimbulkan keriput, dikarenakan pH kulit yang berubah dan kemampuan sel-sel kulit untuk tetap terhidrasi menurun, saat seseorang tidak cukup tidur. Sehingga kulit menjadi seringkali kusut, dan tidak berseri.

  1. Stres

Stres meningkatkan kadar kortisol yang akan mengurangi kemampuan kulit untuk menahan kelembapan. Selain itu, tingginya kortisol juga meningkatkan jumlah sel-sel yang mati, lebih dari kemampuannya untuk memperbaiki. Ketidakseimbangan ini dapat menimbulkan gejala penuaan seperti keriput atau kerutan pada kulit.

Cara mencegah atau mempertahanakan agar kulit tidak cepat mengalami keriput.

  1. Lindungi kulit dari sinar matahari. Penggunaan tabir surya secara rutin penting untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari, baik dari potensi timbulnya keganasan pada kulit hingga penuaan pada kulit.
  2. Gunakan pelembab. Pelembab dapat menjaga kulit agar tidak terlalu banyak cairan tubuh yang menguap, menjaga agar kulit tidak terlalu kering, dan mencegah terjadinya infeksi akibat jaringan kulit yang rusak dan tidak rapat.
  3. Menghindari rokok dan polusi. Menghindari menjadi perokok aktif atau pasif perlu dilakukan untuk menjaga kulit dari penuaan. Penggunaan masker dapat menjadi alternatif apabila lingkungan sekitar didominasi oleh perokok ataupun polusi.
  4. Makan makanan sehat. Sayur dan buah-buah yang kaya air, mineral, dan vitamin baik untuk menutrisi kulit. Konsumsi jus tanpa susu dan gula atau salad buah tanpa mayonaise dan keju, dapat menjadi alternatif konsumsi sayur dan buah secara menyenangkan.
  5. Pastikan untuk cukup tidur yang selama 6 – 8 jam. Tidur dengan waktu yang cukup, akan memberikan waktu untuk kulit melakukan peremajaan kulit. Membiasakan membersihkan muka sebelum tidur sebaiknya juga dilakukan, agar proses peremajaan kulit dapat terjadi secara maksimal.
  6. Cobalah mencari cara untuk menghilangkan stres. Berjalan-jalan, menyisihkan waktu untuk sendiri, membaca buku, mendengarkan musik, hingga melakukan perawatan kulit seperti memakai masker atau melakukan facial dan spa, sebaiknya dilakukan secara berkala untuk menghilangkan stres agar kulit keriput dapat diperlambar. (LM/STE)

Referensi

University of Illinois-Chicago, S. (2018). Wrinkles: Causes, treatment, and prevention. Retrieved from https://medicalnewstoday.com/articles/174852.php

Wrinkles – Symptoms and causes. (2018). Retrieved from https://mayoclinic. org/diseases-conditions/wrinkles/symptoms-causes/syc-20354927


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store