KURKUMA UNTUK LIVER SEHAT

32

Siapa yang tidak mau sehat? Semua orang tentuingin sehat. Keinginan untuk sehat ini kemudian membawa banyak orang untuk mencoba mengkonsumsi berbagai suplemen yang berdar bebas di pasaran. Dengan banyaknya kasus obat palsu, obat kadaluarsa, serta obat tidak layak menyebabkan konsumsi suplemen harus dilakukan secara hati-hati dan dengan bijak. Jika menggunakan suplemen yang beredar di pasaran memberikan risiko, ada cara lain yang aman dan Anda dapat menjamin proses pembuatannya, yaitu dengan membuat sendiri suplemen yang anda minum. Artikel ini selanjutnya akan membahas mengenai satu suplemen yang sudah terbukti dapat memberikan efek positif pada liver, yaitu kurkuma.

Kurkuma adalah tanaman yang termasuk dalam tanaman rempah-rempah asli yang banyak tubuh di negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Vietnam. Tanaman ini masuk ke dalam family Zingiberacea, kelompok jahe-jahean. Hal yang menarik lain adalah, kurkuma sebenarnya adalah kata yang diambil dari bahasa Belanda. Tanaman ini dikenal sebagai Turmeric dalam bahasa Inggris, “kunir” dalam bahasa Jawa, “kunyit” dalam bahasa Indonesia dan Malaysia, “koneng” dalam bahasa Sunda, serta “konyet” dalam bahasa Madura.

Kurkuma atau kunyit telah diketahui secara luas memberikan efek protektif terhadap hati/liver. Salah satu penelitian yang paling sering dikutip mengenai hal ini adalah studi yang dilakukan di Swiss. Studi ini menggunakan tikus sebagai subyek penelitian. Tikus ini awalnya diinjeksi dengan larutan CCl4. Larutan ini bersifat toksik terhadap liver dan dapat menyebabkan kerusakan pada liver. Lima tikus yang menjadi subyek kemudian diperiksa kandungan SGOT dan SGPT. SGOT dan SGPT adalah pemeriksaan yang telah dikenal luas di dunia kedokteran sebagai variabel untuk memeriksa fungsi liver. Jika terdapat kerusakan pada liver, liver akan mengeleuarkan kedua zat ini. Setelah tikus diinjeksi dengan larutan CCl4 terdapat kenaikan pada SGOT dan SGPT. Setelah tujuh hari diberikan larutan CCl4, tikus kemudian diberikan ekstrak kurkuma sebanyak 50 mg per kg berat tikus. Kemudian setelah diberikan ekstrak kurkuma selama lima belas hari, level SGOT dan SGPT pada tikus diukur kembali. Hasilnya terdapat penurunan SGOT dan SGPT secara singifikan pada tikus. Selain membantu melindungi terdapat zat-zat toksik pada liver, juga memberikan sifat immunotherapy.

Untuk mendapatkan manfaat kurkuma, anda dapat membuat minuman ini di rumah. Caranya tidak susah,

  • Siapkan air dalam panic
  • Memarkan kunyit (dapat dicampur dengan jahe untuk rasa yang lebih enak) kemudian masukkan ke dalam panic
  • Tambahkan campuran gula pasir dan gula jawa
  • Rebus sampai mendidih
  • Matikan api dan saring hasil rebusan
  • Tambahkan madu ke dalamnya dan aduk rata
  • Sajikan di gelas, baik untuk dikonsumsi pagi dan sore hari.

(RPG)                            

(Sengupta, Sharma and Chakraborty, 2011)

Sumber

Sengupta, M., Sharma, G. D. and Chakraborty, B. (2011) ‘Hepatoprotective and immunomodulatory properties of aqueous extract of Curcuma longa in carbon tetra chloride intoxicated Swiss albino mice’, Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. Asian Pacific Tropical Biomedical Magazine, 1(3), pp. 193–199. doi: 10.1016/S2221-1691(11)60026-9.