Lama Duduk Saat Perjalanan, Waspada Deep Vein Thrombosis!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

139

Perjalanan jauh hingga waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari telah menjadi bagian dari aktivitas manusia di zaman modern ini. Perjalanan jauh ini sering dilakukan baik dalam rangka pekerjaan hingga liburan, baik menggunakan transportasi darat maupun transportasi laut dan udara.

Seringkali banyak masalah kesehatan yang timbul saat melakukan perjalanan jauh, mulai dari sekedar kelelahan, masalah pencernaan, hingga masalah serius seperti gangguan pembuluh darah yang disebut dengan Deep Vein Thrombosis.

Trombus vena dalam atau Deep Vein Thrombosis dalah suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di pembuluh darah vena. Pembuluh darah vena yang terkena biasanya terletak jauh di dalam otot kaki. Meski begitu, gumpalan ini juga bisa terjadi di area lainnya.

Gumpalan (trombus) menyebabkan aliran darah melambat sehingga menyebabkan daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan menyakitkan. Jika gumpalan bergerak ke paru-paru, maka emboli paru (vena di paru-paru tersumbat) dapat terjadi dan menimbulkan masalah pernapasan serius hingga kematian.

Deep Vein Thrombosis adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, penyakit ini lebih umum terjadi pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun. Selain itu, orang-orang yang secara fisik tidak aktif (malas gerak), ibu hamil, atau duduk lama dalam perjalanan jauh.

Tanda-tanda dan gejala-gejala muncul pada kaki dipengaruhi oleh gumpalan yang terdapat di dalam vena. Secara umum, tanda dan gejala Deep Vein Thrombosis adalah:

  • Pembengkakan kaki atau sepanjang vena di kaki
  • Nyeri di kaki, yang Anda rasakan hanya ketika berdiri atau berjalan
  • Peningkatan suhu di daerah kaki yang bengkak atau terasa sakit
  • Kemerahan atau berubahnya warna pada kulit kaki

Berbagai penyebab Deep Vein Thrombosis adalah:

  1. Rusaknya lapisan dalam pembuluh darah. Luka yang disebabkan oleh faktor fisik, kimia, atau faktor biologis tersebut termasuk operasi, luka serius, peradangan, dan reaksi imun
  2. Aliran darah lambat. Kurang beraktivitas dapat menyebabkan aliran darah lambat. Hal ini mungkin terjadi setelah operasi, jika Anda sakit dan harus berada di tempat tidur untuk waktu yang lama, atau jika Anda bepergian untuk waktu yang lama
  3. Darah Anda lebih kental atau lebih rentan untuk menggumpal dari biasanya.

Beberapa tips mengurangi risiko Deep Vein Thrombosis saat penerbangan jauh/lama

  • Mengubah posisi kaki, menggerakkan dan meregangkan kaki secara teratur saat duduk (minimal setiap 1 jam)
  • Jika kondisi memungkinkan, berdiri, dan berjalan sepanjang lorong atau pergi ke toilet
  • Hindari menyilangkan tungkai bawah pada pergelangan kaki atau lutut
  • Cukup minum (air, jus, susu), kurangi minuman beralkohol dan kafein
  • Gunakan pakaian yang nyaman (tidak ketat)
  • Bisa menggunakan stocking yang nyaman

Nah, Anda bisa mengikuti tips di atas jika bepergian jauh. Namun, bila Anda mengalami gejala yang mirip dengan Deep Vein Thrombosis maka segeralah mencari fasilitas kesehatan untuk diperiksa oleh dokter. (BR)

DAFTAR PUSTAKA

Kaushansky, K, MA Lichtman, E Beutler, TJ Kipps, U Seligsohn, JT. Prchal. 2010. Venous Thrombosis. Williams Hematology, 8th edition. China: The McGraw-Hill Companies, Inc. P. 2700 –  2720.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store