Laparoskopi, apakah itu?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

174

Dalam kedokteran bedah, dikenal istilah laparoskopi atau juga sering disebut bedah minimal invasif. Ahli bedah biasanya melakukan prosedur medis laparoskopi untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul. Tidak seperti teknik bedah pada umumnya, laparoskopi memiliki beberapa kelebihan yang menguntungkan pasien.

Hmm, tentu Anda penasaran kelebihan apa sajakah itu? Nah, pada artikel di bawah ini akan diuraikan secara jelas mengenai laparoskopi. Untuk itu disimak ya!

Apa itu Laparoskopi?

Laparoskopi, juga dikenal sebagai laparoskopi diagnostik, yaitu prosedur diagnostik bedah yang digunakan untuk memeriksa organ-organ di dalam perut. Prosedur ini berisiko rendah dalam hal ini minimal invasif yang hanya memerlukan sayatan kecil.

Dalam prosedur laparoskopi terdapat alat yang disebut laparoskop untuk melihat organ perut. Alat ini berupa tabung panjang dan tipis dengan cahaya intensitas tinggi dan kamera beresolusi tinggi di bagian depan yang dimasukkan melalui sayatan di dinding perut. Saat bergerak, kamera mengirim gambar ke monitor video.

Laparoskopi memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam tubuh secara real time, tanpa operasi terbuka. Sehingga dokter akan mampu melihat sejumlah kelainan seperti infeksi, benda asing, jaringan ganas, dan perlengketan. Selain itu, dokter juga dapat memperoleh sampel biopsi selama prosedur ini.

Mengapa dilakukan Laparoskopi?

Dokter akan merekomendasikan laparoskopi untuk memeriksa organ-organ berikut:

  1. Usus buntu
  2. Kantung empedu
  3. Hati
  4. Pankreas
  5. Usus kecil dan usus besar (usus besar)
  6. Limpa
  7. Perut
  8. Organ panggul atau reproduksi

Pemeriksaan organ-organ tersebut dengan laparoskop, dapat membantu dokter mendeteksi:

  1. Mencari penyebab rasa sakit
  2. Suatu massa perut atau tumor
  3. Cairan di rongga perut
  4. Penyakit hati
  5. Sejauh mana kanker tertentu telah berkembang
  6. Mengambil sampel jaringan
  7. Melakukan ligasi tuba (operasi pada tuba falopi).
  8. Mengeluarkan organ tubuh yang bermasalah
  9. Efektivitas pengobatan tertentu
  10. Selain itu, dokter mungkin dapat melakukan intervensi untuk mengobati kondisi anda segera setelah diagnosis.

Kelebihan Laparoskopi

  1. Berkurangnya rasa sakit daripada prosedur terbuka
  2. Sayatan kecil
  3. Risiko infeksi berkurang
  4. Keluar rumah sakit lebih cpat

Risiko Laparoskopi

Risiko paling umum yang terkait dengan laparoskopi adalah pendarahan, infeksi, dan kerusakan organ di perut, namun hal ini jarang terjadi. Setelah Anda melakukan laparoskopi, maka penting untuk memperhatikan tanda-tanda infeksi. Hubungi dokter jika anda mengalami:

  1. Demam
  2. Sakit perut yang memburuk atau parah dari waktu ke waktu
  3. Kemerahan, pembengkakan, perdarahan
  4. Mual atau muntah terus menerus
  5. Perdarahan vagina berat
  6. Perdarahan menstruasi yang berat atau pembekuan menstruasi
  7. Pingsan
  8. Batuk terus-menerus
  9. Sesak napas
  10. Ketidakmampuan untuk buang air kecil

Gejala-gejala ini dapat menunjukkan komplikasi yang terjadi sebagai akibat dari prosedur yang mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Laparoskopi

Sebelum melakukan laparoskopi, dokter akan bertanya seputar riwayat kesehatan dan memeriksa kondisi fisik pasien. Pasien dianjurkan untuk memberitahu dokter jika memiliki alergi obat-obatan, memiliki masalah perdarahan atau sedang hamil.

Perlu diketahui, laparoskopi tidak dianjurkan jika pasien menderita kanker atau hernia di bagian perut, atau pernah menjalani operasi di bagian tersebut, karena sangat berisiko. Olehnya, pasien wajib mengikuti instruksi yang diberikan dokter mengenai kapan harus melakukan puasa sebelum tindakan laparoskopi, serta jadwal konsumsi obat-obatan.

Pemulihan setelah Laparoskopi

Orang biasanya dapat melanjutkan aktivitas normal dalam 1 atau 2 hari setelah operasi. Namun, Anda tetap harus mendiskusikan batasan dan instruksi khusus dengan dokter anda. Ini mungkin termasuk menghindari olahraga berat selama beberapa minggu. (LM)

Referensi

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2018). What Is Laparoscopic Surgery?. Retrieved from https://webmd. com/digestive-disorders/laparoscopic-surgery#1

Laparoscopy: Purpose, Preparation, Procedure, and Recovery. (2018). Retrieved from https://healthline.com/health/laparoscopy

Stacy Sampson, D. (2018). Laparoscopy (pelvic): Uses, risks and benefits. Retrieved from https://medicalnewstoday.com/articles/308285.php


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store