Latihan Fisik Untuk Lansia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

153

Pada saat seseorang mulai memasuki kategori lanjut usia (lansia), latihan fisik sangatlah penting dan berguna dilakukan karena dapat menjaga kebugaran tubuh. Selain itu, latihan fisik juga dapat mencegah penyakit-penyakit yang muncul sejalan dengan proses penuaan.

Beberapa manfaat melakukan olahraga bagi lansia, antara lain:

  • Meningkatkan kekuatan otot jantung, memperkecil risiko serangan jantung
  • Melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh sehingga menurunkan tekanan darah dan menghindari penyakit hipertensi
  • Menurunkan kadar lemak dalam tubuh sehingga membantu mengurangi berat badan berlebih dan terhindar dari obesitas
  • Menguatkan otot-otot tubuh sehingga menjadi lentur dan terhindar dari penyakit rematik
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit
  • Mengurangi stres dan ketegangan pikiran

Sebelum melakukan latihan fisik, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan fisik
  • Pilihlah bentuk latihan fisik yang sesuai dengan kemampuan
  • Lakukan olahraga secara teratur setiap hari atau tiga kali seminggu
  • Hindarilah beban yang berat
  • Mulailah latihan secara perlahan lalu tingkatkan secara bertahap
  • Jangan memaksakan diri jika tidak mampu melakukannya

Berikut ini langkah-langkah latihan fisik yang dapat membantu menjaga kebugaran pada lansia:

  1. Gerakan berdiri dengan mengangkat 1 kaki

Posisi       : berdiri tegak dengan berpegangan pada kursi

Gerakan   : angkat satu tungkai sampai setinggi panggul (fleksi sendi panggul 900). Upayakan pegangan tidak terlalu kuat. Jika mungkin, angkat lutut lebih tinggi lagi. Pertahankan dalam lima hitungan.

  1. Gerakan berdiri dengan mengangkat 1 tungkai ke samping

Posisi       : berdiri tegak berpegangan pada kursi

Gerakan   : ayun satu tungkai kesamping dan pertahankan dalam lima hitungan. Lakukan  bergantian untuk tungkai kanan dan kiri.

  1. Gerakan berdiri dari posisi duduk ke posisi duduk kembali

Posisi       : duduk di kursi

Gerakan   : berdiri dari posisi duduk, tempatkan kedua kaki di depan kursi. Pindahkan titik berat tubuh ke depan kemudian berdiri. Apabila perlu gunakan pegangan kursi. Jika sudah mampu/kuat kurangi bantuan pegangan pada kursi. Setelah itu duduk kembali. Gerakan ini merupakan gerakan kunci agar lansia mandiri.

  1. Gerakan mengayun lengan

Posisi       : duduk tegak atau berdiri tegak

Gerakan   : ayun lengan ke depan dan ke belakang setinggi mungkin dan lepaskan dengan rileks. Gerakan ini dilakukan pada kedua lengan dengan arah berlawanan, seperti berlenggang saat berjalan.

  1. Gerakan leher

Posisi       : berdiri tegak atau duduk tegak, kepala lurus tapi tidak menunduk

Gerakan   : putar dagu ke arah bahu kiri, tegak, dan bahu ke kanan. Dekatkan telinga ke bahu kiri, tegak dan ke bahu kanan. Pegang dagu dengan tangan, perlahan dorong dagu kebelakang. Rotasi kepala ke belakang seperti gerakan melihat keatas.

  1. Gerakan berjalan

Berjalanlah sesuai dengan kemampuan. Jika hanya mampu 50 meter, mulai pada tingkat ini dan cobalah untuk meningkatkan jarak dan kecepatannya. Hindari berjalan yang terputus-putus. Jika mampu berjalan dengan jarak yang lebih jauh, lakukan peregangan sebelumnya. Jika sudah selesai, lakukan pendinginan dengan jalan perlahan-lahan sebagai peregangan. (REG)

Daftar Pustaka

  1. Pujiastuti, Surini S, Utomo B. Fisioterapi Pada Lansia. Jakarta: EGC

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store