Lemak Jenuh Ternyata Tidak Terlalu Buruk

93

Selama ini lemak jenuh dikenal sebagai “lemak jahat” karena efek yang ditimbulkannya terhadap jantung. Tetapi penelitian terbaru menimbulkan pertanyaan baru, benarkan lemak jenuh itu buruk? Ternyata tidak juga.

 

Suatu penemuan yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine telah memicu perdebatan baru mengenai lemak dan kesehatan jantung. Studi ini memicu adanya tinjauan ulang terhadap pedoman diet untuk jantung, sementara para ahli jantung lainnya, termasuk dari the American Heart Association menyatakan ketidaksetujuannya.

 

Satu hal yang tampaknya disetujui oleh semua ahli adalah lemak hanyalah salah satu faktor pemicu penyakit jantung, sehingga faktor penyebab lainnya juga harus mendapat perhatian serius. Para peneliti mempelajari 72 penelitian yang sudah dipublikasikan mengenai lemak dan penyakit jantung. Penelitian ini melibatkan 600.000 orang dari 18 negara. Beberapa orang memang sudah mengidap sakit jantung dan beberapa lagi tidak memiliki sakit jantung. Para peneliti mengadakan analisis ulang terhadap temuan-temuan sebelumnya dan melakukan pendekatan yang disebut meta-analisis.

 

Mereka mencari apakah perbedaan tipe lemak menimbulkan gangguan pada jantung atau tidak. Tipe lemak yang diteliti adalah:

•  Lemak jenuh (ditemukan pada daging, produk susu, makanan yang dipanggang)

•  Lemak tidak jenuh ganda seperti omega 3 dan omega 6 (ditemukan pada ikan, kacang, gandum dan minyak sayuran)

•  Lemak tidak jenuh tunggal (ditemukan di minyak zaitun dan minyak canola)

•  Lemak trans (ditemukan pada makanan yang digoreng dan dipanggang, minyak bekas pakai)

 

Kejutannya adalah lemak jenuh yang selama ini diketahui meningkatkan resiko penyakit jantung ternyata tidak memiliki efek tersebut. Begitu juga lemak tidak jenuh tunggal yang selama ini diperkirakan membantu kerja jantung. Hal ini dikatakan oleh peneliti Dariush Mozaffarian, MD, di the Harvard School of Public Health.

Jadi lemak apa yang mempunyai efek terhadap jantung? Sebagaimana telah diduga sebelumnya, Lemak trans diketahui dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik, dan dihubungkan dengan peningkatan resiko sakit jantung.

 

Apa yang dikatakan para ahli mengenai hasil penelitian tersebut?
Para peneliti menyarankan kepada lembaga-lembaga yang membuat acuan-acuan mengenai diet pada penyakit jantung agar melakukan tinjauan ulang. Seharusnya diet tersebut tidak hanya terpaku pada lemak di makanan, tetapi juga bagaimana makanan tersebut disajikan. Kita tidak dapat menilai sehat tidaknya makanan hanya dari berapa gram kandungan lemak jenuh didalamnya.

Berdasarkan analisis diatas, dr Mozaffarian dan teman-temannya mengatakan pedoman jantung sehat saat ini adalah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan omega 3 dan omega 6, juga hindari konsumsi lemak jenuh jika tidak diperlukan.

Sementara pihak dari the American Heart Association, acuan mengenai diet untuk jantung secara garis besar tetap sama yaitu diet kaya akan buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh, ikan, kacang-kacangan dan lemak tidak jenuh. Hanya kurang dari 6% lemak jenuh dan lemak trans yang diijinkan masuk ke dalam diet.

 

Jadi apakah landasan untuk melindungi jantung?
Untuk mendapatkan jantung yang sehat, Anda tetap harus memperhatikan diet Anda. contohnya daging dengan lemak rendah tetapi mengalami proses sebelumnya merupakan jenis makanan yang tidak sehat.
Memang penting melihat kandungan nutrisi tiap-tiap makanan. Tetapi lebih penting untuk melihat makanan sebagai satu kesatuan.

 

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk mendapat jantung yang sehat:
•  Olahraga secara teratur, paling tidak setengah jam dalam sehari
•  Pertahankan berat badan yang ideal
•  Konsultasikan dengan dokter Anda dan tanyakan apakah Anda memiliki resiko penyakit jantung. Ketahui juga tekanan darah dan tingkat kolesterol darah Anda.

 

 

Sumber: webmd