Leptospirosis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

228

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang jarang Anda dengar. Namun, penyakit ini bisa saja dapat kamu alami. Olehnya kamu perlu mengetahui apa sih leptospirosis ini. Nah, untuk penjelasan lengkap mengenai penyakit leptospirosis ada pada artikel di bawah ini.

Definisi Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang ditularkan melalui urin atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Bakteri ini dapat bertahan hidup dalam ginjal hewan yang terinfeksi. Infeksi ini dapat dibawa oleh hewan seperti anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan juga hewan ternak seperti sapi atau babi. Hewan-hewan ini tidak mengalami gejala apapun, tetapi mereka menjadi pembawa.

Bagaimana penyakit ini dapat terjadi pada manusia?

Leptospirosis dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi kencing hewan yang terinfeksi bakteri leptospira. Bakteri leptospira menyerang tubuh melalui luka di kulit  seperti goresan, luka terbuka, atau area kering.

Berikut beberapa pekerjaan yang berisiko mengalami penyakit leptospirosis yaitu:

  1. Petani
  2. Dokter hewan
  3. Pekerja bawah tanah (bekerja di saluran pembuangan atau tambang)
  4. Pekerja rumah jagal
  5. Personil militer
  6. Jika kamu sedang berenang, atau berkemah di dekat danau dan sungai yang terkontaminasi leptospira
  7. Penyakit leptospirosis ini banyak terjadi di daerah yang terkena banjir dan lebih sering ditemukan pada iklim hangat

Gejala Leptospirosis

Leptospirosis biasanya menunjukkan gejala secara mendadak dalam waktu 2 minggu, meskipun dalam beberapa kasus, gejala mungkin tidak muncul selama sebulan atau tidak sama sekali.

Ketika penyakit leptospirosis menyerang, ia menyerang dengan cepat. Kamu akan mengalami demam. Mungkin lonjakan hingga 40oC. Gejala khas lainnya termasuk:

  1. Sakit kepala
  2. Sakit otot
  3. Jaundice (menguningnya kulit dan mata)
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Meriang
  7. Sakit perut
  8. Konjungtivitis
  9. Diare
  10. Ruam kulit

Setelah gejala timbul, penderita leptospirosis biasanya akan pulih dalam waktu 1 minggu setelah sistem imun mengalahkan infeksi. Namun sebagian penderita akan mengalami tahap kedua penyakit leptospirosis yang dikenal sebagai penyakit Weil. Gejala penyakit Weil ini ditandai dengan dada terasa nyeri, serta kaki, dan tangan yang bengkak.

Selama terserang tahap kedua penyakit leptospirosis ini, bakteri dapat menyerang organ lain sehingga kondisi menjadi lebih parah. Keadaan tersebut ditunjukkan dengan:

  1. Pneumonitis (infeksi pada paru-paru)
  2. Gagal ginjal
  3. Meningitis (infeksi pada selaput otak)
  4. Syok septik
  5. Penyakit kuning
  6. Aritmia jantung atau gagal jantung

Penyakit ini jika tidak diobati amkan tidak akan sembuh dalam beberapa bulan dan pasien akan mengalami komplikasi jangka panjang dengan angka kematian sekitar 1% – 5%.

Diagnosis Leptospirosis

Untuk pemeriksaan leptospirosis, dokter akan melakukan beberapa tes yaitu:

  1. Tes urin
  2. Tes darah
  3. Pemeriksaan fungsi ginjal
  4. Pemeriksaan fungsi hati
  5. Foto rontgen paru
  6. Tes DNA

Pengobatan Leptospirosis

Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik, antibiotik ini tentunya akan ditentukan oleh dokter. Antibiotik biasanya diberikan selama 1 minggu dan harus dikonsumsi hingga obat habis untuk memastikan infeksi sudah bersih.

Untuk menjaga sekaligus mengembalikan fungsi tubuh, maka diberikan penanganan tambahan seperti:

  1. Infus cairan, untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada penderita yang tidak bisa minum banyak air.
  2. Pemantauan terhadap kerja jantung.
  3. Pemakaian alat bantu pernapasan jika terjadi gangguan pernapasan pada penderita.
  4. Cuci darah untuk membantu fungsi ginjal.

Pencegahan Leptospirosis

Berikut beberapa pencegahan penyakit leptospirosis yang dapat dilakukan yaitu:

  1. Hindari air yang terkontaminasi. Pastikan kebersihan dari air yang akan diminum. Air asin umumnya aman.
  2. Jauhkan diri dari hewan yang terinfeksi, terutama tikus liar. Tikus dan hewan pengerat lainnya adalah pembawa utama bakteri. Hati-hati jika kamu harus menangani tikus liar atau bersentuhan dengan habitatnya.
  3. Sadarilah lingkungan yang kamu tempati terutama saat bepergian. Di negara-negara dengan sanitasi yang buruk, leptospirosis lebih umum dan mungkin sulit dihindari. Jadi, kenali gejalanya dan carilah pertolongan jika kamu sakit.
  4. Gunakan pakaian yang melindungi tubuh dari kontak langsung dengan hewan pembawa bakteri leptospira, serta bersihkan dan tutup luka dengan penutup tahan air agar tidak terpapar air yang terkontaminasi bakteri.
  5. Mandi secepatnya setelah berolahraga dalam air.
  6. Jaga kebersihan dan cuci tangan setelah melakukan kontak dengan hewan atau sebelum makan.
  7. Gunakan disinfektan.
  8. Vaksinasi hewan piaraan atau ternak agar terhindar dari leptospirosis. (LM/CM)

Referensi

  1. Charles Patrick Davis, P. (2018). Leptospirosis Symptoms, Diagnosis, Treatment & Vaccine. Retrieved from https://medicinenet.com/leptospirosis/article.htm# what_specialists_treat_leptospirosis
  2. Cold, F., Health, E., Disease, H., Management, P., Conditions, S., & Problems, S. et al. (2018). What Is Leptospirosis?. Retrieved from https://webmd.com/a-to-z-guides/what-is-leptospirosis#1

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store