Lupus

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

297

Lupus adalah penyakit autoimun sistemik kronis dimana terjadi ketika sistem pertahanan tubuh menyerang jaringan dan organ sendiri yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, nyeri, dan kerusakan. Lupus bisa sulit didiagnosis karena tanda dan gejalanya yng sering meniru penyakit lain. Tanda paling khas dari lupus yaitu ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu yang membentang di kedua pipi. Ini terjadi pada banyak penderita tetapi tidak semua kasus lupus.

Nah, tentunya kamu penasaran kan, apa saja gejala, perawatan dan pencegahan yang dapat kita dilakukan. Berikut penjelasan lengkapnya:

Gejala Lupus

Meskipun tidak ada dua kasus lupus yang persis sama, gejala dan tanda yang paling umum termasuk:

  1. Demam
  2. Kelelahan
  3. Pegal-pegal
  4. Nyeri sendi, kekakuan dan pembengkakam
  5. Ruam, termasuk ruam berbentuk kupu-kupu di wajah yang menutupi pipi dan jembatan hidung
  6. Lesi kulit yang muncul atau memburuk dengan paparan sinar matahari (fotosensitifitas)
  7. Jari dan jari kaki yang berubah menjadi putih atau biru ketika terkena dingin atau selama periode stres (fenomena Raynaud)
  8. Sesak napas
  9. Mata kering dalam jangka waktu yang lama
  10. Sakit dada
  11. Sakit kepala
  12. Kebingungan
  13. Hilang ingatan
  14. Bahkan beberapa penderita lupus mengalami pembengkakan ginjal (nefritis), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan adanya darah pada urin.

Penyebab Lupus

Penyebab lupus tidak diketahui secara pasti. Namun penyakit ini terjadi mungkin karena kombinasi dari banyak faktor yang mendasarinya, ini termasuk:

  1. Lingkungan: pemicu potensial seperti merokok, stres, dan paparan racun seperti debu silika sebagai penyebab lupus
  2. Paparan sinar matahari
  3. Memiliki riwayat keluarga lupus
  4. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar hormon yang abnormal, seperti peningkatan kadar estrogen, dapat berkontribusi pada lupus.
  5. Infeksi
  6. Penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu, seperti hydralazine (Apresoline), procainamide (Procanbid), dan quinidine, telah dikaitkan dengan menyebabkan bentuk lupus yang dikenal sebagai lupus eritematosus yang diinduksi oleh obat.

Faktor Risiko Lupus

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko lupus yaitu:

  1. Jenis kelamin. Lupus lebih sering terjadi pada wanita.
  2. Meskipun lupus mempengaruhi orang-orang dari segala usia, itu paling sering didiagnosis antara usia 15 dan 45.
  3. Lupus lebih umum di Afrika-Amerika, Hispanik dan Asia-Amerika.
  4. Memiliki riwayat keluarga lupus

Komplikasi Lupus

Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi banyak area tubuh, sehingga dapat menyebabkan komplikasi yaitu:

  1. Kerusakan ginjal yang serius
  2. Stroke atau kejang
  3. Masalah penglohatan
  4. Anemia
  5. Radang pembuluh darah (vasculitis)
  6. Peradangan pada lapisan rongga dada (pleuritis)
  7. Risiko penyakit kardovaskular
  8. Kanker
  9. Komplikasi kehamilan
  10. Kematian jaringan tulang (avascular necrosis)

Pengobatan Lupus

Meskipun tidak ada obat untuk lupus saat ini, namun terdapat obat-obatan yang dapat mengendalikan gejala dari lupus. Nah berikut obat-obatan yang paling umum digunakan untuk mengendalikan lupus yaitu:

  1. Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)
  2. Obat antimalaria
  3. DHEA, hormon pria yang dapat mengurangi beberapa efek lupus, seperti rambut rontok
  4. Kortikosteroid
  5. Obat imunosupresif

Dokter juga akan merekomendasikan perubahan gaya hidup, seperti menghindari paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, dan konsumsi suplemen setiap hari. Contohnya, minyak ikan, dan vitamin D.

Pencegahan Lupus

Perlu diketahui, sebagian besar jenis penyakit lupus ini tidak dapat dicegah, kecuali untuk obat yang diketahui dapat memicu atau menyebabkan penyakit lupus. Namun ada beberapa tips sederhana dapat membantu, yaitu:

  1. Menghindari sinar matahari langsung: Kelebihan paparan sinar matahari dapat menyebabkan ruam terkait lupus. Seseorang harus selalu memakai tabir surya saat pergi keluar rumah dan menghindari sinar matahari langsung ketika sinar matahari paling banyak di atas kepala, yang biasanya antara pukul 10 pagi dan 4 sore.
  2. Berlatih teknik manajemen stres, termasuk meditasi, yoga, atau pijat yang dapat membantu seseorang menghilangkan stres.
  3. Berlatih teknik pencegahan infeksi, termasuk sering mencuci tangan dan menghindari berada di sekitar mereka dengan pilek dan penyakit lainnya.
  4. Banyak istirahat. Istirahat sangat penting untuk membantu penyembuhan tubuh seseorang.
  5. Sering berolahraga
  6. Makan makanan yang sehat
  7. Jangan merokok
  8. Konsumsi suplemen berupa vitamin dan kalsium (LM/CM)

Referensi

  1. Lupus: Causes, Types, and Symptoms. (2018). Retrieved from https://healthline. com/health/lupus
  2. Lupus – Symptoms and causes. (2018). Retrieved from https://mayoclinic.org/ diseases-conditions/lupus/symptoms-causes/syc-20365789

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store