Makan Makanan Panas, Sehatkah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

108

Makanan yang baru matang dengan uap mengepul dan wangi rempah atau bumbu di dalamnya terdengar sangat menggoda. Bahkan membayangkannya saja, bisa membuat air liur kita diproduksi lebih banyak daripada seharunya. Tentu sangat nikmat menyantap makanan yang masih hangat, terlebih bila cuaca sedang dingin. Namun, bagaimanakah sebenarnya pengaruh suhu makanan pada kesehatan kita? Mari simak artikel berikut!

Jaman sekarang, manusia terbiasa mengolah bahan makanannya terlebih dahulu sebelum disantap. Baik dengan mengukus, menggoreng, membakar, maupun merebus bahan makanan tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan masyarakat yang meningkat, bahwa mengonsumsi bahan makanan yang belum matang dapat menyebabkan keracunan dan terserang berbagai kuman penyakit yang menempel pada bahan makanan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa suhu ternyata dapat berpengaruh pada kandungan nutrisi makanan?

Suhu dan kandungan nutrisi makanan.

Dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK menyatakan bahwa kandungan gula pada nasi yang dingin lebih rendah daripada nasi yang dimakan saat hangat. Hal ini terjadi karena nasi yang dibiarkan dingin pada suhu ruangan mengalami penguapan yang menyebabkan indeks glikemik atau kandungan gula didalamnya ikut menguap.

Selain itu, sayur yang dikonsumsi saat masih hangat juga diketahui dapat memperbaiki sistem pencernaan. Hal ini terjadi karena suhu hangat dari sayur dapat meransang saraf pada usus untuk melakukan gerak peristaltik (gerakan usus saat mencerna) dengan lebih optimal. Akan tetapi, memotong sayuran terlebih dahulu dan memasaknya pada suhu tinggi dapat menyebabkan nutrisi dari sayuran tersebut hilang dan menguap bersama panas. Untuk mencegahnya, Anda dapat memasak sayur tanpa memotongnya terlebih dahulu dan baru memotongnya saat akan memakannya dalam suhu yang hangat.

Sebagai contoh, bila Anda memasak sayur bayam, cuci bersih sayur bayam yang akan Anda masak tanpa memotongnya terlebih dahulu (biarkan utuh). Kemudian masak sayur bayam bersama dengan bumbu – bumbu dan bahan lain yang Anda inginkan. Setelah matang, biarkan suhunya sedikit turun, lalu sebelum Anda menyantapnya, Anda dapat memotong sayur tersebut menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, dan menghidangkannya.

Berbeda dengan sereal, sereal yang disajikan panas atau dingin tidak memiliki perbedaan nutrisi. Sereal memiliki lapisan gula yang dapat melindungi nutrisi didalamnya untuk hilang apabila disajikan dalam kondisi panas ataupun dingin. Namun bila Anda ingin mengurangi berat badan Anda, Anda sebaiknya mengonsumsi sereal yang rendah gula, tinggi serat, dan sajikan saat hangat, karena suhu hangat dapat melancarkan pencernaan dan metabolisme, sehingga berat badan dapat turun atau terjaga stabil.

Suhu dan air mineral

Mengonsumsi air mineral dingin memang terasa lebih menyegarkan. Terlebih air dingin lebih mudah diserap dan lebih cepat mengatasi dehidrasi atau kondisi kekurangan cairan dalam tubuh. Selain itu, air dingin juga dipercaya dapat menurunkan berat badan karena air mengonsumsi air dingin dapat membantu pembakaran kalori lebih banyak akibat kebutuhan tubuh untuk menyesuaikan atau meningkatkan suhu tubuh setelah mengonsumsi air dingin.

Meski air dingin memiliki berbagai manfaat, namun ternyata konsumsi air dingin berlebihan juga tidak baik. Air dingin yang dikonsumsi setelah makan dapat memadatkan atau membekukan makanan yang belum dicerna di dalam saluran pencernaan. Oleh sebab itu, beberapa pakar menganjurkan agar kita mengonsumsi air hangat setelah makan, karena air hangat dapat membantu memperlancar dan membersihkan racun dalam saluran pencernaan.

Suhu dan rasa

Selain berpengaruh pada kandungan nutrisi dan proses mencerna makanan, suhu ternyata juga memiliki pengaruh pada rasa makanan. Penelitian dari University of Leuven di Belgia menemukan bahwa persepsi pada rasa akan menurun apabila suhu makanan meningkat lebih dari 35oC. Bahkan makanan yang dikonsumsi saat masih panas dapat menyebabkan kerusakan pada indra pengecap yang ada pada lidah.

Saraf pada indra pengecap dapat terbakar akibat suhu yang terlalu tinggi dan kerusakan tersebut akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dapat kembali normal. Bila dibiarkan terus menerus atau bila kerusakan ini terjadi berulang, risiko terkena kanker lidah akan meningkat daripada mereka yang membiasakan untuk tidak memakan makanan saat masih panas.

Tidak hanya itu, penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Sensory Studies menemukan bahwa rasa asam pada keju akan semakin terasa seiring dengan peningkatan suhu. Es krim juga memiliki rasa yang lebih manis saat sudah meleleh jika dibandingkan dengan saat masih beku. Sedangkan daging memiliki rasa yang lebih gurih saat dingin daripada saat panas.

Meniup makanan untuk mempercepat makanan panas menjadi lebih dingin juga tidak dianjurkan, karena meniup makanan dapat menyebabkan bakteri dan kuman pada rongga mulut dan sekitar kita berpindah dan menempel padan makanan. Dengan suhu panas yang dapat merusak lapisan saluran pencernaan, kuman dapat lebih mudah menempel dan menyebabkan penyakit.

Menyajikan makanan saat masih panas memang bisa menggugah selera, namun alangkah baiknya bila kita menunggu hingga suhu panas telah turun. Dengan demikian, kita tidak akan merusak indra pengecap, terhindar dari berbagai risiko penyakit, memberikan rasa yang terbaik, dan kandungan nutrisi optimal dari makanan tersebut. Selamat makan! (STE)

Referensi:

Dokter Sehat. 2018. Mana yang lebih baik, nasi dingin atau nasi panas?. Jakarta: Dokter Sehat. Accessed at 02 November 2018 <https://doktersehat.com/mana-yang-lebih-baik-nasi-dingin-atau-nasi-panas/>

Smith, Megan. 2017. Are there nutritional differences in hot & cold food?. California: Livestrong.com. Accessed at 02 November 2018 <https://www.livestrong.com/article/546651-nutritional-differences-in-hot-cold-food/>

The Guardian. 2018. Hot or not? How serving temperature affects the way food tastes. London: Support The Guardian. Accessed at 02 November 2018 <https://www.theguardian.com/lifeandstyle/wordofmouth/2013/sep/17/serving-temperature-affects-taste-food>


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store