Makanan Segar vs Makanan Kaleng

256

Dengan jadwal yang padat dan rutinitas yang menyibukkan, mengambil makanan kaleng di supermarket merupakan solusi yang mudah dan tampaknya sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar kita. Apa yang terjadi dengan kebiasan berbelanja di pasar tradisional pada hari Minggu untuk mencari bahan makanan segar? Sudah waktunya kita kembali mengkonsumsi makanan segar agar tubuh lebih sehat.

Berikut adalah 5 alasan mengapa makanan kaleng tidak sebaik makanan segar.
1.  Jumlah nutrisi berkurang
Banyak hal yang mempengaruhi kadar nutrisi dalam makanan dan proses pengalengan termasuk salah satunya. Bukan kejutan lagi tentunya. Makanan di dalam kaleng tentu sudah melewati berbagai proses pemanasan dan proses pemanasan ini akan merusak sejumlah nutrisi didalamnya. Jika Anda tidak tahu, vitamin B dan C adalah jenis vitamin yang larut dalam air dan banyak buah-buahan kaleng mengemas buah didalam air. Contoh lain, tuna kaleng yang termasuk makanan mengandung lemak ikan yang baik, tetapi saat dikemas dalam kaleng, semua minyak ikan didalamnya akan dibuang, dengan demikian sudah hilang kandungan omega 3 didalam tuna tersebut.

2.  Rasa makanan
Anda tidak harus menjadi juru masak kelas dunia untuk mengetahui hal ini. Cita rasa yang Anda dapatkan dari makanan segar dan fresh tentu tidak dapat dibandingkan dengan makanan kalengan. Para juru masak dunia tentu memiliki alasan tersendiri mengapa mereka menolak menggunakan makanan kaleng. Bayangkan Anda mengiris dada ayam dan merendamnya semalaman dengan berbagai bumbu dan rempah. Dapatkah Anda menggantinya dengan makanan kaleng? Tentu saja tidak.

3.  Makanan kaleng dan hubungannya denga botulismus
Apakah Anda tahu bahwa para peneliti menghubungkan makanan kaleng dengan botulismus? Botulismus adalah suatu keadaan kelemahan tubuh yang disebabkan toksin. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah salah satu keluarga Anda terkena botulismus karena pilihan makanan Anda bukan? Oleh karena itu berhati-hatilah memilih makanan kaleng, bahkan sebaiknya jauhilah makanan kaleng terlebih yang sudah menggembung dan berubah bau.

4.  Masalah dengan makanan yang dikeringkan
Biasanya makan keleng melewati proses pengeringan sebelum dikalengkan. Proses ini tidak hanya merusak kandungan vitamin C tetapi juga sejumlah serat didalamnya. Dan jika ini belum lebih buruk, makanan yang dikeringkan akan membuat kandungan kalori semakin padat, yang sama artinya dengan peningkatan berat badan.

5.  Apa yang ada didalam kemasan?
Apakah Anda yakin terhadap isi dari makanan yang tertulis di kemasan? Ya Anda memang bisa membaca bahan-bahan makanan di kemasannya, tetapi bagaimana denga proses produksinya? Bagaimana jika bahan-bahan tersebut tidak diproses dengan baik dan layak? Bagaimana jika terkontaminasi? Begitu banyak pertanyaan yang timbul. Lain hal dengan sayuran, buah-buahan, ikan dan daging segar, apa yang Anda lihat itu yang Anda dapatkan.

Sumber: magforwomen