MAKANAN TAMBAHAN: HOME-MADE VS. COMMERCIAL

35

WHO merekomendasikan bahwa bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan kehidupan sebelum pengenalan makanan pendamping. ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi karena kandungan yang unik dan lengkap pada ASI. Namun, pada usia tertentu ASI menyebabkan kekurangan beberapa nutrisi seperti zat besi, seng, vitamin K dan vitamin D. Setelah 6 bulan bayi cukup bulan membutuhkan sumber zat besi lain untuk menghindari kekurangan zat besi karena kandungan besi yang rendah dalam ASI, sehingga diperlukannya makanan tambahan. Selain itu bayi pada usia 6 bulan juga dinilai sudah mampu untuk memulai mengonsumsi makanan tambahan.

Beberapa alasan mengapa MP ASI diberikan mulai 6 bulan:

  • Kematangan saluran cerna bayi umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan.
  • Hilangnya refleks menjulurkan lidah pada usia 4-6 bulan.
  • Kematangan mekanisme menelan.
  • Kemampuan bayi untuk duduk.
  • Pertumbuhan gigi geligi
  • Kemampuan bayi untuk meniru pengasuhnya

Makanan pendamping artinya memberikan makanan tambahan selain ASI. Selama periode pemberian MPASI ini, bayi secara bertahap belajar makan dari makanan cair menjadi makanan keluarga. Pada akhir masa pemberian MPASI ini (sekitar usia 2 tahun), ASI seluruhnya akan digantikan dengan makanan keluarga. Ada dua jenis makanan pendamping, yaitu makanan yang dibuat secara khusus di rumah atau makanan instant (commercial) khusus bayi  yang dibuat massal. Mana yang lebih baik?

Makanan pendamping instant (commercial)

Dahulu, WHO dan UNICEF lebih menekankan pemberian MPASI yang dibuat sendiri di rumah daripada makanan instant yang diproduksi massal. Namun setelah dilakukan banyak penelitian klinis, ternyata banyak bayi  tidak memperoleh zat nutrient yang adekuat sesuai dengan yang seharusnya didapatkan bayi.  Untuk itu WHO/UNICEF mengeluarkan Global Strategy for Infant and Young Child Feeding dan mengumumkan bahwa makanan tambahan yang diproses oleh industri makanan dapat digunakan sebagai pilihan para ibu dalam memberikan makanan tambahan yang mudah disiapkan dan aman. Makanan tersebut sudah diperkaya dengan tambahan suplemen yang menjamin kecukupan mikronutrien bayi.  Pembuatan makanan diatur oleh  The Codex Alimentarius Commission, yaitu lembaga yang dibuat oleh FAO dan WHO (1963) yang mengatur standar pembuatan makanan dan menjamin keamanan termasuk cara membuat, promosi dan transportasi dan dilindungi oleh pemerintah Internasional. The Codex Alimentarius mengatur bahwa makanan bayi yang diproduksi massal tidak boleh menggunakan pengawet dan zat aditif yang berbahaya. Yang perlu diperhatikan saat membeli adalah tanggal kadaluarsa yang masih jauh, kemasan masih tersegel, warna dan bentuk makanan tidak berubah atau menggumpal.

Makanan pendamping ASI buatan sendiri

Hal yang sering terjadi dalam pembuatan MPASI di rumah, pemenuhan zat mikronutrien sebagian besar hanya dipenuhi dari sayuran, buah dan umbi-umbian. Bahan makanan yang berasal dari hewan hanya sedikit diberikan sehingga secara umum pemenuhan zat besi, zink dan calcium tidak bisa memenuhi kesenjangan nutrisi antara ASI dan kebutuhan total bayi. Pada tahun 1998 WHO/UNICEF bersama peneliti Gibson dkk mengevaluasi pemberian MPASI di negara berkembang dan tidak satu pun dari negara-negara tersebut mencapai kadar zat besi yang diinginkan dan hanya sebagian kecil yang memenuhi kebutuhan calcium dan zink. Jadi bagaimana caranya membuat MPASI yang baik? Kuncinya dalam membuat MPASI di rumah adalah, makanan tersebut harus mengandung mikronutrien zat besi, zink, calcium, tiamin, asam folat, vitamin C, vitamin A dan lemak.

Baik home-made (buatan sendiri) ataupun komersial (instan) sama-sama diterima untuk menjadi makanan tambahan, baik makanan tambahan buatan sendiri dan instan memiliki kelebihan masing-masing. Dimana komersial terfortifikasi dapat memenuhi kebutuhan mikronutrien sedangkan buatan sendiri lebih beragam bentuk dan jenis makanannya. Yang perlu diketahui jika memilih untuk makanan tambahan buatan sendiri, perlu diperhatikan kandungan-kandungan zat tambahan sehingga anak tidak mengalami kekurangan zat mikronutrien seperti zat besi yang dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Sedangkan jika memilih makanan tambahan instan perlu diperhatikan anak juga penting untuk dikenalkan dengan keberagaman makanan.(KEZ)

Sumber :

  • ACOG and AAP (2014) ‘Breastfeeding Handbook for Physicians’, in New York. 2nd Editio. New York: AAP and ACOG, pp. 260–261.
  • Fahmida, U. and Santika, O. (2016) ‘Development of complementary feeding recommendations for 12–23-month-old children from low and middle socio-economic status in West Java, Indonesia: contribution of fortified foods towards meeting the nutrient requirement’, British Journal of Nutrition, 116(S1), pp. S8–S15. doi: 10.1017/S0007114516002063.
  • UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik (2015) Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi, Badan Penerbit IDAI.