Malaria; Penyakit Infeksi Tropis Yang Berbahaya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikas

574

Penyakit Malaria tentu tidak asing di telinga kita. Akan tetapi, bagaimana penyakit ini berbahaya dan cara pencegahannya mungkin belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Malaria adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit Plasmodium. Infeksi malaria bisa terjadi hanya dengan satu gigitan nyamuk. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan darah penderita. Janin di dalam kandungan juga bisa terinfeksi malaria karena tertular dari darah sang ibu.

Bagaimana gejala Malaria?

Gejala Malaria mirip dengan gejala flu biasa seperti demam, menggigil, nyeri otot persendian, dan sakit kepala. Beberapa pasien dapat mengalami mual, muntah, batuk dan diare. Gejala yang paling khas adalah adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi berulang-ulang. Pengulangannya bisa berlangsung tiap hari, dua hari sekali, atau tiga hari sekali tergantung jenis parasit malaria yang menginfeksi. Gejala lain yang dapat terjadi adalah warna kuning pada kulit akibat rusaknya sel darah merah dan sel hati.

Ada 5 spesies parasit yang dapat menginfeksi manusia, 2 diantaranya dianggap paling berbahaya. Parasit pertama adalah Plasmodium falciparum, parasit ini adalah penyebab Malaria dengan angka kematian terbayak. P. falciparum bermultiplikasi dengan sangat cepat, menyebabkan severe erythrocyte damage dan clogged blood vessels. Parasit selanjutnya adalah Plasmodium vivax, parasit ini dapat tinggal di dalam darah selama berbulan-bulan pasca gigitan dalam keadaan tidur panjang (dormant) tanpa meberikan gejala klinis pada penderitanya, infeksi dapat saja meningkat secara tiba-tiba dalam hitungan bulan hingga tahun pasca gigitan.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terkenanya penyakit Malaria, misalnya:

  1. Tinggal atau mengunjungi daerah tropis di mana penyakit malaria umum terjadi, seperti Negara-negara Afrika, kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Haiti.
  2. Usia lebih muda, terutama anak-anak dan bayi
  3. Kurangnya pengetahuan
  4. Kurangnya atau tidak adanya layanan kesehatan

Prevalensi penyakit ini di Indonesia telah mengalami penurunan yang cukup signifikan meskipun masih belum bebas sepenuhnya terutama di Indonesia bagian timur. Wilayah seperti Papua, NTT, Maluku dan Bengkulu merupakan penyumbang terbanyak angka kejadian malaria di Indonesia.

Dapatkah malaria dicegah?

Pada dasarnya malaria bisa dihindari. Untuk mencegah penularan malaria, pemerintah Indonesia telah menjalankan berbagai program, misalnya tes darah masal dan memberikan obat antimalaria secara gratis di daerah endemik malaria seperti di wilayah pedesaan di Papua dan Nusa Tenggara.

Menghindari diri dari gigitan nyamuk adalah cara yang paling penting untuk mencegah penularan malaria. Anda bisa menggunakan kelambu untuk menutupi ranjang saat  tidur, menyingkirkan genangan air di sekitar rumah, memakai lotion anti nyamuk danmenggunakan pakaian atau selimut yang menutupi kulit tubuh. Hubungi dokter jika Anda mengalami demam tinggi setelah menjelajahi daerah dengan risiko malaria yang tinggi. Jika Anda memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi dengan dokter tentang malaria, jangan lupa gunakan aplikasi Pakdok. (EDA/CM)

Sumber :

  1. Samiadi LA. Malaria. https://hellosehat.com/penyakit/malaria/
  2. https://medlineplus.gov/malaria.html
  3. https://www.alodokter.com/malaria

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store