MANFAAT MINUMAN ISOTONIK SAAT BEROLAHRAGA

17

Saat berolahraga dengan intensitas yang cukup berat, cairan elektrolit tubuh dapat berkurang. Air mineral umumnya dikonsumsi untuk mengganti cairan tubuh yang keluar saat berolahraga. Akan tetapi untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh setelah berolahraga, minuman isotonik dapat menjadi pilihan.

Minuman isotonik dikembangkan untuk menggantikan cairan elektrolit dan energi yang hilang selama beraktivitas. Minuman ini biasanya mengandung mineral, kalsium, magnesium, klorida, natrium, kalium, dan karbohidrat (gula) yang menjadi sumber energi.

Minuman isotonik merupakan salah satu jenis minuman pilihan yang dikonsumsi setelah berolahraga. Minuman ini memiliki konsentrasi gula dan garam yang serupa dengan cairan dalam tubuh, sehingga mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cepat. Selain itu, minuman isotonik juga memiliki efek perlindungan dan mengurangi kerusakan otot yang terjadi saat berolahraga atau beraktivitas berat. Dengan menjaga keseimbangan cairan elektrolit tubuh, minuman isotonik dapat mencegah kerusakan otot, dan meningkatkan stabilitas sel-sel otot.

Sebelum Anda memulai olahraga ringan, seperti berjalan, berlari, maupun bersepeda, sebaiknya minum sekitar dua gelas saat dua jam sebelum memulai olahraga. Hal ini untuk memastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik saat berolahraga nanti. Kemudian selama beraktivitas atau berolahraga, Anda bisa minum setiap 15-20 menit untuk menjaga otot terhidrasi dengan baik. Jika Anda merencanakan berjalan-jalan atau berolahraga di gym, maka bisa persiapkan botol air sekitar 600 ml untuk memenuhi kecukupan cairan sampai selesai berolahraga.

Dalam memilih mengonsumsi air mineral atau minuman isotonik, keduanya sama-sama memiliki manfaatnya yang baik sebagai pengganti cairan yang keluar. Hanya saja, sebagian besar minuman olahraga mengandung gula dalam kadar tinggi dan juga mengandung bahan pengawet, jadi sebaiknya hindari terlalu berlebihan dalam mengonsumsi minuman isotonik. Bahkan, sebenarnya panduan minuman isotonik hanya dibutuhkan bila Anda berolahraga dengan intensitas sedang dan berat dalam kurun waktu 1 jam. 

Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa mengonsumsi minuman isotonik untuk anak-anak tidak disarankan. Karena pada dasarnya minuman-minuman ini tidak cocok untuk metabolisme tubuh mereka. Bila perlu, konsultasikanlah kebutuhan mengonsumsi minuman isotonik pada dokter gizi untuk menyesuaikan dengan kondisi fisik Anda.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  • Minuman isotonik populer di kalangan atlet, tetapi manfaatnya masih diperdebatkan apakah minuman itu lebih baik dari air biasa.
  • Komponen utama minuman isotonik adalah air, karbohidrat, dan elektrolit.
  • Penelitian mendukung manfaatnya pada atlet dan mereka yang melakukan latihan panjang atau intens. Jumlah yang disarankan bervariasi berdasarkan jenis latihan. Namun, sebagian besar individu aktif tidak berolahraga cukup intens atau cukup lama untuk membutuhkan minuman isotonik.
  • Selain itu, banyak minuman dapat memberikan manfaat bagi tubuh Anda sama efektifnya dengan minuman isotonik, termasuk air putih.
  • Secara keseluruhan, minuman isotonic dapat memberi manfaat bagi individu dan atlet yang sangat aktif, tetapi mereka tidak diperlukan bagi kebanyakan orang. (RD/PAY)

Referensi:

Gavin M. Sports and energy drinks. Kids Health. 2014

Mayo Clinic. Sports drinks: Better than water. 2016

Healthline. Should You Drink Sports Drink Instead of Water? 2018