Manfaat Olahraga Pada Penderita Gagal Ginjal

253

Sebuah penelitian menemukan bahwa berolahraga 3 kali seminggu dapat membantu memperlambat penurunan fungsi ginjal dan meningkatkan kesehatan jantung Anda.

Seorang penderita gagal ginjal kronik biasanya mengalami penurunan fungsi ginjal secara perlahan tetapi pasti, yang membuat berbagai zat sisa tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh dan menumpuk di dalam darah.

Gagal ginjal kronik ini biasanya terjadi pada seorang penderita diabetes atau tekanan darah tinggi kronik, yang menyebabkan terjadinya kerusakan ginjal. Jika kerusakan ginjal sangat parah, maka penderita pun mungkin membutuhkan tindakan dialisis atau transplantasi ginjal.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan gagal ginjal kronik dan sebagian besar pengobatan yang ada sekarang ini bertujuan untuk memperlambat penurunan fungsi ginjal. Pengobatan gagal ginjal kronik biasanya difokuskan pada gangguan kesehatan penyebab terjadinya kerusakan ginjal serta perubahan gaya hidup penderita.

Berbagai penelitian sebelumnya menemukan bahwa berolahraga secara teratur mungkin dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal. Selain itu, berolahraga secara teratur juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan jantung.

Pada penelitian yang dilakukan di Inggris ini, para peneliti mengamati 20 orang penderita gagal ginjal stadium 3 atau 4. Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak dan meminta salah satu kelompok untuk mengikuti suatu program olahraga 3 kali seminggu selama 12 bulan, sedangkan kelompok kedua hanya diminta untuk melanjutkan tindakan pengobatannya yang biasa.

Pada akhir masa penelitian, para peneliti kemudian membandingkan penurunan fungsi ginjal pada kedua kelompok peserta penelitian tersebut dan mencari apakah ada perbedaan di antara keduanya yang mungkin dapat mempengaruhi kesehatan jantung mereka seperti berat badan dan keadaan pembuluh darah.

Setelah mengamati selama 12 bulan, para peneliti menemukan bahwa fungsi ginjal pada peserta penelitian kelompok pertama, yang diminta untuk berolahraga secara teratur, mengalami penurunan fungsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan peserta penelitian lainnya yang tidak berolahraga.

Selain itu, peserta penelitian yang berolahraga juga memiliki berat badan yang lebih rendah, yaitu kira-kira 6 kg lebih rendah dan memiliki pembuluh darah yang lebih sehat (lebih elastis, tidak terlalu kaku).

Akan tetapi, karena penelitian ini hanya mengamati sedikit orang, maka hasil penelitian ini tidak dapat diterapkan pada semua orang.

 

 

Sumber: webmd