Mata Lelah Karena Gadgets?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

102

Teknologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Gadgets seperti smartphones, laptop, dan tablet merupakan produk teknologi yang sangat membantu kita dalam komunikasi, pekerjaan, dan hiburan. Dalam suatu penelitian menunjukkan 65% orang menghabiskan 3-9 jam di depan layar gadgets. Selain itu, terdapat peningkatan pengguna internet menjadi sebesar 2,2 milyar dibandingkan hanya ada 3 juta pengguna pada tahun 1990 dan 60 juta anak menggunakan gadgets selama berjam-jam sehari.

Membaca pada gadgets berbeda dengan ketika kita membaca bacaan yang tercetak. Huruf pada gadgets tidak terlalu tajam, kontras antara huruf dan background kurang, dan layar yang silau menambah beban kerja mata. Reflek berkedip saat kita menatap layar gadgets akan berkurang hingga 50% sehingga menyebabkan mata kita cepat kering. Jarak dan sudut yang tidak benar juga akan menyebabkan mata kita cepat lelah ketika menatap layar gadgets. Mata akan bekerja lebih keras ketika kita melihat komputer atau layar digital lainnya. Pengguna gadgets dengan gangguan tajam penglihatan dan tidak memakai ukuran kacamata yang sesuai akan lebih mudah mengalami mata lelah.

Banyak pengguna gadgets mengalami rasa yang tidak nyaman pada mata dan gangguan penglihatan ketika menatap layar digital. Keluhan ini akan meningkat sebanding dengan frekuensi menatap layar. Gangguan penglihatan pada pengguna komputer, laptop, tablet, smartphones ini dikenal dengan nama mata lelah atau digital eye strain. Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Mata lelah
  • Sakit kepala
  • Mata kabur
  • Mata kering
  • Nyeri leher dan bahu

Gejala ini dapat disebabkan karena:

  • Kurang pencahayaan
  • Layar silau
  • Jarak melihat yang tidak benar
  • Kesalahan posisi duduk
  • Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi
  • Kombinasi dari faktor di atas

Gejala yang muncul biasanya sementara dan akan berkurang setelah menghentikan menggunakan gadgets. Tetapi pada beberapa orang gejala ini tetap muncul walaupun sudah menghentikan menggunakan gadgets. Jika hal ini tidak ditangani maka gejala yang muncul akan bertambah berat.

Beberapa faktor penting untuk mencegah atau mengurangi gejala mata lelah karena gadgets antara lain kondisi pencahayaan, kenyamanan kursi, lokasi posisi dokumen, posisi monitor, dan istirahat mata.

  • Posisi layar – Banyak orang nyaman menatap layar ke arah bawah. Posisi layar yang optimal adalah sudut penglihaan sekitar 15-20 derajat dan jarak layar 40-75 cm.
  • Posisi dokumen – Jika ada dokumen yang kita gunakan maka sebaiknya diletakkan di atas keyboard atau bisa menggunakan document holder. Tujuannya adalah agar anda tidak perlu banyak menggerakkan kepala untuk melihat dokumen dan layar.
  • Pencahayaan – Hindari posisi layar yang menyebabkan silau, biasanya karena cahaya lampu yang berlebihan atau cahaya dari jendela. Ganti lampu meja dengan  yang lebih redup dan pasang tirai pada jendela.
  • Filter layar – Gunakan filter layar jika tidak bisa meminimalkan silau dari sumber cahaya. Filter layar ini dapat mengurangi cahaya yang terpantulkan dari layar.
  • Posisi duduk – Gunakan kursi yang nyaman. Tinggi kursi harus disesuaikan dengan kaki kita sehingga kaki kita dapat menapak lantai. Jika terdapat lengan kursi atur sehingga  dapat menyangga lengan anda ketika mengetik. Pergelangan tangan jangan bersandar pada keyboard ketika mengetik.
  • Istirahat – Untuk mencegah mata lelah, istirahatkan mata ketika menggunakan gadgets dalam waktu yang lama menggunakan aturan 20. Yaitu istirahatkan mata setiap 20 menit selama 20 detik dengan memandang objek lain sejauh 20 kaki atau 6 meter. Setiap penggunaan gadgets selama 2 jam harus diikuti istirahat mata selama 15 menit.
  • Berkedip – Untuk mengurangi terjadinya mata kering ketika menggunakan gadgets usahakan berkedip lebih sering. Berkedip menjaga permukaan mata kita tetap lembap.

Pemeriksaan mata secara rutin dan memperbaiki kebiasaan seperti di atas dapat mencegah atau mengurangi gejala mata lelah karena gadgets.(AJ)

Referensi:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store