Mata Minus Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

145

Menurut dr. Retno Sasanti Wulandari, SpM, dari RS Premier Bintaro, sebagian besar anak-anak yang mengalami rabun jauh adalah anak-anak yang sudah berada pada usia sekolah, walaupun ada pula yang sudah membutuh kacamata saat ia masih berusia kurang dari lima tahun. Anak-anak seringkali tidak sadar bahwa pandangannya buram, sehingga penanganan rabun jauh pada anak pun seringkali terlambat. Padahal, dengan penanganan dini, rabun jauh dapat dicegah untuk menjadi semakin parah.

Lalu bagaimana? Untuk informasi lebih lengkap, simak artikel berikut!

Mata minus atau rabun jauh pada anak-anak seringkali tidak disadari oleh anak-anak. Anda sebagai orang tua harus pintar-pintar mendeteksi gangguan ini pada anak. Sebagian orang tua menemukan anaknya mengalami rabun jauh setelah melihat prestasi anak yang menurun, akibat tidak dapat melihat papan dengan jelas. Selain itu, tidak jarang guru wali kelas anak-anak merupakan orang pertama yang menyadari bahwa seorang anak mengalami rabun jauh. Bila Anda mengalami kasus serupa, sebagai orang tua, sebaiknya Anda segera membawa anak Anda untuk melakukan pemeriksaan mata.

Pemeriksaan mata dilakukan dengan membaca snellen chart, yaitu papan khusus dengan ukuran huruf yang makin lama makin kecil. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan pemeriksaan ini, yaitu anak Anda harus bisa membaca. Apabila anak Anda belum bisa membaca, dokter akan menyiapkan jenis snellen chart khusus yang berisi gambar atau bentuk lebih mudah untuk mendeteksi rabun jauh.

Snellen chart memiliki ukuran atau batas tertentu yang dapat menentukan apakah seseorang memerlukan kacamata atau tidak. Snellen chart juga dapat menunjukkan ukuran kacamata yang dibutuhkan seseorang.

Gangguan refraksi pada anak-anak yang umum terjadi adalah rabun jauh. Namun, ada pula gangguan refraksi lain yang dapat dialami anak-anak, yaitu silinder atau kombinasi rabun jauh dan silinder. Ada pula beberapa kasus anak yang mengalami rabun dekat atau mata plus. Ini berbeda dari mata plus orang dewasa di atas usia 40 tahun yang terjadi karena proses penuaan. Mata plus pada anak-anak terkait dengan bentuk bola matanya yang belum berkembang dengan sempurna.

Bola mata normalnya berbentuk cenderung bulat. Jika bentuknya melonjong, maka terjadilah gangguan refraksi. Jika melonjongnya secara horisontal, maka akan menyebabkan mata minus. Sedangkan jika melonjongnya secara vertikal, akan menyebabkan mata plus. Tak perlu panik apabila pada pemeriksaan ditemukan gangguan refraksi pada anak Anda, karena seiring bertambahnya usia, bentuk mata dapat berkembang menjadi sempurna, dan kelainan refraksi mungkin saja terkoreksi. Meski tidak menutup kemungkinan gangguan refraksi ini menetap atau berubah, sesuai dengan gaya hidup masing-masing anak dalam menjaga kesehatan mata mereka. Hal penting yang harus dilakukan saat ditemukan gangguan refraksi pada mata anak Anda adalah segera mengoreksinya dengan bantuan kacamata. Koreksi dengan kacamata akan membantu anak Anda melihat dengan lebih baik dan mencegah agar gangguan refraksi tidak bertambah parah atau berubah menjadi komplikasi.

Jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan mata Anda dan anak Anda, serta cara untuk menjaga kesehatan tersebut. Semoga bermanfaat! (RH/STE)

Sumber:

  • Shabrina A. Yakin Mata Anda Minus? Coba Cek Ciri-cirinya di Sini. Available at : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/ciri-ciri-mata-minus/
  • Puji A. Bernarkah Sering Lepas Kacamata Bisa Menyembuhkan Mata Minus? Simak Kata Dokter. Available at : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/lepas-kacamata-menyembuhkan-mata-minus/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store