Meet Andropause: Menopause Para Pria

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

381

Kebanyakan orang pasti lebih sering mendengar istilah menopause dibanding andropause. Andropause adalah kondisi pria usia tengah baya yang mempunyai gejala-gejala dan keluhan yang mirip dengan menopause. Perbedaannya, pada menopause terdapat tanda-tanda yang pasti yaitu berakhirnya siklus menstruasi, sedangkan pria yang mengalami andropause tetap memiliki kemampuan menghasilkan sperma, hanya saja terjadi penurunan libido dan kemampuan dalam hal keintiman dengan pasangan.

Namun jangan cemas, dengan mengetahui dan paham akan kondisi ini, para pria dapat melakukan penanganan agar andropause tidak terjadi secara dini.

Sekilas tentang Andropause

Andropause menggambarkan kondisi yang berhubungan dengan penurunan kadar hormon testosteron pria yang dalam tahap lanjut akan memicu gangguan seksual, yakni ereksi pagi yang kurang, rendahnya gairah seks, dan disfungsi ereksi. Kadar testosteron tinggi pada pria saat pria berusia 20 tahun, dan kadar ini akan turun sebesar 14% per 10 tahun. Sehingga pada usia 30 tahun biasanya kadar testosteron mulai menurun dan pria mulai menimbulkan gejala-gejala andropause.

 Gejala Andropause?

Gejala andropause dibagi dalam 3 kategori yaitu perubahan fisik, mental, dan seksualitas.

  1. Perubahan fisik

Anda akan mendapati banyak rambut yang mulai rontok, berkurangnya masa otot dan perasaan cepat lelah, ukuran testis yang menurun, dpat pula terjadi ginekomastia atau pembesaran payudara, ukuran prostat membesar, perut mulai membuncit, serta terjadinya penurunan kepadatan tulang.

  1. Perubahan mental

Pada fase ini, pria akan lebih mudah merasa depresi atau kesedihan, motivasinya menurun, mood mudah berubah dan sensitive, menjadilebih tidak pe-de, sulit berkonsentrasi dan menjadi pelupa, dan yang terakhir timbul keluhan insomnia atau susah tidur.

  1. Perubahan Seksualitas

Dorongan seks dan gairah seksual menjadi menurun, demikian pula dengan sensitivitas organ seksual. Banyak pasien yang mengeluhkan Disfungsi ereksi pada tahap ini.

Apakah pria yang mengalami andropause, masih mungkin untuk memiliki anak?

Kadar hormon testosterone yang menurun secara otomatis akan mengakibatkan kadar sperma turun, sehingga kemungkinan untuk memiliki anak juga terpengaruh.

Bagaimana dengan statement bahwa pria berusia 40 tahun itu mengalami masa puber kedua?

Pria yang berusia 40 tahun biasanya sudah mengalami gejala-gejala andropause, namun pria selalu menganggap remeh dan mencoba untuk mengalihkannya. Para pria menganggap bahwa mereka masih bisa menarik perhatian lawan jenisnya.

Apakah kondisi andropause ini dapat dicegah dan diobati?

Pencegahan andropause dapat dilakukan dengan mengatur dan menjaga pola hidup yang sehat dengan olahraga secara teratur, memperhatikan makanan dengan selalu mengkonsumsi makanan yang sehat, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol, tidur yang cukup, dan mengurangi stress. Hal ini mencegah andropause terjadi lebih cepat.

Perlu diingat!

Penurunan tingkat kadar hormon testosteron saat usia bertambah merupakan hal normal dan sudah pasti akan dialami. Bagi banyak pria, gejalanya dapat ditangani, bahkan tanpa pengobatan. Namun jika anda mengalami gejala  diatas yang menyulitkan anda, maka segera konsultasikan dengan dokter anda. Dokter dapat memberikan rekomendasi untuk membantu mengelola atau mengobati gejala yang anda alami. Selain itu, biasanya beberapa pria lebih sensitif dan mudah marah pada masa ini, karena itu sabar adalah kunci menghadapi pria yang sedang mengalami Andropause. (LM/CM)

Referensi

  1. Andropause: What You Should Know about Male Menopause | Women’s International Pharmacy. (2018). Retrieved from https://womensinternational.com/andro pause/
  2. Male Menopause: Overview, Symptoms, and Treatment. (2018). Retrieved from https: //www.healthline.com/health/menopause/male#diagnosis-and-treatment/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store