Meet Sifilis, The reat imitator

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

951

Sifilis atau penyakit raja singa adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang popular di masyarakat. Penyebabnya, bakteri Treponema pallidum, ditularkan melalui perilaku seks bebas dan beresiko seperti tidak setia pada satu pasangan, tidak menggunakan kondom, dan prostitusi.

Walaupun penyakit ini cukup populer di masyarakat, tetapi masih banyak yang tidak mengetahui gambaran penyakit ini secara jelas karena memiliki gambaran gejala yang luas. Gejalanya bisa mencakup berbagai organ tubuh sehingga sering disebut  The Great Imitator (Si Peniru yang Hebat). Berikut ini gejala sifilis berdasarkan stadiumnya.

  1. Stadium I (Primer)

Tiga minggu setelah infeksi, timbul lesi atau luka menggaung pada tempat masuknya bakteri. Lesi pada umumnya hanya satu dan tidak nyeri. Kemudian muncul tonjolan-tonjolan kecil yang erosive, bulat, dasar bersih, merah, dan kulit sekitarnya meradang. Sekitar tiga minggu dapat terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha.

2. Stadium II (Sekunder)

Stadium II umumnya muncul 6-8 minggu setelah stadium I sembuh. Namun kadang-kadang timbul saat stadium I belum sembuh total. Gejala meliputi sakit kepala, demam, anoreksia, nyeri tulang dan leher. Kelainan kulit berupa bercak-bercak tanpa adanya gelembung bernanah. Sifilis di stadium II ini lah yang sering disebut Penyakit Peniru karena menyerupai banyak kelainan kulit lain.

3. Stadium III

Gejala bisa timbul 3-7 tahun setelah infeksi primer berupa guma yaitu lesi kemerahan dan nyeri yang bisa tunggal maupun banyak berukuran milimeter sampai beberapa sentimeter. Guma dapat tersebar di semua jaringan tubuh dan organ seperti lambunng hati, limpa, paru-paru, testis dan sebagainya.

4. Sifilis tersier

Sifilis khusus yang menyerang sistem saraf dan sistem jantung dan pembuluh darah. Umumnya timbul 10-20 tahun setelah infeksi primer. Sekitar 10% penderita sifilis akan mengalami stadium ini.

Seperti yang disebutkan di atas penyakit ini sulit dikenali sehingga bagi orang yang beresiko tinggi seperti perilaku seks bebas dan tidak aman serta pekerja seks komersial (PMS) perlu memeriksakan diri dan melakukan tes darah di laboratorium karena diagnose pasti sifilis hanya bisa ditegakkan dari pemeriksaan tersebut.

Kesimpulannya lebih baik mencegah daripada mengobati. Hindarilah seks bebas dan beresiko serta menjaga kebersihan daerah kelamin. Jangan malu berkonsultasi diri ke dokter secara dini bila anda merasakan gejala penyakit ini. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

  1. 2014. Sifilis. (Online) https://id.wikipedia.org/wiki/Sifilis.
  2. Hartono Olivia R, 2008. Treponema Pallidium. Forum Penelitian, 1 (1) : 2.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store