Meletakkan Telepon Genggam Di Kantong Celana Bisa Mempengaruhi Sperma?

128

Menurut penelitian di University of Exeter pria yang sering menyimpan telepon genggamnya di kantong celana bisa menurunkan tingkat kesuburan dari sperma mereka.

Kebanyakan pria usia produktif yang tinggal di negara maju maupun berkembang saat ini mempunyai telepon genggam dan sebanyak 14% pasangan di negara industri memiliki kesulitan untuk memiliki anak. Dan ternyata infertilitas pada pria mempunyai peranan hampir 40% dari kasus ketidaksuburan tersebut.

Penelitian ini menghasilkan pendapat bahwa terekspos radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam yang disimpan di saku celanan bisa memperburuk kualitas dari sperma dan penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan untuk implikasi klinis pada masyarakat umum.

Penelitian sebelumnya sudah mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam dapat mempengaruhi kesuburan pria.

Paparan dari telepon genggan terkait dengan beberapa percobaan menggunakan hewan percobaan ternyata terbukti mengurangi jumlah dan motilitas (kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur) dari sperma walaupun hasil yang didapat belumlah konsisten. Pada manusia, penggunaan telepon genggam yang berkepanjangan sangat terkait dengan penurunan motilitas sperma, konsentrasi dari sperma (jumlah sperma per unit semen) dan viabilitas (proporsi sperma saat hidup). Tetapi bukti-bukti yang didapat masih belum memuaskan.

Untuk mencoba menglarifikasi peranan paparan telepon genggam terhadap sperma, Dr Mathews dari Biosciences di the University of Exeter mengadakan analisa sistematik dari 10 penelitian yang mencakup 1.492 sampel.

Partisipan yang ikut pada studi ini mengikuti klinik fertilitas dan juga penelitian fertilitas, kemudian kualitas dari sperma diukur berdasarkan 3 cara yaitu: motilitas, viabilitas dan konsentrasi.

Pada grup kontrol, sebanyak 50%-85% memiliki pergerakan yang normal. Para peneliti menemukan sebanyak 8% partisipan memiliki gangguan sperma karena radiasi elektromagnetik dari telepon genggam.

Dr Mathews mengatakan diperlukan penelitian dengan skala lebih besar untuk mengetahui dengan pasti apa dampak radiasi telepon genggan terhadapa kualitas dari sperma, karena jumlah penelitian yang ada saat ini masih sangat terbatas. Lebih jauh diperlukan juga implikasi klinis penuh baik untuk pria yang tidak subur dengan pria yang tidak mengalami masalah kesuburan secara umum.

Sumber: webmd