Memahami Suhu Tubuh

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

24

Memahami suhu tubuh sangatlah penting untuk mengetahui gejala-gejala Anda terserang penyakit serius. Suhu tubuh yang normal bisa berada di antara 36,5-37,2 derajat Celcius. Suhu tubuh normal bisa berubah sepanjang hari. Aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari juga bisa memengaruhi suhu tubuh.

Suhu tubuh rendah disebut sebagai hipotermia. Suhu tubuh yang terlalu rendah dapat mengancam jiwa karena memperlambat sistem kerja saraf dan berujung pada kegagalan fungsi organ jantung dan pernapasan, serta kematian.

Seseorang dikatakan mengalami hipotermia jika suhu tubuh berada di bawah 35 derajat Celcius, ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dari menghasilkannya. Kondisi ini terjadi ketika seseorang terkena paparan cuaca dingin seperti terlalu lama berada di tempat dingin, tidak memakai pakaian hangat saat di tempat dingin, atau terjatuh ke dalam air yang sangat dingin. Jika kedinginan, pakailah pakaian yang lebih tebal dan hangat. Usahakan agar tubuh selalu kering. Konsumsi minuman hangat yang manis dan tidak mengandung alkohol maupun kafein. Jika mencurigai seseorang mengalami hipotermia, segera bawa ke rumah sakit terdekat karena ini merupakan kondisi darurat.

Hipertermia adalah kondisi ketika suhu tubuh berada pada titik lebih dari 40 derajat Celcius. Hipertermia terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu tubuh pun terus meningkat.

Demam berbeda dari hipertermia. Seseorang dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuhnya berada di atas 37,5 derajat Celcius dan bisa kembali ke titik suhu normal ketika mengonsumsi obat penurun panas. Demam adalah peningkatan suhu tubuh dalam tingkat yang sepenuhnya terkendali oleh sistem pengaturan suhu tubuh, sedangkan hipertermia adalah meningkatnya suhu tubuh di luar kendali sistem tersebut. Suhu tubuh yang tinggi dan berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi parah dan merusak organ tubuh secara permanen, seperti otak.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengukur suhu tubuh. Anda bisa menggunakan termometer dengan beragam jenis sesuai kebutuhan.

  • Termometer telinga.

Sesuai namanya, termometer berbentuk kerucut kecil ini digunakan pada telinga. Suhu tubuh bisa terlihat di layar digital dalam hitungan detik.

  • Termometer elektronik.

Terbuat dari plastik dan ujungnya menyerupai pensil. Termometer ini dapat digunakan di ketiak, mulut, atau anus. Jenis ini mudah digunakan dan dibaca.

  • Termometer dahi.

Termometer ini menggunakan suhu kulit untuk menentukan suhu tubuh. Penggunaan termometer berbentuk tipis ini cukup ditempel pada dahi.

  • Termometer sekali pakai.

Jenis ini bisa dipakai sekali di mulut atau rektum. Bisa juga dipakai untuk mengukur suhu terus-menerus selama 48 jam pada kulit bayi. Termometer ini aman, namun tidak seakurat termometer elektornik dan telinga.

  • Termometer dot.

Berbentuk seperti dot bayi. Cukup letakkan termometer ini di mulut bayi saat mengukur suhu. Termometer ini terbilang kurang efektif dan efisien karena butuh waktu lama untuk memunculkan hasilnya ditambah hasilnya tidak seakurat jenis termometer lain.

Memahami suhu tubuh sangatlah penting. Jadi sediakan selalu termometer di rumah Anda sebagai langkah awal mendeteksi suhu tubuh apakah normal atau tidak. (REG)

Sumber:

  1. Felson, S. What Is Normal Body Temperature. WebMD. 2017
  2. Roland, J. What Is Hyperthermia and How Is It Treated. Healthline. 2017

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store