Membiasakan Makanan Sehat Dalam Keluarga

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

46

Makanan tidak hanya penghilang rasa lapar, di dalamnya terdapat berbagai nutrisi yang dibutuhkan si kecil untuk tumbuh kembangnya. Lebih dari sekadar membuat kenyang, makanan yang dimakan keluarga Anda turut memengaruhi bagaimana mereka berpikir setiap hari. Makanan adalah bahan bakar yang membuat tubuh beraktivitas seperti bekerja, termasuk membuat otak berfungsi dengan baik selama sekolah.

Berikut adalah tips unutk membiasakan makanan sehat dalam keluarga:

  1. Jadi role model.

Balita adalah peniru ulung dan memerhatikan perilaku Anda. Manfaatkan kesempatan ini, beri contoh! Sedikit-sedikit dia akan belajar kebiasaan makan yang baik dari Anda.

  1. Biasakan sarapan

Selain membiasakan anak untuk tertib, duduk bersama di meja makan untuk sarapan pagi membuat hubungan antar anggota keluarga lebih “hangat.”

  1. Bawa bekal

Bekal yang dibuat di rumah jauh lebih aman dimakan dibanding makanan instan olahan atau yang Anda beli sambil lewat. Siapkan camilan ringan berupa potongan buah atau sayur yang siap disantap.

  1. Isi kulkas sehat

Mau disimpan di kulkas atau disajikan di meja makan, tawarkan beragam jenis makanan sehat pada balita, jangan hanya menyediakan makanan yang Anda suka dan tidak suka.

  1. Kenalkan makanan baru

Secara berkala, kenalkan balita pada jenis makanan baru. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa memori balita tentang makanan akan tersimpan baik setelah ia mencobanya sebanyak 5-6 kali.

  1. Minum air putih

Meski mengandung vitamin dan bernutrisi, konsumsi jus untuk balita perlu dibatasi, maksimal 125 ml per hari. Air putih adalah pilihan paling sehat untuknya jika haus.

  1. Atur porsinya

Jangan langsung menuangkan porsi besar ke dalam piring makan balita. Beri secukupnya. Lihat, dia akan “kembali” pada Anda jika masih merasa lapar.

  1. Pelajari pola makannya

Membuat jadwal boleh, tapi jangan memaksakan pola makan Anda pada balita, karena kebutuhan energi Anda dengannya berbeda. Mungkin saja jika dia punya waktu makan tertentu.

  1. Zat besi, penting!

Pastikan Anda menyediakan cukup sumber zat besi dalam menu makanan balita untuk pembentukan sel darah dan tulangnya. Jangan lekas lega jika balita banyak mengonsumsi susu, karena susu hanya sedikit mengandung zat besi. Apalagi zat besi tergolong mineral yang sulit diserap tubuh.

  1. Olahraga

Untuk mendapatkan bentuk tubuh proporsional dan mencegah obesitas, ajak balita untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, berenang dan bermain bersama Anda.

  1. Matikan TV

Selain bisa mengalihkan perhatian, televisi memang tidak baik dinyalakan sepanjang acara makan.

  1. Jangan takut berantakan

Ajak balita ke dapur, ia justru senang jika Anda melibatkannya untuk menyiapkan acara makan keluarga. Biarkan dia jadi koki kecil yang bertugas mencuci buah, menata sendok dan piring, atau mencicipi masakan buatan Anda. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store