Memelihara Kucing Saat Hamil: Apakah Aman?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

103

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang sering dikhawatirkan saat sedang hamil. Hal ini dikaitkan dengan kucing sebagai sumber penyebaran dari parasite Toxoplasma gondii (T.Gondii), yaitu organisme yang dapat menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Di USA memperkirakan 11% dari populasi usia diatas 6 tahun. Jumlah ini meningkat pada daerah dengan panas, lembab, dan dataran rendah.

Toxoplasmosis tidak ditularkan dari manusia ke manusia, kecuali transmisi ibu-anak (kongenital) dan transfusi darah atau transplantasi organ. Penularan toxoplasmosis melalui:

  1. Makanan (Foodborne transmission), dengan memakan makanan tidak matang (babi, kambing, kerang, tiram, dll)
  2. Binatang (Zoonotic Transmission), disini kucing memiliki peran penting dalam menyebarkan toxoplasmosis. Kucing menjadi terinfeksi dengan memakan tikus, burung, atau binatang kecil lainnya yang terinfeksi T.Gondii. Parasit keluar pada tinja kucing dimana menjadi infeksius, kemudian tinja tersebut tersimpan di kandang atau tanah.
  3. Mother to child (Congenital Transmission), wanita yang terinfeksi toxoplasmosis persis sebelum hamil atau saat hamil dapat menularkan toksoplasma kepada anaknya.

Sebenarnya bukan suatu larangan untuk memelihara kucing, namun harus berhati-hati. Untuk mencegah terjadinya toksoplasmosis pada ibu hamil, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan.

  1. Perhatikan konsumsi makanan pada kucing

Kucing sendiri terinfeksi T.Gondii karena mengkonsumsi daging yang terinfeksi, oleh karena itu perlu diperhatikan apa yang dikonsumsi oleh kucing peliharaan Anda. Jangan berikan kucing Anda daging mentah atau setengah matang. Lebih baik untuk memberikan makanan kaleng atau kering.

  1. Jangan biarkan kucing peliharaan di luar rumah

Banyak kucing yang sudah terinfeksi toksoplasmosis sehingga bahaya untuk kucing Anda berinteraksi dengan kucing-kucing lainnya, terutama kucing liar. Karena tanda-tanda T.Gondii susah untuk dideteksi sehingga perlu waspada kepada semua kucing liar.

  1. Membersihkan kandang & kotoran kucing secara teratur

Saat hamil, mintalah bantuan orang lain untuk membersihkan tinja dan kandang kucing. Infeksi dapat terjadi saat Anda memegang tinja kucing, terutama saat kulit tidak intak atau menggunakan tangan yang tidak bersih untuk makan. Parasit tidak menular selama 1-5 hari, jadi sering-seringlah membersikan kandang kucing. Pakai sarung tangan bila perlu dan buang pada tempat yang benar. Jika kucing Anda membuang tinja pada tempat tertentu (seperti bak pasir) dapat dipersihkan setiap hari, jika kucing Anda membuang tinja sembarangan, maka berhati-hatilah saat berkebun. Tinja dapat menyatu dengan tanah dan berbahaya karena mengandung sel ookista T.Gondii.

  1. Rajin mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan kucing

Hal ini penting sehingga saat tangan Anda mencuci tangan dengan air dan sabun dengan benar, harapannya dapat membersihkan tangan dari kuman-kuman penyakit.

Setelah memperhatikan hal-hal di atas, tentu Anda tetap harus berhati-hati. Diharapkan dapat berkonsultasi sebelum hamil sehingga dapat memeriksakan diri. Jika khawatir terjangkit toksoplasmosis dapat melakukan tes darah berupa pemeriksaan TORCH dan memastikan apakah sudah pernah terinfeksi sehingga sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ni. Jika perlu periksakan juga binatang peliharaan Anda. (KEZ)

Referensi:

Reinberg,S. Medicine Net (2018). Medicine Net. Health Tip: Toxoplasmosis is Dangerous During Pregnancy.

CDC (2018). Parasites-Toxoplasmosis (Toxoplasma Infection)

Healthline (2016). Toxoplasmosis : Do you know How to Stay Safe?


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store