MEMELUK, MENCIUM, DAN MAKAN BERSAMA PENDERITA HIV AIDS, APAKAH BISA TERTULAR?

15

HIV AIDS merupakan sebutan yang sering digunakan untuk infeksi virus HIV. Istilah HIV AIDS sendiri merupakan gabungan dari kata HIV dan AIDS. HIV merupakan kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus yang merupakan jenis virus yang menginfeksi. Sedangkan AIDS adalah kepanjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndromes yang menggambarkan kondisi penuruan imun tubuh sehingga mengakibatkan munculnya berbagai gejala. Virus HIV menyerang sel darah putih yang berguna sebagai pertahan tubuh sehingga infeksinya akan menyebabkan orang tersebut menjadi rentan untuk terkena berbagai infeksi serta sulit untuk sembuh.

Jumlah kumulatif infeksi HIV di Indonesia sendiri dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959 jiwa dan paling banyak ditemukan di kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun. Adapun provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699), dan Jawa Tengah (24.757).

Secara garis besar HIV AIDS ditularkan melalui beberapa hal seperti kontak cairan kelamin (cairan semen, sperma, atau vagina) melalui hubungan seksual tanpa alat pelindung dengan pasien, menerima transfusi darah dan organ dari pasien, ataupun penggunaan jarum suntik bersama dengan pasien.

Namun stigma yang umumnya berkembang di masyarakat adalah segala hal yang berkaitan dengan pasien HIV AIDS dapat menularkan virusnya. Padahal ini tidak sepenuhnya benar. HIV AIDS bukanlah penyakit yang ditularkan melalui berbagai atribut yang digunakan pasien seperti pakaian, alat makan ataupun benda lainnya serta tidak juga ditularkan melalui kontak badan seperti memeluk atau mencium pasien. Stigma-stigma inilah yang kemudian menjadikan pasien-pasien HIV AIDS semakin dijauhi.

Berikut beberapa penjelasan singkat mengenai beberapa hal yang sebenarnya tidak menularkan virus HIV namun dianggap menularkan.

Memeluk pasien HIV AIDS

Memeluk pasien HIV AIDS tidaklah menularkan virus HIV. Banyak orang yang beranggapan berpelukan dengan pasien HIV dapat menularkan virusnya, padahal tidak. Hal ini lantaran virus HIV tidak ditularkan melalui kontak kulit atau kontak dengan benda yang dipakai pasien. Kondisi ini berbeda beberapa penyakit yang memang penularannya dari kontak kulit atau menggunakan benda yang digunakan pasien seperti penyakit kulit skabies ataupun penyakit yang lainnya.

Mencium pasien HIV AIDS

Mencium pasien HIV AIDS tidak menularkan virus HIV seperti contohnya mencium pipi atau kening pasien HIV. Hal ini tidak menularkan virus HIV karena virusnya tidak terdapat pada kulit pasien. Namun akan berbeda halnya apabila mencium dari mulut ke mulut. Selama yakin tidak ada luka kecil atau mikrolesi di mulut pasien maka diperkirakan kondisi ini masih aman. Adanya luka kecil pada mulut pasien akan menyebabkan adanya kandungan darah pasien. Hal ini yang menjadi perhatian penting karena seperti yang diketahui virus HIV dapat menular melalui tranmisi darah. Mencium hingga

Makan bersama pasien HIV AIDS

Makan bersama pasien HIV AIDS juga tidak menularkan HIV AIDS. Virus HIV tidak ditularkan melalui alat makan yang dipakai bersama pasien selama benar-benar dipastikan tidak ada lesi pada mukosa mulut pasien. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya virus HIV tidak ditularakan melalui air liur pasien.

Oleh karena memeluk, mencium, dan makan bersama tidak menularkan virus maka sudah sewajarnya tidak memperlakukan pasien secara berlebihan dengan menjauhi semua yang berkaitan dengan pasien. Yang perlu diperhatikan adalah mengetahui bagaimana cara penularan dari virus HIV dan hal-hal yang tidak menularkannya. Seperti yang telah digencarkan melalui berbagai media mengenai HIV AIDS “Hindari virusnya, bukan orangnya.” (MAU)

Sumber:

  1. https://www.cdc.gov/hiv/basics/transmission.html
  2. https://www.depkes.go.id/article/view/18120300001/hari-aids-sedunia-momen-stop-penularan-hiv-saya-berani-saya-sehat-.html