Memilih Kontrasepsi Yang Aman Untuk Ibu Menyusui

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

404

Ibu yang menyusui sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukan KB alami. Hal ini disebabkan oleh tertundanya siklus pelepasan sel telur secara alami setelah melahirkan. Meski demikian, banyak ibu menyusui yang ingin menggunakan alat kontrasepsi untuk merencanakan kehamilan. Apa alat kontrasepsi yang tepat bagi ibu menyusui?

Ibu menyusui perlu selektif memilih alat kontrasepsi yang sesuai. Penggunaan alat kontrasepsi yang tidak tepat dapat menyebabkan produksi ASI berkurang. Para ahli menyarankan bagi ibu yang menyusui secara eksklusif dapat mulai menggunakan alat kontrasepsi setelah bayi berusia 6 minggu. Sedangkan jika bayi tidak diberi ASI ekslusif ibu bisa menggunakan alat kontrasepsi ketika bayi berusia 3 minggu.

Sebenarnya semua alat kontrasepsi boleh digunakan oleh ibu menyusui asalkan tidak mengandung hormon estrogen. Alat kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron dan estrogen diketahui dapat mengurangi produksi ASI. Sedangkan metode kontrasepsi seperti sistem kalender, perkiraan masa subur dan senggama terputus tidak disarankan selama masa menyusui.

Beberapa pilihan alat kontrasepsi yang bisa Anda gunakan selama masa menyusui antara lain:

  1. IUD
    IUD atau intrauterine deviceadalah alat kontrasepsi berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim. IUD dapat digunakan dalam jangka panjang hingga lima tahun. IUD terbagi dalam dua jenis, yaitu IUD tembaga dan IUD hormon. Keduanya bisa Anda gunakan selama menyusui. Namun Anda perlu mengontrol kondisi IUD ke dokter sejak 1-3 bulan setelah pemasangan sehingga memastikan bahwa IUD masih berada di tempat yang seharusnya.
  2. Pil mini (pil progestin)

Pil KB terdapat dalam dua jenis, yaitu pil kombinasi dan pil mini. Pil kombinasi mengandung hormon estrogen dan progesteron sehingga tidak disarankan bagi ibu menyusui. Sedangkan pil kecil mengandung hormon progestin yang aman bagi ibu menyusui.

  1. Suntik progestin 

Metode suntik progestin juga relatif aman bagi ibu menyusui. Suntikan ini bisa dilakukan enam minggu pasca melahirkan dan harus diulangi setiap 12 minggu. Jika Anda memilih alat kontrasepsi suntik, maka kemungkinan Anda tidak dapat segera melakukan program hamil karena mungkin tidak subur selama setahun lebih.

Nah, apapun pilihannya ada baiknya mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan metode kontrasepsi yang akan Anda pilih. Jika Anda memiliki pertanyaan Anda bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Pakdok, dokter kami siap 24 jam sehari menjawab konsul Anda.  (RZ)

Sumber :

  1. Kajian Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Dengan Lama Ibu Menyusui di Sukoharjo. GASTER. Vol. 5, No. 1 Februari 2009
  2. Montolalu A, Wilopo SA, Prawitasari S. Pengaruh Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal Terhadap Lamanya Menyusui di Indonesia. Jurnal Ilmiah Bidan. Volume I Nomor I, 2013
  3. Memilih Kontrasepsi Yang Aman Untuk Ibu Menyusi. https://alodokter.com/memilih-kontrasepsi-yang-aman-untuk-ibu-menyusui/
  4. doktersehat.com/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store