Memulai Diet Vegetarian

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

185

Diet vegetarian merupakan diet yang sangat popular saat ini. Banyak orang yang mengikuti diet ini dengan alasan yang bervariasi. Salah satu alasannya adalah untuk kesehatan. Manfaat kesehatan dari diet ini sangat banyak termasuk mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Diet vegetarian ini dapat dilakukan oleh  semua kalangan usia. Kuncinya hanya menyadari angka kebutuhan gizi dan merencanakan diet vegetarian yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut.

Mengenal diet vegetarian

Diet vegetarian adalah diet dengan pola makan yang hanya mencakup makanan dari tumbuhan, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Namun, masih ada kelompok vegetarian yang mengonsumsi sebagian jenis daging atau produk olahan hewani seperi telur dan susu. Pola makan vegetarian tentu dapat menyehatkan dan bernutrisi. Perlu diingat bahwa diet vegetarian ini juga bisa menjadi tidak sehat jika mengandung terlalu banyak kalori dan/atau lemak jenuh serta tidak cukupnya gizi penting. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang baik dan hati-hati dengan mempertimbangkan dan memasukkan gizi penting termasuk protein, zat besi, kalsium, seng, dan vitamin B12.

Tipe-tipe diet vegetarian

Berbicara tentang diet vegetarian, Anda biasanya berpikir tentang diet yang tidak termasuk daging, unggas, atau ikan. Akan tetapi, diet vegetarian cukup bervariasi. Diet ini terbagi atas beberapa jenis yaitu:

  1. Diet vegan. Pola makan vegetarian yang tidak mengkonsumsi semua daging dan produk hewani
  2. Semivegetarian atau flexitarian. Pola makan vegetarian ini mengonsumsi makanan dari tumbuhan, namun sesekali masih mengonsumsi daging, produk susu, telur, unggas dan ikan, atau dalam jumlah yang sedikit.
  3. Lacto vegetarian. Pola makan vegetarian ini tidak memasukkan daging, ikan, ungags, dan telur di dalam menu makanannya, tapi masih mengonsumsi produk-produk yang dihasilkan dari susu, seperti keju, yoghurt, dan mentega.
  4. Ovo-vegetarian. Kebalikan dari lacto vegetarian, pola makan kelompok vegetarian ini tidak mengonsumsi daging, ikan, ungags, dan produk susu, namun masih memperbolehkan konsumsi telur.
  5. Lacto-ovo vegetarian. Pola makan vegetarian ini tidak menyertakan semua jenis daging, tetapi tetap mengonsumsi telur dan susu.
  6. Pescatarian Pola makan vegetarian yang mengecualikan daging dan unggas, produk susu dan telur, tetapi masih memungkinkan mengkonsumsi ikan
  7. Pollotarian. Pola makan vegetarian yang mengecualikan daging, susu, dan ikan tetapi masih memungkinkan mengkonsumsi unggas.

Manfaat diet vegetarian

  1. Tinggi akan antioksidan dan vitamin
  2. Dapat membantu mendukung kesehatan jantung
  3. Dapat menurunkan berat badan
  4. Meningkatkan enzim digestif (enzim pencernaan)
  5. Menghilangkan zat aditif yang ditemukan dalam daging olahan atau daging masak yang dianggap bersifat karsinogenik

Diet vegetarian mulai banyak diminati dewasa ini karena sudah banyak manfaatnya yang diketahui. Nah, apakah Anda berminat untuk mencobanya? (LM)

Referensi

  1. Vegetarian Diets. (2018). Retrieved from http://www.heart.org/HEARTORG/Healthy Living/HealthyEating/Vegetarian-Diets_UCM_306032_Article.jsp#mainContent/
  2. Vegetarian diet: How to get the best nutrition. (2018). Retrieved from https://www. mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/vegetarian-diet/art-20046446/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store