Mencegah Alergi Dengan Asi Eksklusif

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

229

Apakah Bunda pernah mendapati si kecil mengalami kemerahan pada kulit yang hilang timbul? Atau seringkali si kecil bersin dan pilek jika udara sedang dingin? Nah, mungkin si kecil mengalami alergi. Alergi disebabkan oleh sistem imun yang bereaksi secara berlebihan pada zat tertentu. Reaksi alergi terjadi saat tubuh salah mengartikan zat yang masuk sebagai zat berbahaya. Alergi sering ditemukan pada bayi dan balita tapi sayangnya alergi masih sering dianggap remeh oleh banyak orangtua.

Setiap bayi beresiko terkena alergi. Meski orang tua tidak memiliki riwayat alergi sekali pun, anak masih berisiko mengembangkan alergi sebesar 5-15%. Umumnya, jika salah satu saudara kandung memiliki alergi, maka seorang anak memiliki berisiko terkena alergi sebesar 25-30%. Sedangkan bagi ibu atau ayah yang memiliki alergi, maka kemungkinan anak mengembangkan alergi mencapai 40%.

Zakiudin Munasir, Konsultan Ahli Alergi-Imunologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengatakan salah satu alergi yang paling sering menimpa anak-anak di Indonesia adalah alergi terhadap protein, terutama susu sapi. Selain susu sapi, alergi protein juga bisa ditimbulkan oleh telur, kelompok crustacea seperti udang dan kepiting dan kacang-kacangan. Salah satu penyebab utamanya adalah karena anak tidak diberikan ASI eksklusif pada periode 6 bulan pertama kehidupannya.

Pada usia dini, tanda-tanda reaksi alergi biasanya berupa infeksi kulit seperti ruam-ruam yang terasa gatal hingga gangguan pencernaan seperti muntah dan diare. Selain itu, sistem pernapasan juga rentan terkena dampak alergi sehingga menimbulkan penyakit asma.

Salah satu cara yang terbukti mampu mencegah bayi terkena alergi adalah dengan memberikan ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif sejak dini merupakan langkah yang tepat untuk melindungi anak dari gangguan alergi. ASI tidak menyebabkan alergi pada anak. Bahkan sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa ASI adalah asupan terbaik bagi kehidupan pertama seorang bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

ASI mengandung zat yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga terhindar dari alergi. Bila ibu tidak memungkinkan memberikan ASI, maka dapat diberi susu formula khusus. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian susu formula hidrolisat ekstensif kasein untuk mengurangi risiko alergi pada bayi yang memang tidak memungkinkan mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya.

Ternyata ASI bukan hanya sekedar makanan dan wujud kasih saying ibu kepada anaknya. Banyak sekali manfaat ASI terutama dalam mencegah alergi yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Mari kita senantiasa mendukung pemberian ASI eksklusif untuk semua bayi  demi kesehatan generasi penerus kita. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Novy R. Setiabudiawan B. Kartasasmita CB. The association between duration of breastfeeding and atopy in children with or without family history of Atopic disease. Paediatr Indones. 2007. 47 : 4.
  2. Behrman,dkk. 2000. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store