MENCEGAH BAYI GUMOH

1

Gumoh pada bayi merupakan keluhan yang cukup umum terjadi, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun. Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Muntah pada bayi bisa tergolong reaksi yang normal, namun hal ini bisa pula menjadi pertanda bayi Anda mengalami kondisi serius.

Gumoh merupakan keluhan normal yang disebabkan kerongkongan bayi belum sepenuhnya berkembang dan ukuran lambungnya masih sangat kecil, sehingga mudah penuh ketika dia minum susu. Biasanya gumoh pada bayi akan terjadi sampai usia 4-5 bulan, dan perlahan akan menghilang seiring dengan perkembangan organ tubuhnya. Biasanya gumoh akan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berusia satu tahun. Pada saat itu, cincin otot di dasar kerongkongan umumnya sudah dapat berfungsi dengan baik, sehingga makanan yang masuk ke dalam perut bayi tidak mudah keluar kembali. Pertama-tama mari kita bedakan gumoh yang normal dan tidak normal.

Gumoh yang Normal

Gumoh biasanya merupakan keluhan pada bayi berupa muntah denganmengeluarkan cairan susu atau makanan, gumoh juga bisa diiringi sendawa, batuk atau cegukan beberapa saat, tersedak, menolak makan atau menangis saat menyusu atau diberi makan. Sebenarnya bayi sering gumoh bukan kondisi yang mengkhawatirkan apabila tidak mengganggu tumbuh-kembang bayi. Gumoh yang tergolong normal dapat dinilai dari beberapa hal berikut:

  • Tumbuh kendang bayi masih dalam batas normal
  • Bayi terlihat nyaman, sehat dan tidak rewel
  • Tidak ada gangguan pada sistem pernapasan bayi

Tanda-tanda bahaya pada gumoh

Meski umumnya gumoh tergolong normal, namun ada juga gumoh/muntah yang tidak normal:

  • Bayi mulai gumoh pada usia enam bulan dan menetap hingga lebih dari 1 tahun.
  • Bayi memuntahkan makanan atau cairan susu terlalu sering atau tampak terpaksa
  • Muntah hebat dan terus-menerus
  • Kulit dan mata bayi berwarna kuning kondisi ini merupakan tanda bayi mengalami jaundice atau sakit kuning
  • Warna cairan muntahan bayi berwarna kuning, hijau atau disertai darah. Dapat dimungkinkan ada gangguan pada usus.
  • Cairan yang dimuntahkan jumlahnya cukup banyak dan berlangsung sampai dua jam setelah menyusu.
  • Bayi susah makan atau menolak diberi susu sehingga berat badan bayi tidak bertambah.
  • Bayi sulit bernapas atau menunjukkan tanda-tanda sakit.
  • Perut yang tampak penuh atau membuncit.
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius.
  • Menangis berlebihan atau sangat rewel dan tidak nyaman.

Dan dalam kondisi tersebut dapat ada beberapa kemungkinan seperti keracunan makanan, infeksi virus atau bakteri, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, pneumonia, radang ussu buntu, stenosis pylorus dan meningitis. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk mencegah bayi gumoh berlebihan, di antaranya:

  • Perhatikan posisi bayi setelah menyusu

Setlah bayi mengonsumsi susu, posisikan tubuhnya tetap tegak selama setengah jam atau lebih untuk membuat makanan atau susu yang baru dikonsumsi tetap berada di bawah. Jika bayi harus berbaring, letakkan beberapa bantal untuk menopang tubuhnya sehingga badannya tetap tegak.

  • Perhatikan apakah ada tekanan pada perut bayi

Pastikan tidak ada tekanan pada perut bayi setidaknya selama 30 menit setelah makan untuk mencegah gumoh pada bayi. Usahakan untuk menghindari pemakaian celana dan popok yang terlalu ketat, atau mendudukkan bayi Anda di car seat, agar bagian perutnya tidak tertekan.

  • Perhatikan usaha bayi untuk bersendawa

Perhatikan bayi agar bersendawa supaya udara yang telanjur masuk dapat keluar. Ibu bisa membantu membuat bayi bersendawa dengan cara mengambil jeda di tengah waktu minum susu atau setelah selesai minum susu. Sandarkan tubuh bayi ke dada Anda agar posisinya tegak, tetapi jangan sampai perutnya tertekan.

  • Perhatikan ukuran lubang pada dot

Jika bayi minum susu menggunakan botol dan dot, gunakan dot dengan lubang yang pas. Lubang yang terlalu besar bisa menyebabkan bayi tersedak karena aliran susu terlalu cepat, sedangkan ukuran lubang dot yang terlalu kecil akan membuat bayi kesulitan mengisap susu dan malah mengisap udara.

  • Perhatikan kenyamanan Ibu dan Bayi saat menyusu

Usahakan untuk selalu menyusui di ruangan tertutup yang tenang dan bebas dari gangguan apa pun, agar bayi tidak panik. Bayi yang menyusu dalam keadaan panik akan cenderung menelan udara berbarengan dengan susu yang masuk dan berpotensi mengalami gumoh setelahnya.

Perlu diingat untuk memastikan Ibu selalu menjaga posisi tubuh bayi dalam keadaan tegak saat minum dan tidak memberinya susu terlalu banyak. Berkonsultasilah kepada dokter jika menemukan tanda-tanda bahaya Gumoh pada bayi Anda. (KEZ)

Sumber:

  • Mayo Clinic (2015). Spitting up in babies : What’s normal, what’s not
  • Baby Center (2017). Vomitting in babies
SHARE
Previous articleTIPS MENGATASI ANAK TIDAK MAU MAKAN