Mencegah Cacingan Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

111

Anak dikatakan terkena cacingan ketika di dalam fesesnya ditemukan cacing atau telurnya yang sudah berkembang biak dan mengambil nutrisi makanan di dalam usus. Terdapat berbagai jenis cacing yang bisa hidup di dalam usus manusia, di antaranya cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.

Umumnya, cacing mudah tertular pada anak lewat makanan yang tidak higienis, BAB sembarangan, dan akibat kontak langsung dengan benda atau tanah kotor yang sudah terinfeksi dengan telur cacing. Telur cacing dapat bersembunyi dalam kuku anak-anak yang tidak bersih. Anak-anak yang terlihat sehat bisa saja terkena cacingan. Oleh sebab itu, penting untuk diterapkan perilaku hidup sehat.

Setelah cacing berhasil masuk ke dalam tubuh, baik cacing yang menembus kulit ataupun telur cacing yang termakan dan menetas di usus, cacing kemudian masuk ke dalam pembuluh darah balik (vena) menuju organ dalam tubuh manusia. Cacing juga kerap berkembang biak dan menetap di dalam usus. Di sana, cacing akan mengambil nutrisi dan menggigit dinding usus manusia. Hal ini akan membuat seseorang yang terkena infeksi cacingan berakibat kekurangan gizi.

Gejala anak cacingan

Gejala cacingan yang paling sering adalah anak mengalami kekurangan gizi, sering merasa letih, anemia, sering sakit perut, sulit berkonsentrasi, dan kerap merasa gatal di sekitar anus ketika malam hari. Ini terjadi karena cacing tersebut sedang bertelur dan menghasilkan larva yang dikeluarkan lewat anus, sehingga bagian tersebut kerap terasa gatal.

Awalnya gejala cacingan memang terlihat umum, sehingga sering disepelekan. Padahal, kalau tidak segera ditangani akan mengganggu perkembangan anak. Bahkan, ada anak yang ususnya perlu dioperasi akibat cacing yang ada di dalam perutnya sudah menyumbat saluran cerna.

Nah, apabila cacing sudah menyumbat usus, maka perut si penderita akan menjadi buncit. Jika terus didiamkan akan terjadi radang usus yang membuat  usus pecah bahkan sampai menyebabkan kematian.

Cara mencegah anak cacingan

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah dijelaskan di atas, baiknya Anda sebagai orang tua selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memantau setiap aktivitas anak. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anak cacingan:

  1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Kebersihan menjadi hal paling penting untuk mencegah penyebaran telur cacing yang bisa menyebabkan anak cacingan. Langkah untuk menjaga kebersihan ini bisa dilakukan dengan cara:

  • Mulai untuk menjaga kebersihan kaki dan tangan si kecil. Caranya, ajarkan untuk rutin cuci tangandan kaki sebelum dan setelah melakukan aktivitas dengan menggunakan sabun.
  • Rutin potong kukukarena telur cacing suka berada dibagian ini.
  • Biasakan untuk menjaga kebersihan setelah buang air dengan membersihkan kemaluan dan/atau dubur dengan baik dan mencuci tangan dengan sabun
  • Hindari si kecil melakukan kebiasaan menggigit kuku yang bisa membuat beberapa kuman, bakteri atau telur cacing bisa masuk ke mulut.
  1. Memasak dengan benar

Pastikan Anda memasak bahan makanan hingga matang. Bila anak Anda akan mengonsumsi sayur dan buah mentah, pastikan Anda telah mencucinya hingga bersih. Telur cacing dapat berada di tanah yang terkontaminasi. Bila anak Anda akan mengonsumsi daging mentah, pastikan bahwa daging tersebut terjamin bebas cacing.

  1. Minum obat cacing

Jika perlu, konsultasikan ke dokter dan upayakan mengonsumsi obat cacingan yang sudah dapat diberikan pada anak mulai usia dua tahun ke atas. Pasalnya, pada usia dua tahun anak sudah bisa mengonsumsi obat cacing karena pada usia tersebut anak sudah aktif bergerak dan mulai bermain kotor-kotoran. Nantinya, si kecil mungkin akan bereaksi tidak nyaman setelah mengkonsumsi obat cacing. Tapi, obat cacing perlu diberikan untuk mencegah infeksi berulang lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat cacing yang disarankan. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store