Mencegah Depresi

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

239

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang umum terjadi di masyarakat moderen. Menurut WHO ada lebih dari 100 juta orang penderita depresi di seluruh dunia, namun kurang dari 25 % diantaranya yang pernah menerima pengobatan. Diperkirakan pada tahun 2020 depresi akan menjadi kondisi terpenting kedua di dunia setelah penyakit jantung.

Depresi sebenarnya merupakan penyakit yang mudah dideteksi. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa kesehatan jiwa bukanlah sesuatu hal yang penting. Sehingga seringkali dikesampingkan hingga diabaikan. Padahal, depresi merupakan penyakit yang bisa diobati dan penderitanya dapat sembuh seperti semula. Semakin dini suatu perawatan dilakukan pada penderita depresi semakin efektif pula perawatan tersebut.

Depresi dikaitkan dengan sebuah proses pada otak dimana diyakini terjadi perubahan bio-kimiawi dalam otak, yaitu terjadi ketidakseimbangan neurotransmiter dalam otak. Neurotransmiter adalah bahan kimia yang membantu mengirimkan sinyal dari satu sel otak ke sel otak lainnya. Neurotransmiter yang tidak seimbang ini mempengaruhi pusat pengaturan perasaan di dalam otak, sehingga menyebabkan perasaan sedih berlebihan, hingga keinginan bunuh diri.

Depresi terjadi pada semua kalangan usia. Depresi juga bisa terjadi karena faktor fisik, psikologis, lingkungan, dan genetik. Terkadang penyebab pastinya tidak diketahui, tapi ada pula penderita depresi yang menyadari pemicu dari munculnya depresi yang ia alami.

Faktor fisik dapat terjadi karena adanya penyakit tertentu, perubahan kondisi tubuh tertentu, atau dapat pula terjadi karena penyalahgunaan alkohol. Biasanya depresi akibat faktor fisik terjadi pada mereka yang didiagnosis penyakit kronis atau keganasan. Bisa juga terjadi pada mereka yang mengalami luka bakar atau kecelakaan yang mengharuskan amputasi organ tubuhnya.

Faktor lingkungan yang berpengaruh seperti adanya tekanan hidup, masalah di tempat kerja, masalah keuangan, trauma cinta, masalah rumah tangga, konfilk keluarga, dan lain-lain. Biasanya depresi karena lingkungan terjadi apabila terdapat perubahan besar yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga menciptakan rasa kehilangan, yang berujung pada depresi. Bisa juga terjadi pada permasalahan kecil yang terus menerus tertimbun sampai penderitanya merasa jenuh, tidak lagi mampu mengatasi penyebab stres yang ada, dan depresi.

Meski dapat dipicu oleh faktor fisik dan lingkungan, depresi hanya akan terjadi apabila managemen emosi pada seseorang terganggu (faktor psikologis). Managemen emosi yang rentan mengalami gangguan tidak semata-mata disebabkan oleh kebiasaan tetapi juga terdapat pengaruh dari genetik, yang menentukan kerentanan seseorang saat menghadapi penyebab stres yang ada di sekitarnya.

Berdasarkan gejala yang terjadi, depresi dibagi menjadi 3: ringan, sedang, dan berat. Depresi ringan biasanya ditandai dengan kesedihan yang berlarut atau suasa hati yang buruk setiap saat. Perasaan ini biasanya sudah tidak wajar, tidak dapat dikendalikan, dan mempengaruhi atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Depresi sedang memiliki gejala yang sama seperti depresi ringan, hanya saja, gangguan yang dirasakan lebih berat. Depresi sedang dapat disertai dengan gangguan tidur, gangguan nafsu makan (hilang nafsu makan atau nafsu makan berlebih), hingga keinginan untuk meminimalisir interaksi dengan dunia luar. Sedangkan depresi berat dapat memiliki gejala yang sama dengan depresi ringan ataupun sedang. Yang membedakan depresi berat dengan depresi yang lain adalah, keinginan penderitanya untuk mengakhiri hidupnya. Terlebih bila penderita depresi sudah melakukan beberapa kali perencanaan dan percobaan bunuh diri.

Lalu bagaimanakah cara untuk mencegah terjadinya depresi?

Depresi sebenarnya dapat dicegah dengan mempertahankan gaya hidup yang sehat, mislanya terlibat dalam aktivtas atau hobi yang sehat. Mencoba untuk mendiskusikan perasaan dengan orang lain serta menyalurkan stres Anda dengan benar merupakan salah satu cara yang dapat mencegah depresi. Jangan hanya memendam sendiri jika Anda menghadapi suatu masalah, terkadang jika berbagi dengan yang lain masalah akan terasa lebih ringan dan terasa lebih mudah untuk mencari solusinya. Yakinlah bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Tidak ada salahnya untuk bersifat lebih terbuka.

Demikian beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah depresi. Jika Anda memilki pertanyaan seputar depresi dan penanganannya, Anda dapat menghubungi dokter kami melalui aplikasi Pakdok. (EDA/STE)

Sumber:

  • Jiwo T. Mengenal Depresi. Materi bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa dan perawat pendamping. Juni 2012.
  • Dirgayunita A. Depresi : Ciri, Penyebab dan Penanganannya. Jurnal An-nafs : Kajian dan Penelitian Psikologi. Juni 2016

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store