Mencegah Diare

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

488

Diare adalah suatu penyakit yang biasanya ditandai dengan perut mulas, meningkatnya frekuensi buang air besar, dan konsentrasi tinja yang encer. Tanda-tanda diare dapat bervariasi sesuai tingkat keparahannya. Terkena diare sangatlah tidak nyaman, karena kita terpaksa menuju ke toilet berkali-kali. Belum lagi dengan rasa mulas dan lemas akibat diare itu sendiri.

Meski sering terjadi, diare tidak bisa dianggap remeh! Diare merupakan salah satu penyakit yang berbahaya karena pada saat seseorang terkena diare, tinja yang dikeluarkan encer, dan mengandung cairan. Sehingga seseorang yang menderita diare dapat meninggal karena kekurangan cairan (dehidrasi). Itulah mengapa, pada orang diare, sangat penting untuk memastikan bahwa orang tersebut minum lebih banyak cairan dari biasanya.

Selain dapat menyebabkan kematian, diare dianggap berbahaya karena diare sangat mudah menular. Mengapa demikian? Diare merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan. Hal ini dikarenakan kuman penyebab diare dapat tumbuh pada lingkungan yang kotor dan dengan mudah mengontaminasi makanan, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Secara garis besar penularan diare dapat terjadi melalui :

  • Makanan yang terkontaminasi dengan bakteri yang dibawa oleh lalat yang hinggap pada tinja, karena buang air besar tidak di jamban. Kuman penyebab diare biasanya berkembang biak pada kotoran manusia ataupun hewan yang ada di lingkungan. Pada masyarakat yang belum memiliki kebiasaan untuk membuang air besar di jamban, kuman penyebab diare dapat dengan mudah berkembang biak dan dibawa oleh lalat yang hinggap. Selanjutnya lalat inilah yang akan menularkan kuman penyebab diare pada makanan atau tempat manapun yang dihinggapinya.
  • Air minum yang tidak direbus sampai mendidih. Selain pada kotoran hewan dan manusia, kuman penyebab diare juga dapat tumbuh dan terbawa oleh air yang terkontaminasi oleh kotoran tersebut. Hal ini biasanya terjadi pada sumber air yang letaknya berdekatan dengan septic tank yang menjadi tempat penampungan WC. Itulah mengapa, sangat penting untuk merebus air hingga mendidih, untuk membunuh kuman penyebab diare yang mungkin ada pada air tersebut.
  • Air sungai yang tercemar karena orang diare buang air besar di sungai yang digunakan untuk mencuci bahan makanan, peralatan dapur, sikat gigi, dan lain-lain.
  • Tangan yang terkontaminasi dengan bakteri, karena sesudah buang air besar tidak mencuci tangan dengan sabun.

Melihat hal tersebut di atas jelaslah bahwa penyebab diare berhubungan langsung dengan kondisi lingkungan dan kebiasan kita sehari-hari. Mencegah diare pada prinsipnya adalah dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat, seperti :

  • Membiasakan mencuci tangan dengan sabun setiap selesai buang air besar, sebelum makan atau menyiapkan makanan
  • Buang air besar dijamban
  • Menggunakan air dari sumber terlindung agar terhindar dari pencemaran
  • Merebus air hingga mendidih dan memasak makanan hingga matang
  • Mencuci bahan masakan sebelum diolah
  • Menutup makanan dengan tudung saji
  • Mencuci alat makan dengan air bersih
  • Bila yang diare bayi, cuci botol dan alat makan dengan air panas/mendidih

Jadi tunggu apalagi, mulailah menerapkan pola hidup bersih dan sehat mulai sekarang. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store