MENCEGAH KECELAKAAN KERJA

30

Menurut data Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO), setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja. Selain itu, 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja.

Tempat kerja yang aman dan sehat dapat membantu setiap orang melakukan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien. Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dan banyak terdapat bahaya, kerusakan dan absen sakit tak terhindarkan, mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pekerja dan produktivitas berkurang bagi perusahaan.


Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja terjadi yaitu:

  • Buat kegiatan pencegahan kecelakaan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. Sebelum bekerja pastikan peralatan kerja dalam keadaan baik termasuk alat pelindung diri yang diperlukan.
  • Segera laporkan bila menemukan hal yang tidak aman ke supervisor/atasan terdekat.
  • Hindari bersenda gurau ditempat kerja. Jangan menggunakan peralatan kerja sebagai bahan lelucon karena terkadang dapat membahayakan.
  • Ikuti Instruksi/Petunjuk kerja/Prosedur
  • Buat saran perbaikan
  • Rapikan tempat kerja. Tempat kerja dengan barang-barang yang berserakan  dan tidak dirapikan setelah selesai bekerja dapat menjadi sumber kecelakaan.
  • Menggunakan pakaian dan asesoris yang sesuai. Pakaian atau alat-alat kerja yang dibawa juga berpotensi menimbulkan celaka, misalnya menggunakan perhiasan (cincin/jam tangan) dapat berbahaya saat bekerja dengan alat listrik.

Bagi pemilik industri, beberapa hal yang penting dalam meningkatkan aspek kesehatan dan keselamatan para pekerjanya antara lain:

  • Pahami risiko yang mungkin muncul. Langkah ini dinamakan penilaian risiko (risk assessment). Setelah mengetahui risiko yang mungkin muncul, selanjutnya pikirkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi para pekerja di lokasi kerja.
  • Percayakan pada pihak yang kompeten. Orang-orang yang kompeten dalam hal ini biasanya telah mendapatkan keterampilan dan lisensi dari lembaga yang berwenang.
  • Deskripsikan dengan jelas. Gambarkan dengan jelas mengenai tugas masing-masing pihak dalam mengelola hal-hal terkait kesehatan dan keselamatan kerja di lokasi kerja.
  • Lakukan pembinaan dan berikan pengetahuan yang cukup kepada pekerja. Pemilik atau pengurus industri wajib memberikan pembinaan, khususnya kepada tenaga kerja baru, seperti pengenalan lingkungan kerja, tugas dan tanggung jawab, pembinaan dalam pencegahan kecelakaan, cara memadamkan kebakaran, dsb.
  • Sediakan fasilitas tempat bekerja yang layak.

Partisipasi semua pihak diperlukan agar angka kecelakaan kerja dapat menurun. Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja harus dibudayakan agar dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Ingat, mencegah terjadinya kecelakaan tentu lebih baik daripada mengobatinya. (PK)

Referensi:

ILO Jakarta. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sarana untuk Produktivitas. 2013

BPJS Ketenagakerjaan. Angka Kasus Kecelakaan Kerja Menurun. 2015

International Labour Organization. International Labour Standards on Occupational Safety and Health.