Mencegah Penularan TBC

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

113

Tuberkulosis atau TBC merupakan suatu penyakit menular akibat infeksi bakteri pada paru-paru. Bakteri penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis, menyebar ketika penderita TB mengeluarkan dahak atau cairan liur dari mulutnya yang berisi kuman tersebut ke udara, misalnya saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, meludah, atau bahkan tertawa dan kemudian dihirup oleh orang lain di sekitarnya.

Mengetahui cara penularan sangat penting, agar penderita menjauhi atau meminimalisir hal-hal yang bisa membuat orang lain ketularan, terutama orang-orang terdekat yang hidup bersama satu atap dengannya. Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan yang berpotensi menularkan kuman TB Paru pada orang lain:

  1. Batuk/bersin tidak ditutup dengan cara yang benar. Saat batuk atau bersin, tutuplah dengan sapu tangan, tisu, atau kalau tidak ada maka benamkan muka ke arah lengah kita sendiri. Ingat, jangan ditutup dengan tangan! Kuman bisa berpindah ke tangan Anda dan kemudian berpindah lagi ke orang lain saat Anda berjabat tangan atau memegang mereka. Bagi penderita TB paru, dia wajib mengenakan masker saat berada di tempat umum untuk menghindari tersebarnya kuman.
  2. Meludah atau buang dahak sembarangan. Sama halnya dengan batuk/bersin di tempat umum, hindarilah meludah/buang dahak sembarangan, apalagi jika kita tahu bahwa di dalamnya terdapat kuman yang bisa menulari orang lain. Meludahlah di toilet dan jangan lupa di siram sesudahnya sampai terbilas bersih.
  3. Menggunakan barang-barang pribadi secara bersama-sama, terutama yang memungkinkan kontak langsung dengan cairan dari sumber penderita. Misal, menggunakan sendok bareng-bareng saat makan, minum dari gelas yang sama berbarengan, dsb. Tapi barang-barang tersebut bisa tetap digunakan oleh orang lain setelah dibersihkan kembali.
  4. Jarang membuka jendela. Kuman penyebab TB umumnya dapat bertahan hidup di udara bebas selama satu sampai dua jam, tergantung dari ada tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan ventilasi. Pada kondisi gelap, lembap, dan dingin, kuman TB dapat bertahan berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan. Namun, bakteri TB bisa langsung mati jika terpapar oleh sinar matahari langsung. Maka, bukalah jendela dan tirai Anda ketika cuaca cerah. Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan untuk membunuh kuman-kuman TBC yang mungkin bersemayam dalam rumah Anda. Ketika Anda membuka jendela, sirkulasi udara pun dapat membantu mendorong kuman-kuman keluar rumah sehingga mereka mati ketika terpapar sinar ultraviolet dari sinar matahari.

Salah satu faktor penentu seseorang bisa tertular TBC atau tidak adalah seberapa kuat sistem pertahanan tubuh dan kebersihan diri seseorang. Semakin kuat daya tahan tubuh Anda, semakin kecil kemungkinannya untuk tertular TB. Maka dari itu, jaga selalu kesehatan dengan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, dan jaga kebersihan. (EM/STE/CM)

Daftar Pustaka

  1. PEDOMAN PENATALAKSANAAN TB (KONSENSUS TB) http://klikpdpi.com/konsensus/Xsip/tb diakses pada 15 September 2018
  2. Understanding Tuberculosis http://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics?page=1 diakses pada 15 September 2018

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store