Mencegah TB Sejak Dini

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

214

Penyakit Tubercolosis yang lebih sering disebut dengan TBC atau TB, tidak awam di masyarakat sebagai penyakit infeksi paru. TB adalah salah satu penyakit infeksi yang sangat menular yang sering menyerang jaringan paru dan dapat menyebar ke jaringan lain seperti jaringan tulang dan otak. Penyakit ini dapat menyerang orang dari berbagai umur. Berikut simak orang dengan faktor risiko terkena TB, cara penularan, dan cara pencegahan TB.

Orang- orang dengan faktor risiko terkena TB

TB adalah salah penyakit infeksi yang sangat menular namun tidak secara langsung. Ketika bakteri TB masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut dapat melalui fase tertidur terlebih dahulu, yaitu dimana bakteri tersebut tetap berada di dalam tubuh namun tidak aktif berkembang biak dan tidak menyerang tubuh yang ditempatinya. Fase tertidur bisa berkahir dan akhirnya bakteri TB aktif menyerang ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Kuatnya sistem kekebalan tubuh merupakan faktor utama penentu seseorang terkena ataupun tertular TB. Semakin kuat sistem kekebalan tubuh seseorang maka semakin kecil risiko orang tersebut terkena TB. Diantaranya orang yang memiliki faktor risiko terkena TB yaitu:

  • Anak – anak
  • Lansia
  • Penderita kanker
  • Penderita kencing manis
  • Penderita HIV/AIDS
  • Penderita penyakit autoimun
  • Orang yang tinggal dilingkungan penderita TB
  • Orang dengan sanitasi dan higenitas rendah

Cara penularan TB

TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut menyebar melalui udara, kemudian keluar dari tubuh penderita TB melalui cairan liur atau dahak yang keluar ke udara ketika batuk, bersin, meludah, berbicara, dan tertawa. Kemudian udara yang tercemar bakteri tersebut  terhirup oleh orang lain disekitar penderita. Bakteri TB dapat bertahan lama di udara lembap atau tidak terkena paparan sinar matahari. Di ruangan dengan udara lembap terutama dengan AC bakteri TB dapat bertahan kurang lebih 8 hari.

Ketika seseorang menghirup udara yang tercemar bakteri TB, orang tersebut tidak lantas langsung sakit. Bila orang tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik dan kuat maka bakteri tersebut akan dilawan. Bakteri tersebut akan mengalami fase tertidur di jaringan paru bila sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan. Ketika fase tertidur, kuman tidak menimbulkan penyakit pada tubuh ditempati dan tidak menginfeksi orang lain. Bakteri tersebut akan menyerang tubuh yang ditempati ketika sistem kekebalan tubuh rendah.

Cara pencegahan TB

TB merupakan salah satu penyakit infeksi paru-paru yang sangat menular, namun bukan berarti penderita TB harus kita asingkan dari masyarakat. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan penderita dan masyarakat unuk mencegah penularan TB:

  • Etika ketika batuk dan bersin

Penderita TB harus menutup mulutnya ketika bersin atau batuk dimapun berada. Namun jangan menutup mulut dengan tangan karena bakteri dapat berpindah dari tangan penderita ke tangan orang lain ketika ada kontak langsung. Penderita sebaiknya menggunakan tisu yang langsung dibuang di tempat sampah atau sapu tangan pribadi untuk menutup mulut. Lalu setelah itu cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer. Bila tidak ada tisu atau sapu tangan, penderita dapat menutup mulut dengan cara memalingkan muka ke sisi lengan dalam atau siku dalam tangan .

  • Pakai masker

Ketika di tempat umum penderita harus menggunakan masker penutup mulut untuk mencegah penularan yang lebih luas. Untuk orang yang tinggal serumah atau kontak langsung dengan penderita sebaiknya juga menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut

  • Biasakan cuci tangan

Bagi penderita bila tidak sengaja terkena cairan dahak maupun liur sebaiknya segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, bila tidak ada dapat mebersihkan tangan dengan hand sanitizer. Begitupula dengan orang yang kontak langsung dengan penderita sebaiknya mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan penderita.

  • Buang dahak dan meludah pada tempatnya

Ketika ingin buang dahak atau meludah segeralah pergi ke kamar mandi. Buang dahak atau meludah harus dilakukan dikamar mandi dan harus disiram hingga terbilas bersih karena bila membuang sembarangan di tempat umum, bakteri yang terdapat dalam ludah dapat menyebar keudara lalu udara tersbut terhirup orang sekitarnya. Ketika keadaan tidak memungkinkan untuk ke kamar mandi, maka buang dahak atau meludahlah diselokan yang mengalir.

  • Rumah cukup sinar matahari dan sirkulasi baik

Bakteri TB umumnya bertahan di udara bebas selama satu sampai dua jam, hal tersebut tergantung dari kecukupan ada atau tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan sirkulasi udara. Di ruangan dengan udara lembap terutama dengan AC bakteri TB dapat bertahan kurang lebih 8 hari Bakteri TB pada air liur yang mengering tanpa sinar matahari, masih dapat menginfeksi hingga 10 minggu. Sedangkan ketika bakteri TB terpapar sinar matahari secara langsung dalam waktu beberapa jam bakteri tersebut akan mati. Maka betapa pentingnya memastikan tempat tinggal kita cukup mendapat sinar matahari dan sirkulasi udaranya berjalan dengan baik. Untuk penderita disarankan untuk berjemur dibawah sinar matahari pagi. (LAM/CM)

Sumber:

  1. https://tbonline.info/posts/2016/3/31/description-tb-germ-mycobacterium-tuberculosis-1/
  2. https://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2063771/

Buku Ajar Ilmu Kedokteran Paru Fakultas Kedokteran Universitas Airlan


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store