Mendengarkan Musik Tanpa Resiko Gangguan Pendengaran

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

273

Tidak bisa dipungkiri, arus musik di dunia semakin berkembang pesat. Anak-anak muda tidak hanya menggandrungi lagu-lagu lokal, namun juga lagu Barat hingga K-pop dan J-pop. Penggunaan alat-alat audio personal seperti headphone atau earphone hampir tidak pernah absen dari kegiatan sehari-hari. Di halte bus, di sekolah, di lingkungan sekitar kita, hampir setiap orang menggunakan alat tersebut agar tidak mengganggu dan tidak diganggu oleh suara dari luar. Padahal sebenarnya, amankah penggunaan alat-alat audio itu bagi fungsi pendengaran kita?

Hampir 50% orang berusia 12–35 tahun mendengarkan musik dengan menggunakan alat audio personal dalam volume tinggi. Hal ini menyebabkan risiko penurunan fungsi pendengaran juga meningkat bersamaan dengan bertambahnya kemudahan untuk mengakses musik dan mendengarkannya dalam waktu yang lama (WHO, 2015).

Bagaimana Bisa?

Terpaparnya telinga kita dengan suara keras dapat membuat sel-sel sensoris pendengaran mengalami kelelahan. Apabila sel-sel ini lelah, gangguan sementara fungsi pendengaran seperti suara berdenging bisa saja tiba-tiba muncul. Biasanya, gangguan ini dialami oleh seseorang yang baru saja keluar dari gedung konser. Terkadang, gejala seperti ini tidak terlalu terlihat karena tidak terlalu membuat kita tidak paham akan pembicaraan orang lain. Akan tetapi, kerusakan fungsi pendengaran tetap bisa dideteksi dengan alat pengukur pendengaran bernama audiometri. Penggunaan alat audio yang kurang baik dalam jangka lama dapat memicu presbiakusis (penurunan fungsi pendengaran karena faktor usia).

Berapa Batas Amannya?

Batas pendengaran yang aman bergantung pada seberapa keras dan seberapa lama kita terpapar sebuah suara. World Health Organization (WHO) menetapkan batas aman pendengaran adalah maksimal 85 desibel selama 8 jam. Alat audio biasanya bisa mengeluarkan suara dalam kisaran 75 hingga 136 desibel, sehingga kita harus mengatur sendiri agar suara yang kita dengar tidak membahayakan. Semakin keras suara, semakin berkurang waktu yang aman untuk mendengar suara tersebut.

Lalu, seberapa keraskah 85 desibel itu?

Kita bisa memperkirakan skala tersebut dengan mendengarkan percakapan orang di sebelah kita saat menggunakan alat audio personal. Apabila orang lain harus menaikkan suaranya agar bisa berkomunikasi dengan kita, musik kita telah melebihi ambang batas aman pendengaran. Selain itu, kita harus segera mengecilkan volume apabila telinga terasa sakit dan muncul sensasi berdenging.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menjaga Telinga Tetap Sehat Walau Suka Mendengarkan Musik?

  • Gunakan smartphone yang memberi peringatan otomatis sebelum kita menaikkan volume di atas ambang batas. Fitur ini telah ditambahkan pada smartphone akhir-akhir ini. Namun apabila telepon genggam Anda masih belum memilikinya, Anda bisa meng-install aplikasi sound meter atau decibel detector untuk memantau angka desibel yang ditampilkan ketika sedang menyetel musik. Atau jika cara ini dirasa kurang praktis, putar saja musik Anda dengan volume di bawah 60% dari volume maksimal.
  • Gunakan headphone yang kedap suara saat berada di keramaian. Disadari atau tidak, suara luar yang terlalu kuat membuat kita ingin menaikkan volume musik. Dengan berkurangnya suara luar, berkurang pula kemungkinan telinga terpapar volume tinggi. Sebaiknya pasanglah volume yang tepat sebelum Anda keluar dari rumah, dan jangan naikkan lagi ketika Anda sampai di tengah keramaian.
  • Apabila muncul gejala seperti telinga berdenging, kesulitan mendengar suara telepon atau alarm, atau kesulitan memahami percakapan via telepon, segera periksakan kepada dokter.

Selamat mendengarkan musik favorit Anda dengan aman! (BSD/CM)

Daftar Pustaka

World Health Organization. 2015. Hearing loss due to recreational exposure to loud sounds: a review. [e-book] Tersedia di <http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/154589/9789241508513_eng.pdf?sequence=1> [Diakses 22 Agustus 2018]


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store