MENGAPA BANYAK ORANG BERALIH KE OBAT HERBAL?

63

Di era modern seperti sekarang masih banyak masyarakat yang memilih pengobatan tradisional atau obat herbal dengan pengobatan modern yang notabene menggunakan obat kimia sebagai salah satu terapinya. Mungkin banyak orang berpikir bahan kimia lebih banyak bahayanya bila dikonsumsi dibanding bahan alami yang dipikir lebih aman. Padahal kenyataan tidaklah sesederhana itu. Sekarang ini istilah obat herbal sudah berubah menjadi obat bahan alami (OBA). Sumber OBA didefinisikan bersumber dari bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang khasiatnya bukan hanya berdasarkan informasi empiris melainkan diperoleh juga melalui penelitian di masa kini. Bedasarkan keputusan BPPOM tentang Ketentuan Pokok Pengelompokkan dan Penandaan Obat Bahan Alam Indonesia, dibagi dalam tiga kategori berdasarkan cara pembuatan, klaim penggunaan dan tingkat pembuktian khasiatnya, yaitu Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka.

  • Jamu

Diproduksi dengan cara sederhana serta alat yang sederhana dan bahan dasarnya belum tersandar. Sedangkan untuk klaim khasiatnya dibuktikan secara turun-temurun tetapi tidak boleh mengklaimmenyembuhkan suatu penyakit.

  • Obat Herbal Terstandar

Bahan dasarnya telah distandarisasi dan diproduksi di fasilitas yang modern dan klaim khasiatnya dibuktikan secara ilmiah yaitu melalui uji pre-klinik (menggunakan hewan coba).

  • Fitofarmaka

Bahan dasarnya sudah tersandarisasi dan diproduksi dengan menggunanakan fasilitas produksi yang telah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Untuk klaim khasiatnya dibuktikan secara ilmiah denga uji pre-klinik dan uji klinik (diuji coba pada manusia). Sayangnya jumlah produk fitofarmaka di Indonesia masih sangat kurang, mungkin karena ketatnya persyaratan untuk menjadikan suatu OBA menjadi kategori fitofarmaka. Ketatnya persyaratan karena fitofarmaka dapat setara dengan obat sintetis modern atau obat kimia dan bisa diresepkan oleh dokter.

Di masyarakat banyak beredar OBA yang belum terstandarisasi namun mengklaim dapat meyembuhkan berbagai penyakit. Dikemas dengan sedemikian menarik, pemasaran yang memikat dan diimbuhi testimoni pemakaian yang membawa kesembuhan lebih cepat, sering kali membuat masyarakat tergiur. Apalagi ditambah ke khawatiran masyarakat akan obat kimia yang dipikir merusak ginjal. Apa benar konsumsi obat kimia dapat merusak ginjal ? Setiap obat yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda akan melewati ginjal Anda. Jika obat yang Anda konsumsi tidak diminum sesuai petunjuk dari dokter, hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Tidak hanya obat kimia atau obat sintetis yang melewati ginjal, OBA pun akan melewati ginjal. Maka dari itu OBA pun akan membahayakan ginjal Anda, terlebih bila Anda tidak mengetahui komposisi zat aktif yang terkandung di dalamnya.

Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih OBA yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut terstandarisasi. Selain itu bila Anda juga mengkonsumsi obat pemberian dari dokter, sebaiknya diskusikan dahulu ke dokter Anda. Jadi jangan pernah khawatir untuk konsumsi obat kimia atau obat sintetis, selama obat tersebut Anda konsumsi sesuai resep dan anjuran dokter. (LAM)

REFRENSI

Wachtel-Galor S, Benzie IFF. Herbal Medicine: An Introduction to Its History, Usage, Regulation, Current Trends, and Research Needs. In: Benzie IFF, Wachtel-Galor S, editors. Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects. 2nd edition. Boca Raton (FL): CRC Press/Taylor & Francis; 2011. Chapter 1. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92773/

https://www.kidney.org/atoz/content/drugs-your-kidneys

https://americanaddictioncenters.org/health-complications-addiction/renal-system

Akkina, S. K., Ricardo, A. C., Patel, A., Das, A., Bazzano, L. A., Brecklin, C., … Lash, J. P. (2012). Illicit drug use, hypertension, and chronic kidney disease in the US adult population. Translational research : the journal of laboratory and clinical medicine160(6), 391–398. doi:10.1016/j.trsl.2012.05.008

http://jdih.pom.go.id/produk/PERATURAN%20MENTERI/Permenkes_006-2012_Industri_Usaha_Obat_Tradisional1.pdf

http://farmalkes.kemkes.go.id/?wpdmact=process&did=Mjc4LmhvdGxpbms=

http://farmalkes.kemkes.go.id/?wpdmact=process&did=NDAxLmhvdGxpbms=

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/0f79c797b6756c7aba83bf7bf577170e.pdf

Yuan, H., Ma, Q., Ye, L., & Piao, G. (2016). The Traditional Medicine and Modern Medicine from Natural Products. Molecules (Basel, Switzerland)21(5), 559. doi:10.3390/molecules21050559

https://sireka.pom.go.id/requirement/HK.00.05.41.1384-2005.pdf