MENGAPA MINYAK IKAN BAIK UNTUK KESEHATAN OTAK?

16

Memiliki otak yang cerdas merupakan keinginan semua orang. Minyak Ikan dikenal dapat meningkatkan kecerdasan otak. Apakah benar demikian? Minyak ikan berasal dari jaringan ikan yang kaya asam lemak omega-3. Termasuk didalamnya ada asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam decosuhexaenoic (DHA).  Kedua kandungan ini merupakan contoh asam lemak tak jenuh atau PUFA. Sebuah studi epidemiologi pernah dilakukan untuk melihat pengaruh konsumsi minyak ikan dengan penyakit Alzeimer. Penyakit Alzeimer adalah salah satu bentuk demensia atau penyakit degeneratif pada otak yang umumnya menyerang orang tua. Penyakit ini dicirikan dengan kebingungan, disorientasi, sulitnya mengingat sesuatu, hingga gangguan bicara. Orang yang makan rendah PUFA berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Penderita Alzeimer memiliki kadar asam lemak yang rendah dalam otak mereka.

Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa memakan makanan laut hanya satu kali selama seminggu dalam waktu 12 bulan dikaitkan dengan penurunan daya ingat dan kecepatan berfikir. Makanan laut dalam penelitian ini adalah berbagai jenis ikan termasuk udang, lobster, atau kepiting. American Stroke Association sudah merekomendasikan makan ikan dua kali seminggu untuk kesehatan pembuluh darah. Di otak juga terdapat pembuluh darah, maka dengan mengonsumsi ikan juga akan menyehatkan pembuluh darah yang ada di otak.

DHA penting untuk memelihara fungsi otak normal. Berdasarkan penelitian, asam lemak ini mampu menjaga kesehatan membran sel saraf dan memfasilitasi komunikasi antar sel di otak. Pembentukan EPA dan DHA rendah di dalam otak, hal ini menunjukkan bahwa otak mempertahankan kadar melalui penyerapan dari makanan. Pada percobaan di lab, tikus yang diberi makanan tanpa asam lemak omega-3 akan memiliki jumlah DHA dalam otak yang lebih sedikit dan mereka cenderung mengalami defisit pembelajaran dan lebih lama dalam mengingat.

Itulah manfaat dari minyak ikan bagi kesehatan otak. Namun hingga saaat ini belum ada rekomendasi resmi berapa banyak omega-3 dari minyak ikan yang perlu dikonsumsi. Jumlah yang digunakan dalam penelitian masih bervariasi. Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat menetapkan maksimal asupan omega-3 perhari adalah 3.000 mg. Sedangkan Eropa menetapkan tidak lebih dari 5.000 mg per hari. Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyarankan kebutuhan minyak ikan 500 mg perhari pada usia 0-11 bulan, 700 mg usia 1-3 tahun, 900 mg usia 4-9 tahun, dan 10 tahun keatas dapat mengonsumsi 1000-1200 mg per hari. Jika anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen minyak ikan, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter anda telebih dahulu. (ITA)

Sumber:

Dyall, S. 2015. Long-chain omega-3 fatty acids and the brain: a review of the independent and shared effects of EPA, DPA, and DHA. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4404917/ 27 Juli 2019.

Pearson, K. 2017. How Omega-3 fis oil affects your brain and mental health.https://www.healthline.com/nutrition/omega-3-fish-oil-for-brain-health 27 Juli 2019.