Mengapa Remaja Suka Memberontak?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

139

Punya anak remaja? Pasti sudah terbiasa dengan sifat mereka yang suka melawan dan terkadang memberontak. Masa-masa dimana remaja memberontak merupakan suatu proses alamiah yang banyak dilalui seorang anak meuju masa kedewasaan. Tak jarang ini menjadi beban tersendiri bagi orangtua yang mengharapkan anak mereka menjadi penurut dan tidak berulah. Namun, tidak semua pemberontakan penyebabnya sama. Berbeda usia, berbeda juga alasannya mengapa mereka memberontak. Berikut ulasan mengapa remaja cenderung memberontak.

Usia 13-15 tahun merupakan masa remaja yang berada dalam masa sekolah menengah pertama. Kebanyakan remaja memberontak disebabkan oleh ulah mereka “mencoba-coba” untuk mencari jati dirinya. Respon dan cara yang baik untuk menanggapi perilaku anak diusia ini adalah dengan membiarkan mereka menerima konsekuensi dari perbuatan mereka. Lalu, setelah anak menerima hukuman atau konsekuensinya, ini saatnya Anda berikan panduan positif, jangan menyalahkan, dan lebih membicarakan ke arah masukan yang positif. Dengan demikian anak akan belajar menyelesaikan masalah dan bertanggungjawab akan keputusan yang mereka pilih.

Pada saat remaja memasuki usia 15-18 tahun, pengertian orangtua terhadap perkembangan masa tumbuh kembang anak di masa remaja sangat diperlukan. Pasalnya, beberapa kasus menyatakan beberapa remaja memberontak akibat masa remaja awal mereka tertunda. Maksudnya adalah orangtua “mamaksa” anaknya untuk selalu berpikir atau berperilaku seperti yang orang tua inginkan, sehingga pada akhirnya tidak mendapatkan kebebasan ide atau perilaku mereka. Penundaan masa memberontak ini dapat menjadi perilaku negatif dikemudian hari, karena saat usia lebih dewasa dimana mereka seharusnya telah bisa bersikap dewasa, mereka masih ingin mencoba dan memiliki jiwa pemberontak layaknya remaja.

Selain itu, penyebab rasa berontak dapat muncul karena jiwa ingin tahu anak yang Anda batasi dahulu, sudah tidak bisa dibendung lagi. Tidak jarang juga, peberontakan terjadi tiba-tiba dan tidak disangka-sangka. Sayangnya, risiko dari usia remaja memberontak ini akan sangat berbahaya.

Disarankan untuk para orangtua untuk membiarkan anak berekspresi bebas (dalan tahapan wajar), sembari menyisipkan tanggung jawab yang sepadan. Pada usia remaja, Anda dapat mencoba melatih anak dengan sistem punishment and reward untuk tetap mengarahkan mereka sembari memberikan kebebasan pada mereka untuk mencoba hal-hal baru. Usahakan juga menjadi sahabat untuk mereka, sehingga Anda dapat menjadi tempat bercerita utama mereka di usia mereka yang labil. Jika ada pertengkaran antara Anda dan anak, tetap berikan empati jangan jadikan anak sebagai musuh. Anda dapat memberikan waktu pada diri Anda dan anak Anda supaya emosi lebih dapat diatur sebelum kemudian membicarakan dengan tenang mengenai pertengkaran atau perbedaan pendapat yang terjadi. Terakhir Anda bisa memberikan arahan dan masukan yang jelas tentang keputusan dan risiko yang Anda prediksi dari keputusan yang hendak anak Anda ambil. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store