Mengapa Saya Selalu Merasa Lapar?

136

Jika Anda selalu stress, kurang tidur, atau sering nongkrong di bar; maka gaya hidup Andalah yang mungkin menjadi penyebab dari mengapa Anda terus merasa lapar.

Selain berbagai iklan makanan yang menggoda, gaya hidup tidak sehat seperti sering mengkonsumsi minuman beralkohol, kurang tidur, dan menonton televisi dalam waktu lama dapat membuat seseorang mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada yang diperlukan oleh tubuh.

Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membuat nafsu makan Anda meningkat sehingga Anda pun makan secara berlebihan.

 

1.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Menurut sebuah penelitian di Amerika, minuman beralkohol merupakan kontributor terbesar untuk makan secara berlebihan setelah menonton televisi. Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar ghrelin, sejenis hormon yang berfungsi untuk membuat Anda merasa lapar. Jadi, jangan terkejut bila Anda menyadari bahwa Anda makan lebih banyak daripada biasanya saat mengkonsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol saat makan juga dapat membuat Anda merasa lapar kembali setelah makan.

 

2.      Terlalu Lama Menonton Televisi

Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang menonton televisi selama lebih dari 2 jam setiap harinya cenderung memiliki berat badan berlebih. Hal ini dikarenakan mereka biasanya mengkonsumsi lebih banyak makanan tinggi kalori dan minuman manis dibandingkan dengan orang yang menonton televisi kurang dari 1 jam setiap harinya.

 

3.      Kurang Tidur

Saat seseorang kurang tidur, ia tidak hanya akan merasa sangat lelah di keesokkan harinya, tetapi juga makan lebih banyak. Menurut sebuah penelitian di Amerika, seseorang yang tidur selama 5.5 jam di malam hari akan mengkonsumsi 221 kalori lebih banyak di keesokkan harinya dibandingkan dengan orang yang tidur selama 8.5 jam. Dengan demikian, Anda dapat mengalami peningkatan berat badan sebanyak 500 gram setelah kurang tidur selama 2 minggu.

Hal ini dikarenakan kurang tidur akan menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon leptin, sejenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu seseorang bahwa ia telah merasa kenyang; dan peningkatan kadar hormon ghrelin, sejenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu seseorang bahwa ia merasa lapar. Kombinasi ini tentu saja akan membuat nafsu makan Anda meningkat.

Selain itu, kurang tidur juga dapat menstimulasi bagian otak tertentu yang berfungsi untuk menghubungkan antara rasa puas dengan makanan.

 

4.      Melihat Gambar Berbagai Jenis Makanan

Melihat gambar berbagai jenis makanan tentunya akan membuat Anda ingin makan. Hal ini dikarenakan melihat berbagai jenis gambar makanan enak akan menstimulasi bagian otak yang berfungsi untuk mengatur “pemberian hadiah” dan membuat Anda makan secara berlebihan.

Selain itu, melihat gambar berbagai jenis makanan juga akan menyebabkan peningkatan kadar hormon lapar, ghrelin, bahkan bila Anda baru selesai makan.

Jika Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka Anda pun akan sangat mudah tergoda oleh gambar berbagai jenis makanan. Menurut sebuah penelitian, seseorang yang sedang berdiet akan mengkonsumsi 60 kalori lebih banyak setelah menonton program televisi yang menanyangkan tentang berbagai makanan manis. Sementara itu, orang yang tidak sedang berdiet biasanya akan mengkonsumsi jumlah kalori yang sama, baik ia sedang menonton televisi atau tidak.

 

5.      Pergi Makan Bersama Teman

Saat Anda pergi makan bersama teman-teman Anda, maka Anda pun cenderung mengikuti perilaku teman Anda tersebut. Jadi bila teman Anda memesan steak, maka kemungkinan besar Anda pun akan melakukan hal yang sama dan melupakan program diet Anda. Apalagi bila Anda sedang berusaha untuk memberikan kesan baik pada pasangan kencan Anda.

 

6.      Tidak Sarapan

Menurut sebuah penelitian di Amerika, orang yang tidak sarapan memiliki resiko 4.5 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami obesitas. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan tidak sarapan dapat menyebabkan metabolisme tubuh Anda melambat, membuat Anda merasa lapar, membuat tubuh Anda menyimpan lemak sebagai cadangan energi, dan membuat Anda makan lebih banyak di siang atau malam hari.

Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa anak remaja yang mengkonsumsi sereal dan susu (sekitar 500 kalori) saat sarapan setiap harinya selama 3 minggu mengatakan bahwa mereka merasa tidak terlalu lapar di saat makan siang dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan.

 

7.      Makan Terlalu Cepat

Makan terlalu cepat dapat membuat Anda merasa kurang atau bahkan tidak puas. Saat Anda makan terlalu cepat, maka lambung Anda tidak memiliki cukup waktu untuk melepaskan berbagai jenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu otak Anda bahwa Anda telah kenyang. Jadi, semakin lama Anda makan, maka semakin kenyanglah perut Anda nantinya.

 

8.      Membeli Cemilan Berukuran Kecil

Membeli cemilan berukuran kecil mungkin dapat berpengaruh buruk bagi lingkar perut Anda, bahkan lebih buruk daripada dugaan Anda. Saat mengkonsumsi cemilan tinggi kalori yang berukuran kecil, maka seseorang cenderung makan lebih banyak daripada bila mereka mengkonsumsi cemilan tinggi kalori yang berukuran besar.

 

9.      Terlalu Lelah Bekerja

Menurut sebuah penelitian di Amerika, atasan yang menyebalkan atau pekerjaan yang terlalu banyak ternyata juga dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 230 orang wanita yang merasa sangat kelelahan akibat pekerjaannya dan menemukan bahwa mereka cenderung lebih sering makan karena emosi atau makan secara tidak terkendali dibandingkan dengan wanita lainnya yang merasa puas dengan pekerjaannya.

 

10.  Kecanduan Diet Soda

Walaupun tertulis kata “diet” pada kalengnya, minuman soda ini ternyata justru dapat membantu meningkatkan berat badan seseorang. Hal ini dikarenakan minuman tersebut mengandung pemanis buatan yang akan mengganggu kemampuan otak untuk mengendalikan porsi makan Anda.

 

Sumber: fitbie