MENGAPA TIBA-TIBA PUSING SAAT BANGUN TIDUR?

81

Pusing saat bangun tidur atau dari perubahan  posisi, atau dalam bahasa medis sering dikenal sebagai hipotensi ortostatik, adalah kondisi akibat penurunan tekanan darah dari posisi sebelumnya yang tidur atau terlentang sebagai akibat respon fisiologis yang tidak memadai terhadap pengurangan aliran balik dari pembuluh darah saat perubahan posisi terjadi.

Secara normal, respon hemodinamik terhadap perubahan posisi memerlukan fungsi optimal dari sistem kardiovaskular dan saraf otonom dari otak. Dalam posisi berdiri, terdapat pengumpulan darah sekitar 500 hingga 1.000 mL di anggota gerak bawah, sehingga terjadi respon saraf simpatis yang mengakibatkan peningkatan resistensi pembuluh darah tepi, aliran balik vena, dan curah jantung, sehingga hasil akhirnya adalah terbatasnya penurunan tekanan darah. Namun pada hipotensi ortostatik, kompensasi tersebut gagal sehingga terjadi penurunan tekanan darah yang terlalu curam.

Secara umum, hipotensi ortostatik dikaitkan dengan penyakit neurodegeneratif, kelemahan pada pasien usia lanjut, gagal jantung kronis, dan juga sering ditemukan di antara pasien dengan hipertensi dan diabetes mellitus. Sering terjadinya hipotensi ortostatik juga sering dihubungkan dengan mortalitas pada pasien lanjut usia dengan komorbid yang mendasarinya, sayangnya hipotensi ortostatik sering tidak dikenali atau salah didiagnosis dan mungkin merupakan faktor yang diabaikan terkait dengan peningkatan morbiditas kardiovaskular dan semua penyebab kematian.

Hipotensi ortostatik dapat bersifat akut atau kronis, serta dapat terjadi gejala ataupun tanpa gejala. Gejala yang terjadi antara lain pusing, penglihatan kabur, lemah, lelah, mual, jantung berdebar, dan sakit kepala. Gejala yang kurang umum namun lebih berat antara lain pingsan, sesak, nyeri dada, nyeri leher, dan nyeri bahu. Pada pasien lanjut usia, gejala yang dapat nampak antara lain kesulitan berpikir/kehilangan konsentrasi, kelemahan, dan kekakuan leher. Gejala-gejala tersebut terjadi akibat berkurangnya aliran darah yang mengalir ke otak.

Tidak ada pengobatan khusus yang tersedia saat ini yang dapat mencapai tujuan pengobatan pasien secara maksimal, dan obat-obatan saja tidak pernah sepenuhnya memadai. Untuk itu, sebagai tindakan pencegahan terjadinya hipotensi ortostatik, kondisi yang menyebabkan hal tersebut harus diidentifikasi, dikontrol, serta diminimalisir efeknya terlebih dahulu. Contohnya, pada pasien dengan diabetes mellitus, gula darah harus terkontrol.

Beberapa kebiasaan ini juga dapat anda coba untuk mengurangi gejala saat bangun tidur:

  1. Berhati-hatilah saat bangun
  2. Tinggikan kepala tempat tidur
  3. Minumlah dua gelas air dingin 30 menit sebelum timbul gejala
  4. Beralih dari posisi telentang ke posisi tegak secara bertahap. Izinkan tubuh menyesuaikan posisi terlebih dahulu.

Namun apabila gejala dirasakan sangat berat dan tidak membaik dengan perubahan gaya hidup, segera konsultasikan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.(PAY)

Referensi:

  1. https://www.aafp.org/afp/2011/0901/p527.html
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2888469/
  3. http://www.onlinejacc.org/content/66/7/848
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4507375/
  5. https://jnnp.bmj.com/content/65/3/285

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store