Mengapa Tidur di Hotel Tidak Senyaman Tidur di Rumah Sendiri???

133

Tidak peduli seberapa mewah hotel Anda, Anda tetap saja akan mengalami kesulitan untuk tidur. Sebuah penelitian baru dari Brown University menunjukkan bahwa tidur di tempat baru akan membuat kepala Anda terasa pusing saat bangun.

Para ahli menemukan bahwa saat seseorang tidur di tempat baru yang tidak dikenalnya, maka otaknya menunjukkan gelombang asimetrik, di mana salah satu bagian otak tetap “terbangun” sementara bagian otak lainnya “tertidur”.

Dengan bantuan alat pemeriksaan yang canggih, para ahli menemukan bahwa otak kiri sering mengalami interupsi, yang membuat Anda keluar dari tidur nyenyak tanpa benar-benar terbangun, dan memiliki respon yang lebih besar terhadap suara saat tidur (Anda lebih mudah terbangun saat mendengar suara).

Hal ini tentu saja dapat membuat tidur nyenyak Anda terganggu, membuat Anda merasa tidak segar saat terbangun di keesokan hari.

Memang benar bahwa Anda merasa sangat mengantuk, akan tetapi sebenarnya otak Anda sedang membantu Anda lho!

Otak Anda yang menjadi sangat “siaga” ini sebenarnya hampir mirip dengan seorang penjaga malam yang ingin melindungi Anda. Jadi, bila ada suatu ancaman tertentu di tempat yang tidak Anda kenal tersebut, otak Anda pun dapat merespon dengan lebih cepat karena ia memang tidak “tidur” nyenyak.

Untuk mengurangi tingkat “kewaspadaan” otak, Anda dapat “membohonginya” dengan membawa sejumlah benda yang familiar saat berpergian, seperti selimut atau bantal. Hal ini akan membuat otak Anda dapat beristirahat dengan lebih baik.

Jika Anda harus benar-benar segar, pertimbangkanlah untuk pergi 1-2 hari lebih awal dari hari H. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan “kewaspadaan” otak ini biasanya hanya terjadi selama semalam.

 

Sumber: menshealth