MENGATASI DIARE SAAT PUASA

29

Akhirnya tiba juga bulan Ramadhan. Kebanyakan orang, pada awal puasa akan sangat semangat menjalaninya hingga lupa memperhitungkan makanan yang akan dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Hal ini menyebabkan gangguan terutama pada perut yang menjalani hal tidak rutin dalam mengolah makanan. Perubahan pola makan ini akan berpengaruh terhadap pH yang ada dalam perut khususnya lambung. Akhirnya rawan terjadi diare. Ada banyak hal yang memicu diare yang bahkan dapat terjadi saat anda tidak sedang menjalani puasa seperti mengonsumsi makanan yang kurang higienis. Virus seperti Rotavirus yang kerap menyerang anak-anak hingga bakeri Salminella dapat menjadi penyebab munculnya diare karena kurang kehigienisan makanan. Mengonsumsi minuman yang mengandung fruktosa atau pemanis juga dapat mengakibatkan diare karena beberapa orang dapat mengalami kesulitan dalam mencerna gula jenis ini. Mengonsumsi kopi pada malam hari atau saat sahur juga dapat menyebabkan diare pada sejumlah orang karena kandungan laxantif dalam kopi yang memicu kerja usus untuk meningkatkan geraknya sehingga munculnya diare.

Bagaimana cara mengatasi diare saat sedang puasa?

Saat puasa kita tidak makan dan minum dari pagi hingga petang, oleh karenanya ada beberapa cara yang dapat dilakukan jika diare menyerang termasuk cara mencegahnya.

  1. Cuci tangan sebelum sahur dan buka

Cuci tangan dilakukan untuk mencegah diare baik untuk diri sendiri ataupun orang-orang di sekitar. Cuci tangan juga dilkukan sebelum menyiapkan makanan. Cuci dengan menggunakan sabun selama kurang lebih 20 detik.

  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Makanan pedas dan mengandung kafein seperti kopi dapat memperburuk diare. Jika anda sedang mengalami diare, sebaiknya hindari terlebih dahlu makanan tersebut saat sahur dan berbuka.

  • Mengonsumsi banyak air saat sahur dan berbuka

Saat diare, penting untuk mencegah dehidrasi yang merupakan salah satu komplikasi dari penyakit ini terlebih saat puasa dimana tidak ada asupan cairan yang masuk lebih dari 12 jam. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi banyak air dari mulai buka hingga sahur. Anda dapat juga mengonsumsi cairan oralit yang terbuat dari larutan air gula dan garam untuk menggantikan elektrolit dan mineral penting dari tubuh yang hilang.

  • Mandi air hangat

Diare yang terus menerus terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman dan seperti terbakar pada saat ke kamar mandi. Untuk meredakan hal itu dapat dengan mandi berendam dengan air hangat. Setelah mandi keringkan dengan handuk yang berbahan lembut namun jangan digosok.

  • Mengonsumsi obat

Jika diare yang dialami masih dianggap ringan, obat-obatan belum diperlukan dalam hal ini namun apabila sangat mengganggu, dapat diberikan anti diare seperti loperamide. Baca petunjuk kemasan sebelum mengonsumsi obat ini.

Kapan ke dokter?

Jika diare diikuti dengan demam tinggi lebih dari 24 jam, disertai nyeri hebat hingga mual dan muntah, diare disertai darah hitam dan kering, atau didapatkan tanda dehidrasi anda harus segera menemui dokter. Tanda dehidrasi seperti urin berubah gelap, jumlah sedikit, detak jantung cepat, kulit kering, hingga kebingungan. (ITA)

Sumber:

Myoclinic. 2016. Diarrhea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241 26 April  2019