Mengatasi Sembelit Pada Lansia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

218

Lansia merupakan kelompok usia di mana terjadi proses penuaan yang ditandai dengan penurunan fungsi organ tubuh seperti otak, jantung, hati dan ginjal. Permasalahan yang terjadi pada lansia adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Perubahan-perubahan dan penurunan fungsi organ pada lansia juga terjadi pada saluran pencernaan. Perubahan tersebut meliputi mengecilnya dinding usus, berkurangnya suplai darah, dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan konstipasi atau yang lebih dikenal dengan istilah sembelit.

Sembelit atau lebih dikenal dengan susah buang air besar adalah suatu keadaan yang tidak bisa dianggap remeh terutama jika terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Ciri-ciri seseorang bisa dikatakan sembelit adalah tidak teraturnya frekuensi buang air besar, meski buang air besar setiap hari namun merasa tidak tuntas, merasa sakit pada saat buang air besar karena kotoran keras, kadang-kadang berbentuk bulat kecil-kecil seperti kotoran kambing.

Selain menggunakan terapi obat-obatan, penatalaksanaan sembelit pada lansia bisa dilakukan dengan cara:

  1. Melakukan aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik berhubungan dengan peningkatan dua kali lipat risiko sembelit. Berbaring dalam waktu lama juga sering dihubungkan dengan sembelit.

  1. Lathan

Sebagian kemampuan buang air besar merupakan suatu refleks yang dikondisikan. Sebagian besar orang dengan pola buang air besar teratur mengatakan bahwa memiliki waktu BAB pada saat yang sama setiap hari. Saat optimal untuk buang air besar adalah segera setelah bangun tidur dan setelah makan.

  1. Posisi saat buang air besar

Suatu penelitian yang membandingkan posisi-posisi pada saat buang air besar menyimpulkan bahwa posisi yang paling baik adalah posisi setengah berjongkok. Kebanyakan orang tidak terbiasa dengan posisi berjongkok, tetapi dapat dibantu dengan menggunakan pijakan kaki dan membungkuk badan ke depan saat di toilet. Bantal juga dapat digunakan untuk membantu untuk menguatkan otot-otot perut.

  1. Konsumsi air

Lansia harus dianjurkan untuk minum setidaknya 8 gelas per hari (sekitar 2 liter per hari). Konsumsi kopi, teh, dan alkohol dikurangi semaksimal mungkin atau konsumsi segelas air putih ekstra untuk setiap kopi, teh, atau alkohol yang diminum.

  1. Serat

Rekomendasi makanan tinggi serat (buah dan sayur) atau suplemen serat perlu dikonsumsi selama 2 – 3 bulan jika belum ada perbaikan sembelit.

Demikian beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit pada lansia. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan sembelit tidak menjadi masalah lagi. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar sembelit pada lansia Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kami melalui aplikasi Pakdok. (EDA/CM)

Sumber :

  1. Amry RY. 2013. Analisis Faktor-Faktor Kejadian Konstipasi Pada Lanjut Usia di Panti Werdha Budhi Dharma Umbulharjo Yogyakarta. Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Surya Medika. Yogyakarta
  2. Konstipasi Pada Lansia. http://iswadi-rg.blogspot.com/2012/06/konstipasi-pada-lansia.html
  3. Sianipar NB. Konstipasi Pada Pasien Geriatri. Continuing Medical Educaion. Fak. Kedokteran Brawijaya.
  4. Saputra F, Marlenywati, Saleh I. 2016. Hubungan Antara Asupan Serat dan Cairan (Air Putih) dengan Kejadian Konstipasi pada Lansia. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah. Pontianak.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store